Tubuhnya kecil, tapi cukup lincah saat menggiring bola. Tendangannya begitu kencang saat mencetak gol. Penjaga gawang lawan dibuat kerepotan oleh kelihaiannya menggiring bola. Dialah Wahyu Teguh Saputro.
Reporter: M. Yazid
blokBojonegoro.com - Pemain Persibo Bojonegoro kelahiran 6 Juli 1992 ini sudah lama menggeluti dunia sepak bola. Waktu kecil ia mengikuti Sekolah Sepak Bola (SSB) Zodiac Desa Kabunan Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro.
SSB Zodiac membuat namanya tenar, hingga seluruh warga Bojonegoro mengenal sang bintang lapangan ini. Hingga ia pernah dipanggil untuk memperkuat skuad tim nasional Indonesia.
Ketika di bangku sekolah, Wahyu sering bermain bola dengan teman-temannya. Jejaka asal Kecamatan Kapas ini juga pernah membela Persenga Nganjuk selama setahun, bersama sembilan temannya dari Bojonegoro dan sekarang ada beberapa yang ikut bermain di Persibo Bojonegoro. "Saat tahun 2009 menjuarai Divisi 3 Nasional, Persenga naik ke divisi 2," ungkap Wahyu Teguh sambil melihatkan mendali di rumahnya.
Wahyu mengungkapkan, usai dari Persenga ia mencoba keberuntungan untuk ikut seleksi Laskar Angling Dharma Divisi Utama. "Saat itu pelatih Persibo Bojonegoro masih ditangani Sartono Anwar," jelasnya.
Dia tercoret dari seleksi saat itu. Remaja lulusan SMK Siang tersebut tidak patah semangat, hingga kemudian, ia ikut seleksi Persibo Bojonegoro U-21. Wahyu pun masuk skuad Persibo Bojonegoro U-21.
Perjalanan Wahyu terus melonjak, baru semusim membela Persibo Bojonegoro, ia sudah pernah dipanggil tim nasional. Serta berkat kerja kerasnya, Laskar Angling Dharma finish di klasemen 4 Indonesian Premier Leage (IPL) dan menjuarai Piala Indonesia.
Ketika suporter Persibo Bojonegoro, Boromania meneriakinya memberi samangat, saat bermain di rumput hijau Stadion Letjen H. Sudirman, ia merasa tetap biasa namun juga mengatakan ada perbedaan. "Kadang dicerca suporter dan juga dipuji, itulah pemain," imbuhnya.
Wahyu mengungkapkan, pengalaman yang mengesankan ketika bermain untuk Persibo Bojonegoro, kebersamaan dan kekeluargaan yang terjalin erat yang membuat Laskar Angling Dharma mampu juara. "Meskipun tidak gajian tetap semangat latihan," terangnya.
Ketika disamakan dengan sang kapten Samsul Arif, yang sama-sama dari Bojonegoro, Wahyu mengatakan belum saatnya. Karena prosesnya masih panjang dan ia ingin menjadi dirinya sendiri. Kalau disamakan dengan Samsul Arif, ia mengatakan belum pantas.
Melihat kondisi persibo saat ini yang belum ada kejelasan, Wahyu masih setia menunggu untuk bermain lagi di Persibo Bojonegoro yang melambungkan namanya dan daerah kelahirannya tersebut. Meskipun klub-klub besar tertarik untuk meminangnya. ia tetap bersikukuh untuk menunggu dari Persibo, apakah dibutuhkan atau tidak tenaganya. Kalau tidak dibutuhkan di Persibo Bojonegoro, ia akan terpaksa pindah ke klub lain yang membutuhkan kahliannya menendang bola.[zid/ang]
Teks Foto: Wahyu Teguh Saputro saat digendong dalam sebuah pertandingan.






