Sayangi Negeri, Cintai Seni Tari
Minggu, 31 Juli 2011 16:30:00 Sayangi Negeri, Cintai Seni Tari

Reporter : Nidhomatum .M.R.

blokBojonegoro.com - Tari sebagai salah satu kekayaan seni budaya di Indonesia kian memprihatinkan. Sebab, dari realitas yang ada seni tari di era globalisasi ini sepi peminat.

Karena faktor inilah, seorang ibu dari sanggar tari Pamardisiwi, Suparni (55), bertekad kuat untuk menjaga kelestarian seni tari, khususnya di Kabupaten Bojonegoro. Kecintaannya pada tari dimulai saat usianya masih remaja, tepatnya ketika ia memasuki sekolah seni bernama, Konservatori Karawitan Indonesia Surakarta, sejak tahun 1975.

Dari sekolah seni tersebut, Suparni belajar dan bisa  banyak hal terkait seni jawa. Selain tari, istri dari pegawai perhutani ini juga mahir dalam memainkan alat-alat musik jawa. Diantaranya, gending, lancaran, hingga ladran. Bukti cintanya pada tari, ia menciptakan tari khas Bojonegoro, yaitu Tari Thengul dan Tari Meliwis Putih.

Ironisnya, menurut ibu tiga anak ini, kecintaan masyarakat khususnya anak muda terhadap seni tari kian hari kian merosot bahkan mungkin mereka cendrung acuh.

"Seni tari semakin tidak berkembang mbak, apalagi minat masyarakat pada kebudayaan tari sangat minim," ungkap perempuan berkacamata ini.

Pensiunan pegawai Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (Depdikbud) Bojonegoro ini juga menyayangkan kurangnya perhatian pemerintah dengan seni tari.

Menurutnya, perlu dilaksanakan penataran-penataran (diklat) berkenaan tentang seni ini. Hal ini pernah dilakukan pra-otonomi daerah. Namun, sekarang tidak berkelanjutan.

Dikatakan, saat ini belum ada program penataran dari pemerintah, yang ada hanya pengiriman peserta pada acara sejenis festival dan pekan seni pelajar.

Saat ditanya tentang harapan terhadap perkembangan seni tari. Perempuan yang berdomisili di Jalan Basuki Rahmat, Gang Namlo, nomor 36 ini berharap seni tari bisa diminati semua kalangan. Terutama para remaja putra.

Selain itu, diharapkan pula masyarakat Bojonegoro mengerti tari khas daerahnya sendiri, yaitu tari thengul dan mliwis putih. "Saya berharap masyarakat Bojonegoro bisa "Nguri-nguri" (menjaga) kebudayaan daerah sendiri, kalau sudah kenal kan bisa sayang," ungkapnya.

Terkait motivasi terjun pada seni tari, ibu yang sudah 36 tahun berkecimpung pada seni ini menjawab, hal yang terpenting sebagai penyemangat adalah rasa cinta terhadap tanah air, yang termasuk di dalamnya adalah seni tari. [lis]

Teks Foto/Nidhomatum MR : Suparni saat ditemui di aula Disbudpar Bojonegoro

Komentar Pembaca
  • Senin, 08 Agustus 2011 02:32:22 redho tri prayuga
  • saya pernah belajar tari di sanggar ini saya juga pernah di ajar bu parmi yang mengajarkan saya tari sancaya kusuma wicitra yang saya tampil kan bersama teman saya bernama icha sekarang saya sudah SMP dan sudah jarang pergi ke sanggar pamardi siwi bojonegoro

  • Sabtu, 20 Agustus 2011 06:12:42 Prasna Paramita
  • Saya ingin ikut serta mengembangkan kesenian khususnya seni tari di kabupaten bojonegoro. Saat ini saya membutuhkan diskripsi tari thengul dan mliwis putih kab. bojonegoro.

  • Kamis, 09 Mei 2013 15:32:22 iin
  • salam kenal bu, saya sedang mencari inpormasi tentang alamatnya, trimakasih

Nama Anda :
Email :
Komentar :
Masukkan 6 kode keamanan diatas
Video bB
Jumat, 22 Agustus 2014 14:29:32 50 Aggota DPRD Bojonegoro Dilantik
Sebanyak 50 anggota DPRD yang terpilih dalam Pemilu Legislatif 9 April lalu akan dilantik dan diambil sumpahnya oleh Ketua Pengadilan Negeri Bojonegoro, Eko Supriyono di Ruang Paripurna DPRD.
Redaksi
Senin, 22 September 2014 00:00:09 Lowongan Tenaga Layouter Lowongan Tenaga Layouter
Manajemen blokBojonegoro Media mengajak pemuda potensial, untuk bisa bergabung melalui karya nyata. Dengan kompetensi di bidang: Layouter (Kode LO)
Suara Pembaca & Citizen Jurnalism
Rabu, 03 September 2014 13:00:42 Terapkan K-13, SMKN 2 Siapkan Guru Serba Bisa Terapkan K-13, SMKN 2 Siapkan Guru Serba Bisa
Kurikulum 2013 sudah mulai diterapkan di sekolah-sekolah. Salah satunya di SMKN 2 Bojonegoro. Untuk menyiapkan guru yang serba bisa, hari ini Rabu (3/9/2014) dilaksanakan sosialisasi Kurikulum 2013 untuk Sekolah Menengah Kejuruan di Ruang Guru SMKN 2 Bojonegoro, Jalan Pattimura 3 Bojonegoro.
Info Tabloid bB
Selasa, 01 Juli 2014 09:51:00 Tabloid bB Edisi Juli 2014
Pada Juli 2014 atau bertepatan bulan dimana koperasi berdiri, awak redaksi Tabloid blokBojonegoro ingin mengupas bagaimana koperasi menjadi penggerak ekonomi kerakyatan. Itu sesuai dengan prinsip yang ditanamkan sejak mulai digulirkan. Melalui tema besar di rubrik Investigasi “Koperasi atau Koper Isi” ingin digambarkan secara utuh bagaimana masyarakat disatu sisi terbantu dengan keber ...