Geliat Kehidupan Malam Bojonegoro (1)
Alun-alun yang Makin Malam Makin Hidup
Jumat, 21 September 2012 06:00:00 Alun-alun yang Makin Malam Makin Hidup

Bojonegoro adalah daerah yang sedang bergeliat. Ekonomi merayap naik sedikit demi sedikit dan menyedot investor terus berdatangan. Bojonegoro pun tak hanya hidup pada siang hari, melainkan pada malam hari Bojonegoro semakin hidup.

Reporter: Nanang Fahrudin

blokBojonegoro.com - Jika sekitar dua tahun lalu Anda kesulitan menemukan tempat hiburan di Bojonegoro pada malam hari, maka tidak untuk saat ini. Sejumlah tempat bisa menjadi alternatif. Mulai yang menawarkan prestise dan privasi, atau yang bersifat terbuka.

Sebut saja pembangunan hotel dan restoran yang menjamur di Bojonegoro. Atau tempat-tempat karaoke yang menawarkan eksklusivitas bagi warga kota. Serta kafe-kafe yang memanjakan para anak muda.

Namun, geliat wajah malam di antaranya sangat terasa ketika berada di alun-alun kota pada malam hari, khususnya setiap Sabtu malam. Mulai pukul 16.00 WIB, puluhan pedagang "menyerbu" alun-alun. Mulai pusat mainan anak, pedagang makanan, dan paling banyak adalah warga yang mendirikan tenda lalu menjual wedang kopi.

"Saya buka mulai jam lima sore. Jam satu malam sudah tutup," kata Imam, salah satu penjual kopi tenda.

Sejumlah warung kopi dadakan yang berderet mengepung alun-alun itu memberi warna tersendiri bagi wajah malam di Bojonegoro. Pusat kota itu pun tak pernah sepi meski hanya sebentar saja.

Pemilik salah satu warung, Budi mengatakan bahwa setiap malam, warga yang duduk-duduk santai di warungnya selalu ada. Bahkan, pada Ramadan lalu, cukup membawa berkah bagi dagangannya. Ramadan lebih ramai daripada bulan-bulan biasanya.

“Kopi sengaja saya tambah. Kalu di bulan-bulan biasa habis sekitar 60 an cangkir, untuk bulan Ramadan bisa mencapai 100 cangkir. Bahkan kalau malam Minggu bisa mendekati 150 cangkir”, ujarnya.

Kebanyakan pengunjung alun-alun adalah para kalangan muda. Seperti Yon, warga Desa Kalisat, Kecamatan Sukosewu, yang datang bersama-sama lima teman sedesanya. Mereka datang ke alun-alun karena memang menurut mereka hanya itulah tempat berkumpul yang paling asyik di Bojonegoro.

“Kalau mau bersantai ya pasti ke alun-alun. Lha terus ke mana lagi di Bojonegoro ini ada tempat asyik lainnya?’ kata remaja yang setiap malam Minggu selalu ke alun-alun itu.

Rata-rata pengunjung datang ke alun-alun bersama teman, pacar, atau anggota keluarga. Jika usai maghrib, banyak warga kota yang bersantai bersama keluarganya. Namun, jika semakin malam, muda-mudi banyak yang datang berpasang-pasangan dan asyik duduk-duduk memesan secangkir kopi atau jagung bakar.

Banyaknya warga yang datang ke alun-alun ternyata membawa berkah bagi mereka yang kreatif. Salah satunya adalah Susilo, penjaja becak keliling dengan model yang artistik. Becak keliling itu seperti mobil namun dikayuh bersama-sama oleh para penumpang.

“Kalau sepur mini itu biasanya untuk anak-anak. Kalau becak keluarga ini memang sengaja untuk orang dewasa atau paling tidak sudah kuat mancal dan bisa mengendalikan setir,” katanya.

Dinamakan becak keluarga karena becak itu dapat dinikmati sampai empat atau lima orang sekaligus. Masing-masing tempat duduk disediakan pedal di bawahnya dengan satu setir kemudi di sebelah kanan depan laiknya mobil. Maing-masing penumpang harus mancal dan menjalankan becak itu sendiri tanpa bantuan mesin alias manual.

"Satu putaran kami tarif Rp10.000. Rutenya mengelilingi alun-alun saja. Kalau mau rute lain ada biaya tambahan," kata lelaki 40-an tahun yang juga berprofesi sebagai guru salah satu SD di kota Bojonegoro ini.

Alun-alun akan hidup hingga dini hari. Saat pedagang kopi tutup, maka pedagang serabi akan menggantikannya. Ketika pagi datang, giliran warga kota yang jalan-jalan jogging sambil menikmati segelas teh panas dan kue serabi. [ang]
 

Komentar Pembaca
    Nama Anda :
    Email :
    Komentar :
    Masukkan 6 kode keamanan diatas
    Video bB
    Senin, 13 Mei 2013 18:46:42 Rumah Potong Hewan Banjarsari Ludes Terbakar
    Kebakaran hebat melahap Rumah Pemotong Hewan (RPH) di Desa Banjarsari
    Redaksi
    Senin, 17 Juni 2013 16:30:54 Dua Sekolah dari Kecamatan Gayam Berkunjung ke bB Media Dua Sekolah dari Kecamatan Gayam Berkunjung ke bB Media
    Senin (17/6/2013) siang, kantor redaksi blokBojonegoro Media (blokBojonegoro.com dan Tabloid blokBojonegoro) di Jalan Lisman, Gg Baru V, Kota Bojonegoro mendadak ramai.
    Suara Pembaca & Citizen Jurnalism
    Minggu, 16 Juni 2013 22:00:33 Panwascam Kanor Lakukan Akurasi DPS Panwascam Kanor Lakukan Akurasi DPS
    Setelah usai proses konsultasi, serta koordinasi, Minggu (16/6/2013) dilaksanakan proses audit akurasi Pemutakhiran Data pemilih.
    Info Tabloid bB
    Minggu, 16 Juni 2013 19:06:02 Tabloid bB Juni, Melangkah Bersama Pembaca
    Semakin mendekatnya Ulang Tahun kedua blokBojonegoro Media, tepatnya 26 Juni mendatang, edisi Juni kali ini redaksi bB berusaha membahas dengan matang sesuai momen bulan istimewa dengan tema besar Ultah kedua "Melangkah bersama Pembaca" Edisi Juni rubrik investigasi disajikan dengan topik "Lingkungan Dicengkram Tambang". ...