Reporter : Khoirul Muhsinin
blokBojonegoro.com - Ada cerita miris dibalik meninggalnya Ira (3), anak pasangan Tamiran (30) dan Lasmi (21) asal Desa/Kecamatan Margomulyo, Bojonegoro.
Karena, beberapa hari sebelum kejadian nahas Selasa (12/7/2011) malam di Desa Sumberejo, Kecamatan Margomulyo, ibu korban yang juga tergeletak karena kakinya patah, mimpi kejadian aneh.
Saat lelap tidur, Lasmi bermimpi anaknya sedang haid. Atau mengeluarkan darah layaknya perempuan matang yang menginjak dewasa. Padahal kondisi itu jelas tidak mungkin, karena anaknya masih tiga tahun.
"Mimpinya aneh seperti itu, dan sejak kejadian tersebut saya selalu teringat-ingat," kata Lasmi bercerita di UGD RS Widodo kepada blokBojonegoro.com, Rabu (13/7/2011) siang.
Ia tidak mempunyai firasat lain mengenai hal itu. Sehingga, saat kejadian ia sudah lupa, kalau anak semata wayangnya itu digendong dan meninggal dunia saat truk tanki bermuatan semen curah mengenainya.
"Ada firasat apa, saya sendiri tidak mengetahuinya. Kok malam tadi ada kecelakaan," lajutnya.
Ia mengaku bersukur, kalau anaknya baik-baik saja dan tidak ada kaitannya dengan firasat melalui mimpi yang dialami sebelumnya.
Namun, mimpi tersebut ternyata benar-benar terjadi dan darah mengucur dari sekitar kepala Ira, bukan layaknya orang haid. Darah tersebut petanda mimpi buruk di malam pementasan ketoprak di rumah Sumari.
Dengan tekun, Tamiran hanya menyimak saja penuturan sang istri yang tangan sebelah kanan berbalut perban, dengan cairan infus tergantung tepat di atasnya.
Cerita yang disampaikan istrinya benar-benar jauh dari kenyataan yang ada. Terutama kondisi anaknya yang sudah meninggal dunia dalam kecelakaan tragis tersebut.
Seperti diketahui, asal pasangan suami istri tersebut hanya beberapa kilometer saja dari Dusun Jepang, Desa/Kecamatan Margomulyo yang terkenal dengan Suku Samin.
Sedangkan Tempat Kejadian Perkara (TKP) kecelakaan di Desa Sumberejo, hanya beberapa kilometer saja dari Desa/Kecamatan Margomulyo. [nin/mad]
Teks Foto/Erfan Effendi : Lasmi dalam kondisi lemah di UGD RS Widodo Kabupaten Ngawi, masih sempat bercerita banyak mengenai kondisi mimpi sebelum kejadian berlangsung.






