Mewujudkan Berkah Daerah Penghasil Migas
Senin, 30 Januari 2012 16:30:33 Mewujudkan Berkah Daerah Penghasil Migas

Oleh: Deddy Afidick*
 
Dalam beberapa tahun ini, nama Kabupaten Bojonegoro semakin dikenal sebagai daerah (yang akan menjadi) penghasil migas yang besar.  Selain Lapangan Minyak Sukowati yang telah berproduksi dan dioperasikan oleh Joint Operating Body Pertamina-Petrochina East Java (JOB PPEJ), saat ini Mobil Cepu Limited (MCL) sebagai operator Blok Cepu akan segera mengembangkan Lapangan Minyak Banyuurip. 

Sementara itu kabarnya Pertamina pun segera mengembangkan Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru.  Bulan itu saja --baru-baru ini lewat kegiatan eksplorasinya, MCL juga menemukan potensi cadangan minyak di Lapangan Kedung Keris dan gas di Lapangan Alas Tua-- semuanya itu di dalam wilayah Kabupaten Bojonegoro.

Yang jelas, sebagai tuan rumah masyarakat Kabupaten Bojonegoro akan sepenuhnya menanggung beban sosial dari pengembangan dan operasi lapangan-lapangan migas tersebut.  Nah, tantangan yang harus "dijawab" oleh semua pihak adalah, bagaimana mewujudkan berkah kekayaan migas tersebut bagi masyarakat tuan rumah. 

"Jawab" bukan hanya dengan retorika, tetapi dengan tindakan-tindakan nyata dan terkoordinasi dengan tujuan utama, “Mewujudkan Berkah Migas Bagi Masyarakat Tuan Rumah” atau merubah kutukan (oil curse) menjadi berkah yang terasa dan terukur.

Kita sudah sangat sering mendengar istilah "multiplier effect", yang secara umum dapat diterjemahkan sebagai dampak positif suatu industri yang dirasakan oleh masyarakat tuan rumah --baik sebagai dampak langsung ataupun tidak langsung industri tersebut.  Tetapi, kalau dilihat dari kacamata setiap anggota masyarakat, multiplier effect yang sangat diharapkan adalah munculnya peluang-peluang kerja dalam jumlah yang sebanding dengan harapan masyarakat.  Padahal, kita tahu bahwa industri hulu migas umumnya padat teknologi tinggi dan hanya dapat menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang sangat terbatas (dibandingkan dengan tingkat pengangguran di Kabupaten Bojonegoro).

Tentu, peningkatan APBD dari pendapatan migas akan membawa dampak positif bagi pembangunan daerah.  Akan tetapi sulit diharapkan peningkatan tersebut dapat segera menumbuhkan peluang-peluang kerja dalam jumlah yang memadai.  Untuk itu seharusnya kita dapat berbuat lebih dari sekedar mengharapkan peningkatan APBD.

Alangkah eloknya kalau hasil migas tersebut dapat secukupnya dialokasikan dan digunakan untuk memicu pertumbuhan industri-industri hilir dan umum di Kabupaten Bojonegoro. Pertumbuhan industri berarti munculnya peluang-peluang kerja.

Nah, bagaimana kita merayu para investor untuk membuka atau memindahkan usaha dan kegiatannya ke Bojonegoro?  Salah satu jawabannya adalah tersedianya jaminan energi dan bahan bakar industri jangka panjang dan (mudah-mudahan) lebih murah.  Sebagai satu contoh, ketersediaan gas sebagai bahan bakar yang harganya jauh dibawah harga solar industri akan merupakan salah satu daya tarik utama investasi di Bojonegoro.

Location of Choice

Dalam persaingan mendapatkan alokasi pasokan gas untuk berbagai kepentingan ditingkat nasional dan regional, perlu digariskan sebuah kebijakan yang memberikan prioritas kepada daerah penghasil untuk mendapatkan alokasi gas. Sebab, nantinya akan digunakan untuk memajukan daerah tersebut -- untuk menarik para investor -- untuk mewujudkan Bojonegoro sebagai kawasan industri pilihan (location of choice) -- untuk menumbuhkan lapangan kerja bagi masyarakat tuan rumah -- untuk benar-benar mewujudkan multiplier effect dari industri migas, dari hulu ke hilir.

Untuk mewujudkan hal diatas, kita -- semua pihak -- perlu mencapai satu kata dalam kebijakan yang akan dan perlu diambil. Perlu langkah-langkah nyata yang terjadwal dan terkoordinir.  Perlu untuk benar-benar bersiap-siap, agar pada waktu produksi migas Bojonegoro mencapai puncaknya, kita tidak lagi gagap, terpana, dan hanya menjadi penonton.  Kita harus tahu apa yang akan kita lakukan, bukan hanya karena itu mau kita, tetapi juga karena kita memang mampu!

Sebagai masyarakat tuan rumah, kita harus menolak untuk menjadi penonton.  Menolak bukan dengan cara berdemonstrasi, bukan dengan protes, tetapi dengan mempersiapkan diri agar kita mampu mewujudkan berkah industri migas. Kesungguhan kita untuk membangun, untuk meningkatkan kesejahteraan, untuk mendukung industri migas di Bojonegoro, untuk meningkatkan kemampuan, pasti akan terjawab lewat bantuan berbagai pihak untuk mewujudkannya.  Baik itu berupa pelatihan-pelatihan, maupun kebijakan-kebijakan yang berpihak kepada daerah penghasil.

Ayooo Bojonegoro!
 
*Dirut PT Bangkit Bangun Sarana, BUMD Kabupaten Bojonegoro
(Sebelumnya bekerja di beberapa perusahaan minyak multinasional selama 29 tahun)

Komentar Pembaca
  • Jumat, 03 Februari 2012 14:18:37 dul manan
  • shippp Mas Deddy... kami mendukungmu, tetapi harus Bojonegoronisme yo...

  • Jumat, 03 Februari 2012 14:19:51 bambang
  • woke.... sepakat deh

  • Jumat, 03 Februari 2012 14:20:40 ajmain
  • lanjutkan Pak MCL, kita mendukungmu... kalau ada yang mengkhianati, lawan aja

  • Senin, 20 Februari 2012 10:54:06 ArifCurious
  • Setuju lah, tapi harusnya perusahaan2 minyak tersebut memberikan pelatihan2 agar para pemuda lebih siap dalam menghadapi era industri minyak.

Nama Anda :
Email :
Komentar :
Masukkan 6 kode keamanan diatas
Video bB
Kamis, 17 Mei 2012 18:17:31 Dari Wartawan untuk Sukhoi
Senandung tahlil terdengar di Balai Wartawan Tuban, Jalan Pramuka, Rabu (16/5/2012) malam.
Redaksi
Sabtu, 12 Mei 2012 16:00:31 Up-Grading Awak Redaksi bB Up-Grading Awak Redaksi bB
Redaksi blokBojonegoro Media terus berbenah untuk menyajikan berita yang kritis, cerdas dan terdepan. Seluruh jajaran redaksi, baik yang menyuplai berita blokBojonegoro.com maupun Tabloid blokBojonegoro, meng-upgrade diri di Wisma Toyoaji, Kecamatan Kapas, Bojonegoro, Sabtu (12/5/2012).
Suara Pembaca
Minggu, 20 Mei 2012 09:00:51 Outbond, Cara Efektif Tanamkan Jiwa Kepemimpinan
Sebagai rangkaian acara pada Latihan Kader Dasar (LKD) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STAI Sunan Giri, panitia kegiatan menjadwalkan pelaksanaan outbond bagi peserta LDK. Bertempat di Wisma Toyo Aji, Desa Wedi, Kecamatan Kapas, Bojonegoro.
Info Tabloid bB
Minggu, 06 Mei 2012 12:00:49 Tabloid bB Edisi Mei Makin Lengkap
Hampir setiap awal bulan, Tabloid blokBojonegoro (bB) selalu menyapa pembaca setia. Untuk Edisi Bulan Mei, di rubrik Investigas awak redaksi bB mengupas secara mendalam mengenai retasan koalisi yang dilakukan sejumlah parpol maupun figur yang terlibat di Pemilukada. ...