Choirul Huda, SH (Bupati Mukomuko, Bengkulu)
Bupati dengan Dasar TNI dan Sarjana Hukum
Selasa, 03 Januari 2017 21:00:23 Bupati dengan Dasar TNI dan Sarjana Hukum

Pengirim: Diffaryza Zaki Rahman*

blokBojonegoro.com - Perjalanan hidup seseorang kadang tidak bisa ditebak. Tidak pernah bermimpi malah jadi. Yang ambisi malah tereliminasi. Seperti yang dilakoni Choirul Huda, SH, alumni SMAN 1 Bojonegoro tahun 1990 ini. Mengaku tidak pernah bermimpi jadi Bupati, malah jadi. Ya benar, Cah Kauman itu sekarang menjadi Bupati Mukomuko, Bengkulu.

Bagaimana ceritanya ia bisa dapat "pulung"  menjadi Bupati? Ternyata jalannya berliku.  Banyak hal yang tidak terduga. Selepas SMA jurusan Sosial (A3) tahun 1990  ia masuk Fakultas Hukum Univeristas Brawijaya Malang. Tahun 1995 ia lulus dengan menyandang gelar sarjana hukum.

Sesuai ijazahnya, seharusnya ia cocok jadi penegak hukum, misal Jaksa atau Hakim. Namun nasib membawa kearah lain. Tidak "sengaja" ia tahun 1996 diterima Sekolah Perwira TNI AD di Magelang. Praktis akhirnya ia menjadi anggota TNI AD. Berarti masuk sebuah profesi yang jauh dari dunia hukum.

Dengan menjadi tentara, ia pun harus "akrab"  dengan kehidupan "keras" bahkan dunia perang. Dunia keras penuh disiplin ia lakoni saat menjadi Komandan Peleton Kipan A Bataliyon 144 Jaya Yuda Curup Bengkulu.

Sementara kehidupan perang ia jalani tahun 1998 ketika menjadi komandan Tim, ia harus berangkat ke operasi militer di Timor Timur. Sungguh perlu nyali besar hidup di Timor Timur di saat provinsi ini mau merdeka. Maklum di seluruh wilayah terjadi kerusuhan.

Usai sukses dari tugas di Timor Timur, pria kelahiran Bojonegoro pada 1 Mei 1970 ini langsung dapat promosi. Kali ini diangkat sebagai Komandan Rayon Militer (Danramil) Mukomuko, Bengkulu. Saat itu Mukomuko masih belum menjadi kabupaten. Masih berstatus sebuah Kecamatan. Di pertengahan tahun 2001 tiba-tiba hidupnya berbelok lagi. Kali ini melakoni hidup sebagai wakil rakyat. Jadi ia harus  "copot" seragam tentara dulu. Karena ia ditunjuk menjadi anggota DPRD Mukomuko dari Fraksi TNI/Polri. Istilah kerennya bapak dari  Bimo Saefullah Fatah (15), Alfian Kalifatullah Hanif (13) dan Adinda Jafin Nurul Haq (7) ini menjadi seorang legislator.

Situasi politik di Indonesia pasca reformasi ternyata cepat berubah. Antara lain sejak tahun 2004 tidak ada lagi TNI/Polri duduk di DPR/DPRD. Kondisi ini membuat suami Anitri Ratnawati pun akhirnya balik kandang. "Terpaksa" memakai seragam tentara lagi. Kali ini 2004 diangkat menjadi Perwira Seksi (Pasi) Teritorial Kodim 0423 Bengkulu Utara.

Saat menjadi Pasi Teritorial inilah alumni SDN Kauman 1 Bojonegoro 1984 ini terus berinteraksi dengan seluruh masyarakat Mukomuko. Mulai anak muda, kelompok masyarakat lainnya dapat ia rangkul. Gaya hidupnya memang seperti kebanyakan orang Bojonegoro yang terkenal luwes dan semanak. Dapat diterima semua kalangan.

Sikapnya yang rendah hati dan tidak sombong itu membuat alumni SMPN 1 Bojonegoro tahun 1987 itu selama di Mukomuko banyak teman dan kolega. Pendek kata massanya banyak. Tidak salah bila akhirnya ia digandeng menjadi Cawabup oleh seorang calon Bupati dalam pilkada. Pada Pilkada tahun 2010 itu ia dan pasangannya menang telak. Maka dilantiklah Bapak tiga anak itu menjadi Wakil Bupati Mukomuko hingga tahun 2015. Berarti ia harus copot baju tentara lagi. Tapi kali ini permanen, karena ia akhirnya mengajukan pensiun dini dari dinas TNI AD dengan pangkat terakhir Kapten.

Lalu pada Pilkada serentak 2015 lalu ia memberanikan diri maju sebagai Calon Bupati dengan menggandeng seorang tokoh setempat menjadi cawabupnya. Hasilnya, ia dan pasangannya menang dan pada Maret 2016 dilantik sah sebagai Bupati Mukomuko sampai tahun 2021 mendatang. Pernah mimpikah ia jadi Bupati? Jawabnya, ternyata tidak pernah. Malah, katanya membayangkan pun tidak. Ia menjalani hidup ini hanya mengalir saja. Kiatnya, hidup harus jujur dan selalu "mbateh". Artinya senang mencari teman baru sebanyak-banyaknya dan selalu mengutamakan silaturahmi.  Baginya hidup itu nyaman bila selalu rendah hati. Prinsip hidupnya dengan selalu merendahkan diri itu adalah ksatria sejati. Tapi jangan lupa kerja keras dan selalu semangat. Apa yang kita peroleh semua itu adalah buah dari kerja keras.

"Saya selalu semangat ingin maju karena ingin sukses dan jadi kebanggaan orang tua,"tuturnya.

Baginya selama belajar SMAN 1 Bojonegoro telah membantu membentuk karakter dirinya. Dia yakin  SMAN 1 ke depan akan semakin maju dan menjadi kebanggaan masyarakat Bojonegoro. "Dulu saya saat kuliah di Malang selalu membanggakan SMAN 1 Bojonegoro, karena saya merasa lulusannya berkualitas, tidak kalah dengan sekolah favorit lainnya," tambahnya. [mad]

*Siswa SMAN 1 Bojonegoro (Penulis Buku Alumni Inspiratif SMASA)

Komentar Pembaca
    Nama Anda :
    Email :
    Komentar :
    Masukkan 6 kode keamanan diatas
    Video bB
    Jumat, 10 Juni 2016 17:02:22 Ayo Ikut BPJS Kesehatan
    Manfaat Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) BPJS Kesehatan meliputi : a. Pelayanan kesehatan tingkat pertama, yaitu pelayanan kesehatan non spesialistik mencakup: 1. Administrasi pelayanan 2. Pelayanan promotif dan preventif 3. Pemeriksaan, pengobatan dan konsultasi medis 4. Tindakan medis non spesialistik, baik operatif maupun non operatif 5. Pelayanan obat dan bahan medis habis pakai 6. Transfusi darah sesuai kebutuhan medis 7. Pemeriksaan penunjang diagnosis laboratorium tingkat pertama 8. Rawat inap tingkat pertama sesuai indikasi
    Redaksi
    Sabtu, 17 Desember 2016 21:00:14 blokMedia Group Dominasi Lomba Tingkat Jatim GM bB dan bT: Terima Kasih Blokers yang Sudah Setia GM bB dan bT: Terima Kasih Blokers yang Sudah Setia
    Lomba karya tulis jurnalistik dan fotografi tahun 2016 se Jawa Timur, menyisakan hasil manis bagi blokMedia Group (blokBojonegoro.com dan blokTuban.com). Sebab, dari enam juara dan enam nominasi harapan, reporter bB dan bT, sapaan akrab dua media online terkemuka di eks karesidenan Bojonegoro, berhasil meraih tiga hadiah.
    Suara Pembaca & Citizen Jurnalism
    Jumat, 13 Januari 2017 08:00:33 Doa Kebangsaan Dalam Haul Manakib Ansor Gayam Doa Kebangsaan Dalam Haul Manakib Ansor Gayam
    Dalam rangka memperingati haul manakib Syech Abdul Qodir Al Jilani, pengurus Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Gayam mengadakan doa kebangsaan dan pembacaan manaqib di Masjid Ar - Rosyid, Desa Katur, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro.
    Info Tabloid bB
    Jumat, 31 Juli 2015 13:16:10 Tabloid bB Edisi Juli 2015
    Untuk Edisi Juli 2015, redaksi Tabloid blokBojonegoro ingin menyajikan beberapa hal yang baru, terutama di halaman Investigasi. Dengan tema besar “Awasi Air Saat Musim Kering” dikupas secara mendalam mengenai kekeringan yang melanda hampir sebagian wilayah Kabupaten Bojonegoro, terutama yang berada jauh dari aliran sungai bengawan solo. Waduk pacal yang menjadi primadona, sekarang ini ...