Apa Kabar Dunia Pendidikan?
Kamis, 09 Mei 2013 11:00:54 Apa Kabar Dunia Pendidikan?

Oleh: Wulan Wints

Tanggal 2 Mei telah ditetapkan sebagai Hari Pendidikaan Nasional. Di mana tanggal 2 Mei dipilih sebagai hari Pendidikan Nasional untuk mengenang tokoh pendidikan Nasional yaitu Ki Hajar Dewantara. Pendiri sekolah Pribumi pertama di Indonesia, Taman Siswa.

Untuk memperingati Hardiknas seperti tahun-tahun sebelumnya pemerintah Kabupaten Bojonegoro menggelar upacara Hardiknas yang diikuti mulai dari siswa SD, SMP, SMA, Mahasiswa termasuk guru dan staf lainnya. Upacara berlokasi di alun-alun Bojonegoro. Namun Upacara peringatan Hardiknas yang dilakukan setiap tahunnya hanya menjadi acara seremoni. Tidak pernah ada acara-acara yang berkaitan dengan pendidikan. Khususnya untuk menggugah minat belajar dan bersaing dalam menunjang kualitas pendidikan yang ada.

Pendidikan selalu menjadi sesuatu yang sangat penting bagi suatu bangsa. Karena kualitas dari Sumber  Daya Manusia suatu bangsa selalu diawali dengan pendidikan. Tidak dapat dipungkiri bahwa penyelenggaraan pendidikan menelan biaya yang sangat besar. Namun pendidikan seolah hanya menjadi proyek yang menguntungkan sebagian kalangan.

Biaya pendidikan yang sangat mahal namun tidak sesuai dengan fasilitas yang memadai, menjadi persoalan yang harus segera diatasi. Misalnya minimnya buku-buku perpustakaan dan alat-alat labolatorium yang masih terbatas dan masih banyak lagi. Fasilitas yang ada seolah hanya menjadi syarat, bukan disesuaikan dengan kebutuhan siswa. Padahal fasilitas-fasilitas itu sangat penting untuk menunjang kualitas pendidikan. Lantas kemana larinya dana yang konon katanya menelan biaya yang sangat besar?

Menjelang tahun ajaran baru siswa sibuk mencari sekolah lanjutan, dan sekolah yang ada di kota menjadi  tujuan utama karena dianggap  favorit. Kenapa demikian? tentu fasililtas menjadi faktor utama. Bagaimana dengan minat belajar siswa?

Di tengah-tengah siswa yang sibuk mencari sekolah lanjutan,  salah seorang siswa SMP pernah berkata pada saya untuk apa melanjutkan sekolah. Di era yang sudah semakin modern ini, masih ada yang berpikiran demikian. Apakah dunia pendidikan masih sebatas keharusan dan bukan suatu kebutuhan?

Persoalan lain seperti masalah Ujian Nasional. Setiap kali menjelang Ujian Nasional selalu diwarnai protes untuk menolak Ujian nasional dengan berbagai alasan. Salah satunya karena tidak meratanya materi yang diberikan disetiap sekolah. Terutama di desa atau daerah-daerah yang masih sulit dijangkau.  Memang kalau melihat kondisi pendidikan di Bojonegoro sendiri tidak ada siswa yang protes dengan adanya Ujian Nasional seperti di Kota-kota lainnya, yang sering diberitakan di media baik cetak maupun televisi. Tapi tingkat kelulusan setiap tahunnya masih belum mencapai 100%.

Sebagian orang mengatakan persoalan-persoalan yang terjadi saat ini adalah kesalahan pemerintah yang kurang maksimal dalam menangani masalah pendidikan, di sisi lain peran seorang guru serta siswa juga menjadi sorotan. 

Kualitas  daerah Bojonegoro tidak diukur dari berapa banyak Sumber Daya Alam (SDA) nya, tapi pada kualitas Sumber Daya Manusianya. Tanpa SDM yang berkualitas maka SDA yang melimpah hanya akan dikuasai bangsa lain. Itulah yang terjadi di Bojonegoro saat ini.

Sumber minyak yang melimpah namun tidak diimbangi dengan kualitas Sumber daya Manusia, maka masyarakat hanya dapat melihat sumber minyak dikeruk oleh bangsa lain.

Sudah saatnya negara mencerdaskan kehidupan bangsa. Menciptakan generasi penerus bangsa yang berpengetahuan, berkarakter dan bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa.  Suatu persoalan tidak akan terselesaikan bila kita saling menyalahkan antara pihak satu dengan yang lain. Namun harus saling bekerja sama untuk meningkatkan kualitas SDM.

Seorang pendidik dituntut untuk bisa memberi dorongan dan arahan, harus bisa menciptakan prakarsa dan ide, serta harus bisa menjadi tauladan. Mental seorang siswa harus dibangun sehingga mempunyai kesadaran akan pentingnya sebuah pendidikan. Namun itu semua harus didukung oleh semua pihak terutama pemerintah. Anggaran pendidikan yang ada sebaiknya disalurkan sebagaimana mestinya. Dengan kerja sama antara semua pihak harapannya adalah dapat meningkatkan kualitas SDM melalui dunia pendidikan.

*) Penulis adalah mahasiswa di Bojonegoro.

Komentar Pembaca
  • Jumat, 10 Mei 2013 12:12:52 Kumbar@
  • Apakah gunanya pendidikan bila hanya akan membuat seseorang menjadi asing di tengah kenyataan persoalannya ? Apakah gunanya pendidikan bila hanya mendorong seseorang menjadi layang-layang di ibukota kikuk pulang ke daerahnya ? Puisi : Rendra

  • Minggu, 19 Mei 2013 15:47:41 mift
  • Sudah tidak saatnya kita bertanya mengapa mbk. Seharusnya kita sudah harus bertanya bagaimana. Cara berpikir kita masih jauh dr cara berikir solusi. Kita hanya terjebak dalam mengapa ini terjadi ? Opini itu seharusnya Bicara bagaimana solusi?

  • Senin, 03 Juni 2013 07:24:37 Oky Dw
  • sip

Nama Anda :
Email :
Komentar :
Masukkan 6 kode keamanan diatas
Video bB
Jumat, 22 Agustus 2014 14:29:32 50 Aggota DPRD Bojonegoro Dilantik
Sebanyak 50 anggota DPRD yang terpilih dalam Pemilu Legislatif 9 April lalu akan dilantik dan diambil sumpahnya oleh Ketua Pengadilan Negeri Bojonegoro, Eko Supriyono di Ruang Paripurna DPRD.
Redaksi
Sabtu, 22 Agustus 2015 18:00:00 HUT TNI Ke- 70 Kodim Gandeng bB Baksos di Temayang Kodim Gandeng bB Baksos di Temayang
Dalam rangka memperingati Hari Ulang tahun (HUT) Tentara Nasional Indonesia (TNI) Ke- 70, Kodim 0813 Kabupaten Bojonegoro akan menggelar bakti sosial (baksos) di Desa Soko, Kecamatan Temayang pada bulan September 2015 nanti. Dalam pelaksan baksos, Kodim 0813 bekerjasama dengan Jeep Adventure dan blokBojonegoro.com sebagai media partner.
Suara Pembaca & Citizen Jurnalism
Selasa, 18 Agustus 2015 08:00:39 Meriah, Agustusan ala Mahasiswa Indonesia di Thailand Meriah, Agustusan ala Mahasiswa Indonesia di Thailand
Dalam rangka memperingati HUT RI ke-70, persatuan mahasiswa Indonesia di Universitas Khon Kaen (ISU-KKU), Thailand mengadakan berbagai acara. Tahun ini, merupakan tahun yang paling ramai dibandingkan tahun sebelumnya. Karena, selain jumlah mahasiswa tetap yang menempuh pendidikan S2 maupun S3 makin banyak, juga karena pada Agustus ini Universitas Khon Kaen juga banyak melakukan pertukuran mahasiswa dari berbagai institusi di Indonesia.
Info Tabloid bB
Jumat, 31 Juli 2015 13:16:10 Tabloid bB Edisi Juli 2015
Untuk Edisi Juli 2015, redaksi Tabloid blokBojonegoro ingin menyajikan beberapa hal yang baru, terutama di halaman Investigasi. Dengan tema besar âAwasi Air Saat Musim Keringâ dikupas secara mendalam mengenai kekeringan yang melanda hampir sebagian wilayah Kabupaten Bojonegoro, terutama yang berada jauh dari aliran sungai bengawan solo. Waduk pacal yang menjadi primadona, sekarang ...