Catatan Akhir Tahun-Bagian 9
Faktor Ekonomi Picu Tingginya Angka Cerai
Rabu, 16 Januari 2013 21:00:34 Faktor Ekonomi Picu Tingginya Angka Cerai

Reporter: Desi Sabrina Ekawati

blokBojonegoro.com - Kasus perceraian di Kabupaten Bojonegoro terhitung masih tinggi. Selama tahun 2012 yang lalu, Pengadilan Agama (PA) setempat  mencatat ada 2.579 kasus yang telah ditangani dan diterbitkan akta cerainya.

Wakil Panitera PA Bojonegoro, Chafidz Syafiuddin saat ditemui blokBojonegoro.com di kantornya pada Rabu (15/1/2013) mengatakan, kasus perceraian paling banyak disebabkan faktor ekonomi. Ada pula salah satu pihak telah meninggalkan kewajiban, yakni tidak ada tanggung jawab dari pihak tergugat.

"Jumlah di atas hanya yang bercerai, sedangkan kasus yang diterima oleh Pengadilan Agama selama tahun 2012 ini sekitar 3.250 kasus. Dan yang paling dominan adalah kasus perceraian," kata Chafidz.

Berdasarkan data yang dihimpun blokBojonegoro.com, kasus perceraian yang diputuskan dengan alasan faktor ekonomi ada 940 kasus. Sedangkan perceraian yang sesuai dengan akta cerai yakni karena tidak adanya tanggung jawab ada 799 kasus.

Menurut Chafidz hal ini menunjukkan bahwa kasus perceraian di Kabupaten Bojonegoroakibat meninggalkan kewajiban tetap mendominasi persoalan yang ditangani PA dari tahun ke tahun. Jumlah kasus di setiap bulannya menurutnya hampir merata sekitar 200 kasus. Namun secara persentase, jumlah yang banyak menonjol terjadi di bulan Oktober dan November yakni 264 dan 276 kasus.

"Di samping itu, jumlah perceraian yang dipicu akibat terus menerus berselisih ada 587 kasus. Dengan kasus gangguan pihak ketiga ada 167 kasus dan tidak ada keharmonisan sebesar 420 kasus," ungkapnya.

Sementara itu, dirinya menambahkan akan timbul pandangan dari berbagai persoalan yang terjadi di PA sangat menggambarkan kondisi yang tengah terjadi pada masyarakat, khususnya masyarakat Bojonegoro.

"Memang perceraian masih terjadi di mana-mana, diri sendiri yang dapat mendorong agar kasus perceraian sebisa mungkin ditekan," imbuhnya. [eci/yud]
 

Komentar Pembaca
    Nama Anda :
    Email :
    Komentar :
    Masukkan 6 kode keamanan diatas
    Video bB
    Minggu, 03 Januari 2016 07:55:20 Uniknya Balap Ulat di Tuban
    Balap sepeda atau balap merpati sudah menjadi hal yang lumrah dan sering kita jumpai. Namun perlombaan satu ini mungkin satu-satunya yang pernah ada di dunia, yaitu balap ulat daun jati. Lomba Unik itu diadakan masyarakat Desa Nguluhan, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban, untuk mengkampanyekan pelestarian lingkungan hutan.
    Redaksi
    Jumat, 04 Desember 2015 13:30:00 Crew Sinergi Kunjungi Kantor Redaksi bB Crew Sinergi Kunjungi Kantor Redaksi bB
    Crew Media Kampus Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan(IKIP) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Bojonegoro, Sinergi mengunjungi kantor Redaksi blokBojonegoro Media (tabloid blokBojonegoro & blokBojonegoro.com) di Jalan MT Haryono, Ruko Permata Jetak No. 5A Bojonegoro, Jumat (4/12/2015).
    Suara Pembaca & Citizen Jurnalism
    Sabtu, 06 Februari 2016 21:30:13 Diskusi OBOR PAC GP Ansor Gayam Mengupas Ektrimisme Faham Wahabi Mengupas Ektrimisme Faham Wahabi
    Ramainya faham-faham radikal yang berkembang di masyarakat, dan adanya seruan dari ketua PBNU KH. Said Aqil Siroj, bahwa Indonesia dalam keadaan darurat wahabi. Hal itu mendorong sahabat-sahabat PAC GP Ansor Gayam dalam kegiatan kajian rutin OBOR (Obrolan Bareng Ansor), yang secara spesifik mengusung tema 'Mengupas Ekstrimisme Faham Wahabi dan Tantangan Bagi Kaum Nahdliyin' yang bertempat di masjid al-Muttaqin, Dusun Ledok, Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro.
    Info Tabloid bB
    Jumat, 31 Juli 2015 13:16:10 Tabloid bB Edisi Juli 2015
    Untuk Edisi Juli 2015, redaksi Tabloid blokBojonegoro ingin menyajikan beberapa hal yang baru, terutama di halaman Investigasi. Dengan tema besar “Awasi Air Saat Musim Kering” dikupas secara mendalam mengenai kekeringan yang melanda hampir sebagian wilayah Kabupaten Bojonegoro, terutama yang berada jauh dari aliran sungai bengawan solo. Waduk pacal yang menjadi primadona, sekarang ini ...