Reporter: Joel Joko
blokBojonegoro.com - Selama satu bulan kedepan jajaran kepolisian mulai siaga penuh dampak kenaikan BBM. Itu disampaikan Kapolres Bojonegoro, AKBP Rakhmad Setyadi usai menggelar rapat koordinasi dengan jajaran Muspida setempat di ruang eksekutif Mapolres Bojonegoro, Kamis (15/3/2012) tadi.
Dikatakan, mulai hari ini sampai 15 April, polisi akan mengerahkan kekuatan secara maksimal dalam rangka mengantisipasi dampak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Dampak tersebut bisa saja aksi demo maupun gejolak yang bisa muncul dari masyarakat. "Seperti antrian di SPBU dan penimbunan akan selalu dipantau," kata Kapolres.
Dikatakan, pihaknya telah menerima instruksi dari Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Jatim agar mengamankan situasi jelang kenaikan BBM. Salah satunya mewaspadai upaya pihak-pihak tertentu yang melakukan penimbunan BBM.
Menurutnya, hal itu rawan terjadi menjelang rencana pemerintah menaikkan harga BBM pada awal April mendatang. Untuk itu, Polres Bojonegoro sudah menginstruksikan jajaran Polsek agar secara maksimal memantau jelang kenaikan BBM. Tapi, kebijakan itu tergantung situasi dan kondisi di lapangan.
Sejauh ini polres belum menerima laporan terkait penimbunan maupun antrian panjang di SPBU. Ditegaskan H-7 kenaikan BBM menjadi pantauan khusus, sedangkan H-3 tidak boleh ada pembelian menggunakan jerigen. Polisi akan menindak tegas pelaku yang berbuat curang di lapangan. [oel/lis]






