Kepedihan Yang Kelam
Rabu, 27 Juli 2011 13:30:05 Kepedihan Yang Kelam

Pengirim : Ahmad Fariz

Ini merupakan sepenggal cerita yang tidak sedikit orang yang mengalami kejadian ini, lebih banyak pengalaman akan kehilangan kesadaran dan kemampuan untuk mengendalikan diri sendiri.

Memang cinta adalah masalah yang misterius dan menjadi teka – teki yang sampai kapanpun tidak bisa yang akan menguaknya, apa cinta pada pandangan pertama itu memang benar adanya ?

Masih begitu ingat, ketika pertama jatuh cinta pada seseorang yang membuat hatiku berdetak kencang, saat masih duduk di SMA.

“Assalamualaikum, maaf menunggu boys “ sapaku terhadap mereka.

“Kelamaan ben, kami sudah menjamur dari tadi “ jawab seseorang dari temanku.

“Hehehehehe maaf kalo gitu, jalanan macet (raut mukaku berubah karena berdalih tentang keadaan ), oke kalau begitu kita lets go aja ya……! “ seruku sambil menutup – nutupi kesalahanku.

“Come on, tapi kamu dengan siapa ben ? “ Tanya temanku Hendri yang datang sendiri dengan tidak berboncengan dengan siapa pun.

“wah pas, hend aku nebeng kamu yaa “ pintaku sambil mengerayu.

“Oki docki ben “ saut hendri dengan tersenyum.

Berangkatlah para rombongan menuju tujuan yaitu kerumah para guru, rumah demi rumah kita datangi, tidak terasa hari sudah siang, karena dari pagi berangkat dan melancong terus sampai siang, maka kami berniat untuk beristirahat dan juga untuk meregangkan otot – otot kami.

Setelah beristirahat cukup lama, maka kami melanjutkan perjalanan. Sesampainya di tempat tujuan. ku bertemu dengan seorang gadis. Pada saat itulah saya merasakan jatuh cinta yang pertama kali pada seseorang gadis, yang sebelumnya rasa itu tidak seperti ini.

“Assalamualaikum mbak, mbak mahasiswi ya ?”sapaku.

Dia menjawab sambil tersenyum dengan temannya,"Aku belum kuliah mas, aku masih sekolah, “ jawabnya sambil tersenyum.

"Oh saya pikir sudah kuliah, maaf yah, “ jawabku sambil malu – malu dan mengaruk – nggaruk kepalaku, kemudian aku juga bertanya kepadanya kerena masih penasaran.

Ternyata, dia satu sekolah denganku, kemana saja aku selama ini tidak tahu dan tidak kenal dengannya selama ini, mungkin karena terlalu pendiam di sekolah.

Aku mengenalnya, sebagai Bunga, tetapi bodohnya aku karena tidak memperkenalkan diri, sungguh kecantikanya membuat mulutku laksana terkunci.

Pertemuan singkat itu membuatku teringat akan wajah dan namanya. Kuanggap itu wajar.

Lama, ku tak berjumpa dengannya, sampai suatu saat dengan lewat jejaring sosial, ku menemukannya. Komunikasi terjalin dan aku merasakan kebahagiaan membuncah. Dan terkejutnya aku, dia ternyata menyukaiku.

Walau ku dengar, dia cuma ingin mempermainkan hati para cowok–cowok, tapi aku tidak memperdulikan hal itu, aku lebih menyalahkan teman–temannya dan lebih mempercayainya.

Keadaan sekarang berbeda, aku sekarang tidak percaya dan tidak mau percaya lagi padanya, ketika dia mengingkari dan menyakiti hatiku berkali–kali.

Harapanku itu, kenyataan yang perih itu, kini kupikul sendiri bersama bayang–bayang kelam yang selalu menemaniku kemana saja kaki ini melangkah.

Tuhan bisakah aku melupakanya ? ku selalu terngiang semua kenangan yang terukir saat dulu, sungguh kegagalan cinta memang menyakitkan dan kelam. [pen]

ilustrasi : availsragen.wordpress.com

Pembaca bB
fariz_8967@yahoo.com

Komentar Pembaca
    Nama Anda :
    Email :
    Komentar :
    Masukkan 6 kode keamanan diatas
    Video bB
    Senin, 13 Mei 2013 18:46:42 Rumah Potong Hewan Banjarsari Ludes Terbakar
    Kebakaran hebat melahap Rumah Pemotong Hewan (RPH) di Desa Banjarsari
    Redaksi
    Rabu, 22 Mei 2013 17:30:34 Sumbang Buku, HCB Sambang Kantor bB
    Sebagai wujud partisipasi dalam perkembangan pendidikan din minat baca di Bojonegoro, Hijabers Community Bojonegoro (HCB) tergerak untuk menyumbangkan buku dalam acara Hibah Sejuta Buku. Terbukti, Rabu (23/5/2013) hari ini, perwakilan dari HJB langsung datang ke kantor blokBojonegoro Media di Jalan Lisman, Gang Baru V Nomor satu.
    Suara Pembaca & Citizen Jurnalism
    Senin, 20 Mei 2013 13:30:55 Siswa MINU Walisongo Praktik Penjernihan Air Siswa MINU Walisongo Praktik Penjernihan Air
    Banyaknya ragam kemasan air mineral yang dijual di pasaran dengan berbagai merek dan bentuk belakangan memunculkan rasa keingintahuan anak-anak didik Madrasah Ibtidaiyah Nahdatul Ulama (MINU) unggulan Walisongo Sumberrejo. Para siswa penasaran bagaimana proses pembuatan air mineral serta penyaringan hingga layak dikonsumsi.
    Info Tabloid bB
    Minggu, 12 Mei 2013 21:46:11 Tabloid bB Edisi Mei 2013
    Menjelang ulang tahun ke dua blokBojonegoro Media (blokBojonegoro.com dan Tabloid blokBojonegoro), awak redaksi bB Media, panggilan akrab oleh Blokers, menyuguhkan sesuatu yang menarik dan unik di balik gemerlap industri minyak dan gas bumi (Migas) di Kota Ledre. Dengan tema besar Investigasi, âKampung Kreatif yang Galauâ, diketengahkan prospek ekonomi kerakyatan yang sebenarnya pa ...