Sarwono, Paranormal di Bojonegoro
Tak Mau Disebut Dukun, Hanya Ingin Membantu
Jumat, 21 Desember 2012 16:00:29 Tak Mau Disebut Dukun, Hanya Ingin Membantu

Dikenal sebagai paranormal sejak kecil, namun ia enggan disebut paranormal. Nama aslinya Sarwono, namun biasa dipanggil Mbah Jo. Banyak orang datang kepadanya untuk meminta tolong.

Reporter: Hazhu Muthoharoh


blokBojonegoro.com -
Paranormal bukanlah cita-cita Sarwono pada saat masih kecil. Dia juga tidak menyangka akan menjadi paranormal yang dikenal banyak orang tak hanya di Bojonegoro. "Nama Mbah Jo itu dari panggilan teman-teman waktu SD," katanya. Jo adalah nama kakeknya sendiri yakni Rakijo.

Sarwono memiliki wajah yang mirip dengan Rakijo sehingga sampai saat ini ia lebih dikenal dengan Mbah Jo. Ia menjalankan tirakat ilmu kesabaran sejak di bangku SMP, karena waktu itu ia mengaku mendapatkan wangsit dan amanah dari kakeknya yaitu jangan makan kalau tidak lapar, jangan minum kalau tidak haus dan jangan tidur kalau tidak ngantuk.

"Sebenarnya saya ini bukan keturunan paranormal, hanya saja Mbah Jo kakek saya itu dulunya adalah tukang suwuk (dukun,red)," kata pria berjenggot ini.

Sebelum bergabung di Radio Istana FM untuk mengisi acara "Jimat" (sajian malam Jum'at), Sarwono pernah merantau ke Surabaya dengan menjadi kernet truk pada Tahun 1992. Kemudian bekerja di Lamongan sekaligus Mondok di Ponpes Kranggan pada 1993, juga menjadi kru perburu hantu di salah satu stasiun televisi dengan berduet bersama Ki Kusumo. Atas kemampuannya itulah ia dipercaya mengisi acara Jimat sejak 2008.

Mbah jo, sejatinya tidak merasa menjadi paranormal, sampai saat ini pun ia tidak merasa menjadi paranormal, namun banyak orang yang menganggapnya bisa menolong.

"Pertama kali saya dimintai tolong orang itu waktu di Bali, ada banyak siswa yang kesurupan di sekolah dan saya diminta untuk menyembuhkan. Alhamdulillah dengan keyakinan diri saya coba dan berhasil hilang," kata ayah satu putri ini.

Ia kemudian melakoni tirakat dengan menempuh perjalanan dari Sunan Ampel Surabaya sampai Gunung Jati Cirebon dengan berjalan kaki selama enam bulan, untuk mendapatkan petuah dari para wali, dan iapun berhasil melihat hal-hal gaib.

Sampai saat ini ada 10.000 lebih pasien yang ia tangani, baik dari dalam maupun luar kota bahkan luar negeri seperti Taiwan, Hongkong, Malaysia, Australia dan China.

Misinya dalam hidup ini adalah mencari orang-orang yang terdzolimi dengan harapan ia bisa membantunya, ia juga tidak pernah mematok dan mengharap imbalan dari pasien. Pria kelahiran 10 Oktober 1976 ini bahkan menolak bergabung dengan Ikatan Paranormal Indonesia (IPI) yang diketuai Ki Joko Bodo.

"Alasan kenapa saya menolak adalah karena kalau saya bergabung maka saya akan terikat dan hanya bisa membantu pejabat-pejabat besar saja, terus siapa yang membantu dan memback-up orang-orang kecil yang membutuhkan, karena hidup di dunia ini harus sabar, Loman dan Ojo dumeh" pungkasnya sambil tersenyum.[zhu/ang]

Komentar Pembaca
  • Kamis, 31 Januari 2013 19:35:01 nayla
  • gmn ea q jg bngung cz q jg pernah ngalami waktu itu q ke mbah jo wktu di istana radio q minta tolong ma mbh jo masalah pagar goib ke mbh jo,tp kata mbh jo maharnya sekitar 500 ribu,jjr uang sgtu bagi q sangatlah banyak.kalau boleh kasih saran buat mbh jo jangan mahal mahal kasihan bagi rakyat kecil yg ingin mendapatkan petolongan.n smoga tetep jaya aja

  • Kamis, 09 Mei 2013 03:35:17 Marjuki
  • Mlm

  • Sabtu, 13 Juli 2013 19:18:11 khoi
  • Malam mbah. Ini saya mau minta bantuan kepada mbah jo, tapi saya gak punya nomer telepon mbah,. Bisa diinfo kan mbah nomernya? Atau di emailkan ke email saya mbah. Terima kasih.

  • Sabtu, 10 Agustus 2013 23:27:35 Ikul
  • Ass. Mbh jo sya lg terlilit hutang.ap ad solusi buat sy. Mksh. Wasslm

  • Minggu, 29 September 2013 23:10:07 Sumarto
  • Mbah jo gimana kbarnya. Ini saya dari bangilan tuban... Kemaren aku pernah minta tlong ma mbah jo dn maharnya udah tk trnfr. Gmana udah di tindak lanjuti pa blum, soalnya kmrn mo tah hub nmr dah mati, dan aku langsun ke jkt sampe skarang baru pulang.

  • Minggu, 20 Oktober 2013 07:55:20 http://www.dhafanews.com/
  • sangat informatif sekali..salam hangat ya

  • Jumat, 01 November 2013 00:44:31 caroline candra
  • mbah jo saya minta no hp mbah jo tolong balas di alamat email saya aja.trimakasi

  • Sabtu, 09 November 2013 09:12:04 anggara pratama
  • Malam mbah. Ini saya mau minta bantuan kepada mbah jo, tapi saya gak punya nomer telepon mbah,. Bisa diinfo kan mbah nomernya? Atau di emailkan ke email saya mbah. Terima kasih.

  • Kamis, 26 Desember 2013 21:09:29 rahman
  • assalamualaikum mbah jo,sya mau mnta tlng,tpi aq gg punya no mbah jo,bsa d info kan nomer hpnya mbah jo,tau bsa di krim lwt email sya mbah jo,wassalamualaikum.

  • Selasa, 11 Maret 2014 09:59:24 zulian kukuh p
  • mbah mnta doanya enteng jodoh dan rejeki, mks, wss

  • Selasa, 20 Mei 2014 15:14:52 putra
  • sep

  • Selasa, 20 Mei 2014 15:17:14 sarwono
  • oke

Nama Anda :
Email :
Komentar :
Masukkan 6 kode keamanan diatas
Video bB
Rabu, 16 Maret 2016 06:28:41 Lezatnya Kuliner Kepiting Sawah
Berbicara tentang kepiting, yang muncul dipikiran Anda pasti hewan laut bercangkang keras dan banyak disajikan di warung-warung seafood tepi jalan. Namun apakah Anda pernah mencoba menu kuliner kepiting sawah atau biasa disebut yuyu?
Redaksi
Kamis, 14 April 2016 12:00:19 Blok Buku Resensi Buku Favoritmu, Dapatkan Buku Gratis Resensi Buku Favoritmu, Dapatkan Buku Gratis
Bagi anda pecinta buku, blokBojonegoro punya sesuatu untuk Anda. Sesuatu itu adalah rubrik Blok Buku. Ya, sebuah blok atau semacam komunitas, yang Anda bisa sekedar berbelok mampir untuk duduk-duduk santai di blok tersebut. Bisa sekadar membaca, atau ikut mengisi rubrik tersebut.
Suara Pembaca & Citizen Jurnalism
Sabtu, 30 April 2016 19:30:00 Jambore LPM Kampus Ungu di Prataan Praktik Organisasi dengan Bersihkan Sampah Praktik Organisasi dengan Bersihkan Sampah
Berbagai kegiatan dilakukan anggota Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Insan Cendekia Husada (STIKes ICSADA) Bojonegoro saat Jambore di Pemandian Air Panas Prataan, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban. Salah satunya dengan kompetisi simulasi organisasi melalui modifikasi sampah yang ada di sekitar kegiatan.
Info Tabloid bB
Jumat, 31 Juli 2015 13:16:10 Tabloid bB Edisi Juli 2015
Untuk Edisi Juli 2015, redaksi Tabloid blokBojonegoro ingin menyajikan beberapa hal yang baru, terutama di halaman Investigasi. Dengan tema besar “Awasi Air Saat Musim Kering” dikupas secara mendalam mengenai kekeringan yang melanda hampir sebagian wilayah Kabupaten Bojonegoro, terutama yang berada jauh dari aliran sungai bengawan solo. Waduk pacal yang menjadi primadona, sekarang ini ...