Reporter: Joel Joko
blokBojonegoro.com - Sedikitnya 3 rumah di bantaran Bengawan Solo, Dusun Genuk, RT 16 Desa Padang, Kecamatan Trucuk terancam ambrol. Bangunan rumah warga kondisinya kritis karena terkikis derasnya arus sungai. Selain itu, sebagian pondasi longsor karena tergerus air.
Bahkan satu rumah, kondisinya tinggal tersisa 60 %. Rumah milik Nitimardji terancam ambrol, tapi pemilik rumah menolak untuk direlokasi. Camat Trucuk, Yusnita Liasari mengatakan, pemilik rumah sudah pernah disarankan untuk relokasi. Bahkan tahun lalu juga pernah mendapatkan bantuan dari Pemkab setempat.
"Saat ini penghuni rumah sudah mengungsi di rumah keluarga yang lain," kata Camat.
Hari ini camat dan perangkat desa sudah meninjau ke lokasi rumah warga. Selain rumah Nitimardji, ada dua rumah yang kondisinya rawan. Karena jarak rumah dengan bibir Bengawan Solo hanya setengah meter. Untuk sementara mereka diminta mengungsi di rumah keluarga yang lebih aman.
Dua rumah warga tersebut milik seorang janda bernama Jomi dan Widji yang rumahnya longsor 20 %. Pihak desa sudah menyediakan lokasi penampungan di Dusun Gampeng, Desa Padang, Trucuk. Hanya saja pemilik rumah menolak untuk dievakuasi. Padahal, kondisi Bengawan Solo sedang tinggi atau level siaga II. [oel/lis]






