Pengirim: Muhammad Yazid
blokBojonegoro.com - STAI At-Tanwir Talun menyelenggarakan pemilihan presiden mahasiswa atau Kongres BEM yang dimulai pada hari ini, Kamis (3/5/2012) dan berlangsung hingga Sabtu (5/3/2012). Kongres II BEM ini merupakan agenda kerja rutin dari kampus untuk melaksanakan organisasi di STAI At-Tanwir.
Dengan mengambil tema Pendidikan Berbasis Pesantren Sebagai Jawaban Atas Tantangan Globalisasi, pembukaan kongres dirangkai dengan dialog pendidikan yang dihadiri narasumber Yogi Prana Iza, Lc. M.A.
Presiden BEM pertama, Al-Bahris Sya
oni mengungkapkan bahwa ada tiga kandidat yang akan mencalonkan diri sebagai Presiden BEM STAI At-Tanwir. "Mereka adalah M. Zakariya Afandi, Raya Hari Santoso dan ada satu nama lain yang belum mendaftar," kata Sya
oni.
Dalam rangkaian acara ini, Ketua Panitia Konggres II BEM STAI At-Tanwir, Heru Budi Hertanto menuturkan ada sekitar tujuh SMA/MA/SMK serta seluruh BEM se-Bojonegoro yang diundang. Akan tetapi yang bisa hadir hanya sekitar 130 peserta. Mereka yang berkenan hadir diminta untuk memberi kontribusi senilai Rp5.000 sebagai ganti snack dan sertifikat seminar.
Berdasarkan keterangan yang ada di dalam undangan, acara ini sebenarnya dimulai pukul 07.30 WIB. Akan tetapi banyak kendala serta banyak peserta yang belum hadir, sehingga acara baru bisa dimulai sekitar pukul 08.15 WIB.
Untuk mencalonkan diri sebagai Presiden BEM STAI At-Tanwir, persyaratannya adalah masih tercatat sebagai mahasiswa aktif di STAI At-Tanwir, membuat artikel tentang BEM STAI At-Tanwir, dan mengikuti screening bakal calon presiden dan wakil presiden. Tempat pendaftarannya di Kantor BEM STAI At-Tanwir mulai 24-26 April 2012.
Saat dikonfirmasi mengapa mengambil tema ini, Heru mengatakan bahwa karena sesuai dengan background At-Tanwir yang berbasis pondok pesantren, output dari alumni pesantren diharapkan bisa menerapkan sistem mencari ilmu di pondok pesantren ketika lulus nanti. [yud]
Email pengirim: yazidm24@yahoo.com






