21:00 . Chek Dam Bocor, 3 RT di Sarangan Kebanjiran   |   20:00 . Jual Mobil Lising, Warga Malo Masuk Bui   |   19:00 . Siswa Luar Daerah Perketat Persaingan Olimpiade Matematika IKIP   |   18:00 . Ketua DPRD Kosong, Wawan Digantikan Agung   |   17:00 . 3836 Petani Sudah Ikut Asuransi Pertanian   |   16:00 . GTT Segera Terima SK, PTT Masih Tak Jelas?   |   15:00 . Pemerintah Dander Akan Lakukan Normalisasi Sungai   |   14:00 . Genangi Hektaran Lahan Padi, Petani Terancam Gagal Panen   |   13:00 . 170 Guru di Bojonegoro Ikuti Seminar PTK   |   12:00 . Tak Mampu Tahan Derasnya Air, Tanggul Sambiroto Jebol   |   11:00 . Pemasangan APK Tunggu Desain dari KPU   |   10:00 . Tauwa, Minuman Nikmat, Hangat Segarkan Badan   |   09:00 . Ayo...! Berselawat Bareng Ustad M. Ridwan Asyfi dan Kang Prabu   |   08:00 . Siaga Hijau, Debit Bengawan Solo Terus Surut   |   07:00 . Sering Konsumsi Soda? Waspadai Efek Sampingnya   |  
Mon, 26 February 2018
Jl. Brigjen Sutoyo Gg. Langgar No. 5 Desa Sukorejo, Telp 0353-3412093, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Thursday, 31 August 2017 12:00:00

Serpihan Agresi Militer Belanda II di Tuban-Bojonegoro (26)

6 Kali Belanda Gagal Masuk Temayang dan Gunung Pandan

6 Kali Belanda Gagal Masuk Temayang dan Gunung Pandan

Sebelum diresmikan menjadi kecamatan pada tanggal 5 Maret 1982, Desa Temayang seperti desa-desa pada umumnya. Namun pada masa agresi militer Belanda 2, desa itu menjadi tempat yang penting. Sebab, menjadi tempat dan kedudukan pemerintahan militer untuk seluruh karesidenan Bojonegoro.

Reporter: Parto Sasmito


blokBojonegoro.com - Sebagai tempat pusat pengendali pemerintahan dan militer, Desa Temayang mempunyai peranan penting dalam kedudukannya dan menentukan bagi keberhasilan perjuangan mempertahankan kemerdekaan negara dan bagsa, khususnya bagi Wehreise Brigade Ronggolawe.

Jika dilihat dari kepentingan Belanda, desa tersebut menjadi sasaran utama yang harus dihancurkan, karena wilayah tersebut menjadi potensial sebagai pusat komando.

Jalur hubungan terdekat dari wilayah pantai utara dengan daerah Nganjuk adalah Temayang dan sekitarnya dengan menembus gunung Pandan. Dari segi staregi militer wilayah tersebut sangat strategis. Bahkan, Belanda sudah 6 kali berusaha memasuki wilayah tersebut, namun gagal.

Baca juga [Penghadangan dan Serangan di Kabunan-Suwaloh]

"Dari catatan-catatan yang berhasil dikumpulkan, menunjukkan betapa gigihnya tentara Belanda berusaha menemukan unsur pimpinan pemerintahan militer karesidenan Bojonegoro, tetapi selalu mengalami kegagalan dan tidak pernah berhasil," panitia Penyusunan Sejarah Brigade Ronggolawe, 1984:396.

Gerakan pertama pasukan tentara Belanda pada tanggal 15 Maret 1949. Mereka melakukan patroli pertempuran ke wilayah Temayang dengan tugas mengenal medan dan menjajaki kekuatan lawan, namun tidak sampai ke pedalaman.

Di sana, mereka melakukan penggeladahan atas rumah-rumah rakyat termasuk rumah kepala desa. Tetapi tidak sampai pengerusakan dan pembakaran.

Namun, pada saat berangkat, mereka menyergap pos gerilya di Dukuh Ngabar, dan menembak mati Sersan Subardi dan Kopral Tugiono. Sedangkan dalam perjalanan kembali ke Dander, mereka membakar Rumah Dinas Perhutani yang merupakan bekas markas komando brigade setelah keluar dari Kota Bojonegoro.

Gerakan ke dua Belanda, dilakukan tanggal 27-29 Maret 1949. Kemudian gerakan yang ke tiga, dilakukan pada akhir bulan April 1949, mereka kembali tanpa membawa hasil. Pada saat memasuki Temayang, dari utara dan menuju Kedungsari untuk mengepung tempat kedudukan Komando Batalyon XVI di Dukuh Kalibedah, tidak menemukan seorang pun anggota staf batalyon.

Selanjutnya, di tengah malam menjelang Idul Fitri tanggal 14 Mei 1949, Belanda kembali melakukan operasinya yang ke-4. Mereka kembali mengepung Dukuh Kalibedah dengan menggeledah rumah-rumah penduduk. Kali ini pun juga tak berhasil menemukan pimpinan-pimpinan yang dijadikan sasaran penangkapan.

Tak lama berada di Kalibedah, pagi hari mereka sudah tiba di Temayang. Nasib buruk menimpa nyonya Dasuki dan Pak Dirah, pemilik rumah yang ditempati oleh Sersan Dasuki.

Dua orang itu ditembak mati, sedangkan Sersan Dasuki masih bisa meloloskan diri meski dalam keadaan luka parah. Para serdadu Belanda itupun membakar beberapa rumah penduduk dan segera kembali ke Dander melalui Desa Jono.

Pada gerakan operasi yang ke lima, dilakukan Belanda pada 15 Juni 1949, pagi buta mereka sudah ada di pertigaan jalan Desa Temayang.

Tampak beberapa kelompok orang perempuan melintas menjinjing keranjang dengan penerangan dari obor. Sedangkan di belakangnya, bapak-bapak memikul hasil ladangnya untuk dibawa ke pasar. Diketahui, bahwa mereka adalah penduduk yang rumahnya di pedalaman dan tidak ada tanda-tanda mencurigakan, akhirnya mereka dibiarkan terus berjalan.

Para serdadu Belanda, melanjutkan gerakannya ke desa Sumberbendo. Di sana, Serma Khambali anggota staf batalyon bagian persenjataan berhasil ditangkap dan ditembak mati di tempat. Kemudian mereka kembali ke Bojonegoro melewati desa-desa Jono dan Sampang.

Belanda terakhir memasuki wilayah Temayang, pada tengah malam menjelang tanggal 9 Agustus 1949. Tujuan mereka menyergap komando brigade dan komando batalyon. Namun usaha tersebut tidak berhasil dan tempat tujuan juga tidak tercapai.

Dalam peristiwa tersebut, korban di pihak pasukan gerilya ada 10 orang gugur, 3 orang luka berat dan 1 luka ringan. Sedangkan korban dari pihak lawan tidak diketahui. (*)

*Sumber: Pengabdian Selama Perang Kemerdekaan Bersama Brigade Ronggolawe, oleh Panitia Penyususunan Sejarah Brigade Ronggolawe.


Investigasi

Video bB

Redaksi

  • Wednesday, 07 February 2018 12:00:00

    Joe Jadi GM dan Yazid Promosi ke Pemred

    Joe Jadi GM dan Yazid Promosi ke Pemred Setelah blokTuban.com melakukan penyegaran, Blok Media Group kembali menggelar reorganisasi dan kini giliran blokBojonegoro.com. Pucuk pimpinan media online terpandang di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya itu resmi berganti.

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Info Tabloid bB

  • Friday, 31 July 2015 13:16:10

    Tabloid bB Edisi Juli 2015

    Tabloid bB Edisi Juli 2015 Untuk Edisi Juli 2015, redaksi Tabloid blokBojonegoro ingin menyajikan beberapa hal yang baru, terutama di halaman Investigasi. Dengan tema besar “Awasi Air Saat Musim Kering”…

    read more