09:00 . Perkuat BUMDes Agrobis dan Pariwisata   |   08:00 . DCT, Calon Belum Boleh Kampanye   |   07:00 . Cepat Bangkit dari Patah Hati dengan Mengingat Kenangan Pahit   |   06:00 . Rupiah Melemah, Harga Kain Melonjak   |   22:00 . Kerjasama dengan Jepang, Akes Rajekwesi Buka Kelas Internasional   |   21:00 . Les LaSiNase, Belajar Sesuai Minat Anak   |   20:00 . Pengendara Keluhkan Banyak Mobil Parkir di Jalan Panglima Polim   |   19:00 . Kemenag Mutasi dan Lantik 26 Kepala KUA Bojonegoro Baru.   |   18:30 . Berikut Informasi tentang Rincian Formasi CPNS 2018   |   18:00 . Anna-Wawan Fokus Benahi 61% Infrastruktur Rusak   |   15:00 . Jelang Pelantikan, Anna-Wawan Foto Kedinasan   |   14:00 . Siswa Semangat Lestarikan Lomba Olahraga Tradisional   |   13:00 . Retak, Jalan Depan Pasar Pungpungan Membahayakan Pengendara   |   12:45 . Dagongan..! Ayo Semangat   |   12:30 . Adu Cepat di Permainan Egrang   |  
Thu, 20 September 2018
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Religi, Sastra & Budaya

  • Sunday, 16 September 2018 06:00

    Blok Buku

    Semesta Sebelum Dunia

    Semesta Sebelum Dunia Fahd Djibran adalah nama pena dari Fahid Pahdepie. Dilahirkan di Cianjur, Jawa Barat, pada tahun 1986. Sejak tahun 2004 sudah menulis beberapa buku untuk sejumlah penerbit nasional. Buku ini di tulis oleh Fahid Pahdepie tiga bulan setelah pernikahannya dengan Rizqa Fitriani Abidin ketika usiannya menginjak 24. Menjelang penyelesaian novel ini, istrinya dinyatakan positif hamil. Untuk mengenalnya lebih dekat, berkunjunglah ke blognya http://www.fahdisme.com atau follow twitternya @fahdisme .

    read more

  • Saturday, 15 September 2018 06:00

    Blok Buku

    Diary Hitam Putih

    Diary Hitam Putih Restu RA lahir di Sumenep, 02-Juni-1982. Tinggal di Jl. Sumber Agung No. 30 RT/RW: 02/II SDN Talang IV Serseran Talang Seronggi Sumenep Madura. Sampai sekarang masih nyantri di Pondok Pesantren Al-Amein Prenduan Sumenep Madura 69645, menyelesaikan program S1 di IDIA (institute Dirasat Islamiyah Al-Amien Prenduan )

    read more

  • Friday, 14 September 2018 23:00

    Wujud Syukur, Ngaji Syuronan, Tradisi Warga Desa Ngumpakdalem

    Wujud Syukur, Ngaji Syuronan, Tradisi Warga Desa Ngumpakdalem Usai Salat Jumat, Ratusan Warga Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander berbondong-bondong menuju makam sesepuh desa setempat guna mengadakan tradisi Ngaji Syuroan dan sedekah bumi. Tradisi tersebut diperingati oleh warga desa setempat setiap bulan Syuro hari Jumat Pahing pada penanggalan Jawa.

    read more

  • Friday, 14 September 2018 19:00

    Lestarikan Tradisi, Warga Gayam Gelar Sedekah Bumi di Lapangan Banyuurip

    Lestarikan Tradisi, Warga Gayam Gelar Sedekah Bumi di Lapangan Banyuurip Kebudayaan yang ada di Indonesia begitu banyak mulai dari kesenian, budaya dan religi. Salah satunya adalah tradisi sedekah bumi yang tetap dilestarikan warga Dusun Kaliglonggong, Desa/Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro. Warga melangsungkan kegiatan tersebut di Sendang Kelor yang masuk area Lapangan Banyuurip.

    read more

  • Friday, 14 September 2018 12:00

    Bulan Suro, KUA Sepi Nikahan

    Bulan Suro, KUA Sepi Nikahan Pernikahan merupakan hal yang sakral yang terjadi sekali seumur hidup, memilih pasangan hingga hari pernikahan sudah pasti menjadi pertimbangan masyarakat, apalagi orang tua yang ingin menikahkan putra-putrinya.

    read more

  • Wednesday, 12 September 2018 09:00

    Koper Jamaah Haji Ditahan Bandara Arab Saudi

    Koper Belum Dikirim, Kemenag Terus Koordinasi

    Koper Belum Dikirim, Kemenag Terus Koordinasi Koper Jamaah haji yang masih ditahan oleh pihak bandara Arab Saudi hingga kini belum bisa sepenuhnya dikirim ke tanah air.Pengiriman koper-koper tersebut nantinya akan dititipkan kepada jamaah yang pulang ke tanah air oleh pihak bandara

    read more

  • Tuesday, 11 September 2018 12:00

    Haji 2018

    Koper Jemaah Tertinggal, Ini Kata Kemenag

    Koper Jemaah Tertinggal, Ini Kata Kemenag Banyaknya barang bawaan dalam koper jemaah haji asal Bojonegoro yang masih tertinggal di Bandara Saudi itu, diduga karena kelebihan beban. Sehingga pihak bandara Saudi harus menurunkan sebagian koper milik jamaah haji agar tidak mengganggu dan membahayakan penerbangan menuju tanah air.

    read more

Video bB

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Tabloid bB