17:00 . DPU Angkat Bicara Soal Jembatan Trucuk dan Jalan Rusak   |   16:00 . Joget 'Holic' Ramaikan Kampanye Akbar Paslon 3   |   15:00 . Agar Kampanye Nyaman, Simpatisan Diperiksa   |   14:00 . PMI Kerahkan Relawan Tim Medis Saat Kampanye   |   13:00 . Pertahankan Tradisi, Ada Ketupat di Pintu Rumah Warga Bubulan   |   12:00 . Minggu Besok, KPU Target Distribusi Logistik Selesai   |   11:00 . Hari Ini KPUD Distribusikan Logistik untuk 11 Kecamatan   |   10:00 . Pencinta Skateboard Keliling Jalan Protokol   |   09:00 . Dinas Perdagangan Klaim Stok LPG Aman   |   08:00 . Mendekati Pilkada, PMII Bojonegoro Ajak Bijak Gunakan Medsos   |   07:00 . 8 Hal yang Tanpa Disadari Membuat Kita Mudah Stres   |   23:00 . Harga Elpiji Capai Rp40 Ribu, Disdag Nilai Ada Oknum Nakal   |   22:00 . Dua Pangkalan Elpiji Nakal Disanksi Disperindag   |   21:00 . Lapar...!! Singgah Aja di Bang Bara Timur SPBU Balen    |   20:00 . Harga Semua Jenis Daging Ayam Turun   |  
Fri, 22 June 2018
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Thursday, 31 August 2017 12:00:00

Serpihan Agresi Militer Belanda II di Tuban-Bojonegoro (26)

6 Kali Belanda Gagal Masuk Temayang dan Gunung Pandan

6 Kali Belanda Gagal Masuk Temayang dan Gunung Pandan

Sebelum diresmikan menjadi kecamatan pada tanggal 5 Maret 1982, Desa Temayang seperti desa-desa pada umumnya. Namun pada masa agresi militer Belanda 2, desa itu menjadi tempat yang penting. Sebab, menjadi tempat dan kedudukan pemerintahan militer untuk seluruh karesidenan Bojonegoro.

Reporter: Parto Sasmito


blokBojonegoro.com - Sebagai tempat pusat pengendali pemerintahan dan militer, Desa Temayang mempunyai peranan penting dalam kedudukannya dan menentukan bagi keberhasilan perjuangan mempertahankan kemerdekaan negara dan bagsa, khususnya bagi Wehreise Brigade Ronggolawe.

Jika dilihat dari kepentingan Belanda, desa tersebut menjadi sasaran utama yang harus dihancurkan, karena wilayah tersebut menjadi potensial sebagai pusat komando.

Jalur hubungan terdekat dari wilayah pantai utara dengan daerah Nganjuk adalah Temayang dan sekitarnya dengan menembus gunung Pandan. Dari segi staregi militer wilayah tersebut sangat strategis. Bahkan, Belanda sudah 6 kali berusaha memasuki wilayah tersebut, namun gagal.

Baca juga [Penghadangan dan Serangan di Kabunan-Suwaloh]

"Dari catatan-catatan yang berhasil dikumpulkan, menunjukkan betapa gigihnya tentara Belanda berusaha menemukan unsur pimpinan pemerintahan militer karesidenan Bojonegoro, tetapi selalu mengalami kegagalan dan tidak pernah berhasil," panitia Penyusunan Sejarah Brigade Ronggolawe, 1984:396.

Gerakan pertama pasukan tentara Belanda pada tanggal 15 Maret 1949. Mereka melakukan patroli pertempuran ke wilayah Temayang dengan tugas mengenal medan dan menjajaki kekuatan lawan, namun tidak sampai ke pedalaman.

Di sana, mereka melakukan penggeladahan atas rumah-rumah rakyat termasuk rumah kepala desa. Tetapi tidak sampai pengerusakan dan pembakaran.

Namun, pada saat berangkat, mereka menyergap pos gerilya di Dukuh Ngabar, dan menembak mati Sersan Subardi dan Kopral Tugiono. Sedangkan dalam perjalanan kembali ke Dander, mereka membakar Rumah Dinas Perhutani yang merupakan bekas markas komando brigade setelah keluar dari Kota Bojonegoro.

Gerakan ke dua Belanda, dilakukan tanggal 27-29 Maret 1949. Kemudian gerakan yang ke tiga, dilakukan pada akhir bulan April 1949, mereka kembali tanpa membawa hasil. Pada saat memasuki Temayang, dari utara dan menuju Kedungsari untuk mengepung tempat kedudukan Komando Batalyon XVI di Dukuh Kalibedah, tidak menemukan seorang pun anggota staf batalyon.

Selanjutnya, di tengah malam menjelang Idul Fitri tanggal 14 Mei 1949, Belanda kembali melakukan operasinya yang ke-4. Mereka kembali mengepung Dukuh Kalibedah dengan menggeledah rumah-rumah penduduk. Kali ini pun juga tak berhasil menemukan pimpinan-pimpinan yang dijadikan sasaran penangkapan.

Tak lama berada di Kalibedah, pagi hari mereka sudah tiba di Temayang. Nasib buruk menimpa nyonya Dasuki dan Pak Dirah, pemilik rumah yang ditempati oleh Sersan Dasuki.

Dua orang itu ditembak mati, sedangkan Sersan Dasuki masih bisa meloloskan diri meski dalam keadaan luka parah. Para serdadu Belanda itupun membakar beberapa rumah penduduk dan segera kembali ke Dander melalui Desa Jono.

Pada gerakan operasi yang ke lima, dilakukan Belanda pada 15 Juni 1949, pagi buta mereka sudah ada di pertigaan jalan Desa Temayang.

Tampak beberapa kelompok orang perempuan melintas menjinjing keranjang dengan penerangan dari obor. Sedangkan di belakangnya, bapak-bapak memikul hasil ladangnya untuk dibawa ke pasar. Diketahui, bahwa mereka adalah penduduk yang rumahnya di pedalaman dan tidak ada tanda-tanda mencurigakan, akhirnya mereka dibiarkan terus berjalan.

Para serdadu Belanda, melanjutkan gerakannya ke desa Sumberbendo. Di sana, Serma Khambali anggota staf batalyon bagian persenjataan berhasil ditangkap dan ditembak mati di tempat. Kemudian mereka kembali ke Bojonegoro melewati desa-desa Jono dan Sampang.

Belanda terakhir memasuki wilayah Temayang, pada tengah malam menjelang tanggal 9 Agustus 1949. Tujuan mereka menyergap komando brigade dan komando batalyon. Namun usaha tersebut tidak berhasil dan tempat tujuan juga tidak tercapai.

Dalam peristiwa tersebut, korban di pihak pasukan gerilya ada 10 orang gugur, 3 orang luka berat dan 1 luka ringan. Sedangkan korban dari pihak lawan tidak diketahui. (*)

*Sumber: Pengabdian Selama Perang Kemerdekaan Bersama Brigade Ronggolawe, oleh Panitia Penyususunan Sejarah Brigade Ronggolawe.


Investigasi

Video bB

Redaksi

  • Friday, 15 June 2018 01:00:00

    Selamat Hari Raya Idul Fitri

    Selamat Hari Raya Idul Fitri Tak terasa Ramadan begitu cepat waktu berlalu. Masih teringat saat salat Tarawih pertama kita, makan sahur dan berbuka puasa pertama kita.

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Info Tabloid bB

  • Friday, 31 July 2015 13:16:10

    Tabloid bB Edisi Juli 2015

    Tabloid bB Edisi Juli 2015 Untuk Edisi Juli 2015, redaksi Tabloid blokBojonegoro ingin menyajikan beberapa hal yang baru, terutama di halaman Investigasi. Dengan tema besar “Awasi Air Saat Musim Kering”…

    read more