Ir. Achmad Nur Azis, MMT (Founder PT. Duamitra Oil dan PT Gtol Energy)
Cita-Cita Mulia yang Mulai Terlaksana
Rabu, 04 Januari 2017 12:00:28 Cita-Cita Mulia yang Mulai Terlaksana

Pengirim: Diffaryza Zaki Rahman*

blokBojonegoro.com -
Sejak lama, Kang Azis, panggilan akrab Ir. Achmad Nur Azis, MMT alumni SMAN 1 Bojonegoro, mempunyai cita-cita mulia. Yakni kembali ke kota kelahiran, yakni Bojonegoro untuk bermanfaat bagi sesama. Tiga tahun ia merintis pabrik karbon aktif di Dusun Pradok, Desa/Kecamatan Bubulan, Kabupaten Bojonegoro. September 2016, pabrik tersebut sudah mulai beroperasi dan memberi penghasilan tambahan warga sekitar.

Pikiran maju itu jauh hari telah terlintas dibenak Kang Azis. Sebab, sejak lulus SMAN 1 tahun 1985, bapak tiga anak tersebut sudah melintasi batas pemikirannya sebagai seorang teknik sipil. Karena, ia lulus Strata Satu (S1) Teknik Sipil di Institut Teknologi 10 November (ITS) tahun 1990 dan magister di kampus serupa dengan konsentrasi Manajemen Proyek.

"Saat kuliah itu, saya mendapatkan beasiswa untuk sekolah perwira. Tepatnya antara 1989-1990. Setelah itu saya dikembalikan lagi ke kampus," cerita Kang Azis.

Lulus sarjana dan telah SEPAMILSUK ABRI 3 lulus 1990, suami Drg. Shinta Safira Sp.Kg itu kembali ke barak dan menjadi perwira TNI Angkatan Udara (AU) hingga pensiun dini tahun 2000. Jiwa bisnisnya ketika itu benar-benar menggelora, sehingga mendirikan perusahaan PT Tata Wirautama.

"Perusahaan pertama itu masih ada hubungannya dengan jurusan saat kuliah. Namun, saya juga mendirikan PT Duamitra Oil dan PT Gtol Energy. Keduanya jauh melenceng dari keilmuan," tambahnya sambil tersenyum.

Bidang energi dibidik, karena peluang di Indonesia sangat besar. Hampir semua masyarakat membutuhkannya. Tetapi, bukan itu sebenarnya yang diinginkan, tetapi kembali ke Bojonegoro dengan karya lebih adalah tujuannya. Akhirnya baru belakangan ini Kang Azis merealisasikan dengan mendirikan pabrik karbon aktif.

"Saya sangat senang bisa berbagi. Sebab, ketika pulang ke Bojonegoro, saya melihat potensi apa perlu dikembangkan. Sehingga ketika melihat arang dijual ke pengepul dengan harga murah dan ternyata di ekspor, akhirnya saya membuka pabrik itu," jelasnya.

Pria kelahiran 24 Februari 1966 dan sekarang tinggal di Jalan Wiraloka D 12 Waringin Permai, Jakarta Timur itu memutuskan untuk investasi mengolah arang dari warga dengan tetap dekat dengan mereka. "Sehari, ketika produksi awal ini sebanyak 7-9 ton arang warga terbeli. Dalam sebulan, perputaran uang di sekitar pabrik mencapai Rp450 juta lebih," tegas orang tua Nida Dhiyasunni, Thariq Shafyaz dan Rafi Yun Ramadhan tersebut.

Selain berguna untuk masyarakat Bojonegoro, Kang Azis juga berharap alumni SMAN 1 Bojonegoro bisa terus berkarya bagi daerahnya. Sebab, ia teringat ketika bisa masuk di sekolah favorit tersebut. "Saya teringat ketika masa-masa kelas 1 yang benar-benar menikmati. Terutama kebersamaan dengan teman-teman satu kelas. Kami biasa nongkrong saat pulang sekolah atau malam Minggu di rumah temen di depan Makam Pahlawan," kenangnya.

Pelajaran Fisika, Kimia dan Matematika, merupakan pelajaran yang diminatinya. Ia bersyukur, karena guru-guru mata pelajaran tersebut mempunyai kemampuan mengajar yang sangat baik. "Saya kurang meminati pelajaran sosial. Sehingga ketika penjurusan saya masuk ke IPA dan kebiasaan main dan nongkrong sama temen-teman masih menjadi hal yang mengasyikkan," lanjutnya.

Lulusan SMPN 3 Bojonegoro itu mengakui, jika kelas 1 dan 2, prestasinya biasa-biasa, karena ia kurang fokus dan lebih asyik dengan pertemanan yang dijalin. Namun, ketika memasuki kelas 3, kegiatan di luar mulai dikurangi untuk mempersiapkan ujian akhir. "Alhamdulillah saya bisa selesaikan pendidikan SMAN 1 Bojonegoro dan mempunyai temen-teman yang luar biasa," tambahnya.

Menurutnya, SMAN 1 Bojonegoro telah memberikan bekal kepadanya yang sangat luar biasa, terutama dalam pergaulan. Sehingga saat di ITS, ia bisa lebih "mbatehne" dan cepat mengembangkan jaringan. "Adik-adik yang sekarang tengah belajar di SMAN 1 harus lebih giat lagi, sehingga saat keluar biasa lebih bagus," pungkasnya. [mad]

*Siswa SMAN 1 Bojonegoro dan Penulis Buku "Alumni Inspiratif SMANSA"

Komentar Pembaca
    Nama Anda :
    Email :
    Komentar :
    Masukkan 6 kode keamanan diatas
    Video bB
    Jumat, 10 Juni 2016 17:02:22 Ayo Ikut BPJS Kesehatan
    Manfaat Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) BPJS Kesehatan meliputi : a. Pelayanan kesehatan tingkat pertama, yaitu pelayanan kesehatan non spesialistik mencakup: 1. Administrasi pelayanan 2. Pelayanan promotif dan preventif 3. Pemeriksaan, pengobatan dan konsultasi medis 4. Tindakan medis non spesialistik, baik operatif maupun non operatif 5. Pelayanan obat dan bahan medis habis pakai 6. Transfusi darah sesuai kebutuhan medis 7. Pemeriksaan penunjang diagnosis laboratorium tingkat pertama 8. Rawat inap tingkat pertama sesuai indikasi
    Redaksi
    Sabtu, 17 Desember 2016 21:00:14 blokMedia Group Dominasi Lomba Tingkat Jatim GM bB dan bT: Terima Kasih Blokers yang Sudah Setia GM bB dan bT: Terima Kasih Blokers yang Sudah Setia
    Lomba karya tulis jurnalistik dan fotografi tahun 2016 se Jawa Timur, menyisakan hasil manis bagi blokMedia Group (blokBojonegoro.com dan blokTuban.com). Sebab, dari enam juara dan enam nominasi harapan, reporter bB dan bT, sapaan akrab dua media online terkemuka di eks karesidenan Bojonegoro, berhasil meraih tiga hadiah.
    Suara Pembaca & Citizen Jurnalism
    Jumat, 13 Januari 2017 08:00:33 Doa Kebangsaan Dalam Haul Manakib Ansor Gayam Doa Kebangsaan Dalam Haul Manakib Ansor Gayam
    Dalam rangka memperingati haul manakib Syech Abdul Qodir Al Jilani, pengurus Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Gayam mengadakan doa kebangsaan dan pembacaan manaqib di Masjid Ar - Rosyid, Desa Katur, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro.
    Info Tabloid bB
    Jumat, 31 Juli 2015 13:16:10 Tabloid bB Edisi Juli 2015
    Untuk Edisi Juli 2015, redaksi Tabloid blokBojonegoro ingin menyajikan beberapa hal yang baru, terutama di halaman Investigasi. Dengan tema besar “Awasi Air Saat Musim Kering” dikupas secara mendalam mengenai kekeringan yang melanda hampir sebagian wilayah Kabupaten Bojonegoro, terutama yang berada jauh dari aliran sungai bengawan solo. Waduk pacal yang menjadi primadona, sekarang ini ...