Pengirim : Ahmad Fariz
Ini merupakan sepenggal cerita yang tidak sedikit orang yang mengalami kejadian ini, lebih banyak pengalaman akan kehilangan kesadaran dan kemampuan untuk mengendalikan diri sendiri.
Memang cinta adalah masalah yang misterius dan menjadi teka – teki yang sampai kapanpun tidak bisa yang akan menguaknya, apa cinta pada pandangan pertama itu memang benar adanya ?
Masih begitu ingat, ketika pertama jatuh cinta pada seseorang yang membuat hatiku berdetak kencang, saat masih duduk di SMA.
“Assalamualaikum, maaf menunggu boys “ sapaku terhadap mereka.
“Kelamaan ben, kami sudah menjamur dari tadi “ jawab seseorang dari temanku.
“Hehehehehe maaf kalo gitu, jalanan macet (raut mukaku berubah karena berdalih tentang keadaan ), oke kalau begitu kita lets go aja ya……! “ seruku sambil menutup – nutupi kesalahanku.
“Come on, tapi kamu dengan siapa ben ? “ Tanya temanku Hendri yang datang sendiri dengan tidak berboncengan dengan siapa pun.
“wah pas, hend aku nebeng kamu yaa “ pintaku sambil mengerayu.
“Oki docki ben “ saut hendri dengan tersenyum.
Berangkatlah para rombongan menuju tujuan yaitu kerumah para guru, rumah demi rumah kita datangi, tidak terasa hari sudah siang, karena dari pagi berangkat dan melancong terus sampai siang, maka kami berniat untuk beristirahat dan juga untuk meregangkan otot – otot kami.
Setelah beristirahat cukup lama, maka kami melanjutkan perjalanan. Sesampainya di tempat tujuan. ku bertemu dengan seorang gadis. Pada saat itulah saya merasakan jatuh cinta yang pertama kali pada seseorang gadis, yang sebelumnya rasa itu tidak seperti ini.
“Assalamualaikum mbak, mbak mahasiswi ya ?”sapaku.
Dia menjawab sambil tersenyum dengan temannya,"Aku belum kuliah mas, aku masih sekolah, “ jawabnya sambil tersenyum.
"Oh saya pikir sudah kuliah, maaf yah, “ jawabku sambil malu – malu dan mengaruk – nggaruk kepalaku, kemudian aku juga bertanya kepadanya kerena masih penasaran.
Ternyata, dia satu sekolah denganku, kemana saja aku selama ini tidak tahu dan tidak kenal dengannya selama ini, mungkin karena terlalu pendiam di sekolah.
Aku mengenalnya, sebagai Bunga, tetapi bodohnya aku karena tidak memperkenalkan diri, sungguh kecantikanya membuat mulutku laksana terkunci.
Pertemuan singkat itu membuatku teringat akan wajah dan namanya. Kuanggap itu wajar.
Lama, ku tak berjumpa dengannya, sampai suatu saat dengan lewat jejaring sosial, ku menemukannya. Komunikasi terjalin dan aku merasakan kebahagiaan membuncah. Dan terkejutnya aku, dia ternyata menyukaiku.
Walau ku dengar, dia cuma ingin mempermainkan hati para cowok–cowok, tapi aku tidak memperdulikan hal itu, aku lebih menyalahkan teman–temannya dan lebih mempercayainya.
Keadaan sekarang berbeda, aku sekarang tidak percaya dan tidak mau percaya lagi padanya, ketika dia mengingkari dan menyakiti hatiku berkali–kali.
Harapanku itu, kenyataan yang perih itu, kini kupikul sendiri bersama bayang–bayang kelam yang selalu menemaniku kemana saja kaki ini melangkah.
Tuhan bisakah aku melupakanya ? ku selalu terngiang semua kenangan yang terukir saat dulu, sungguh kegagalan cinta memang menyakitkan dan kelam. [pen]
ilustrasi : availsragen.wordpress.com
Pembaca bB
fariz_8967@yahoo.com






