16:00 . Tahun Ini Diprediksi Panen Tembakau Capai 10 Ribu Ton   |   15:00 . Lho..! di Dapil Ini Ada Partai Tanpa Bacaleg?   |   14:00 . Diduga Gangguan Jiwa, Perempuan Paruh Baya Diamankan   |   13:00 . Akhir Pekan Harga Emas Naik Rp5.000/Gram   |   12:00 . Dianggap Rendahkan Pesilat, IPSI Bojonegoro Kecam Pernyataan Menteri ESDM   |   11:00 . Diduga Dibakar, Pohon Roboh Tutup Jalan Temayang-Bubulan   |   10:00 . Kawal Persibo, Ratusan Suporter Away ke Blitar   |   09:00 . 4 Kali Kebakaran Hutan, Adm Perhutani Ancam Pidanakan Pelaku   |   08:00 . Nasib di Tangan Persedikab dan Perspa, Awas Ada Pengaturan Skor   |   07:00 . Punya Sahabat Sangat Penting Bagi Kesehatan Mental   |   06:00 . Nightmares   |   21:00 . Sempat Rp37.000 Perkilogram, Harga Daging Ayam Kini Turun   |   20:00 . Bersaing Ketat, Dapil V Dominasi Jumlah Bacaleg   |   19:00 . Diduga Dilakukan Oknum, Hutan KPRH Ringinanom Terbakar   |   18:00 . Dies Natalis ke 9, STIKes ICsada Gelar Safari Sosial   |  
Sat, 21 July 2018
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Monday, 13 November 2017 22:00:22

Aku Bisa Usaha (1)

Dari 3 Pasang Lovebird, Tembus Pasar Jakarta

Dari 3 Pasang Lovebird, Tembus Pasar Jakarta

Siapa sangka, berternak burung menjadi jalan hidup sukses. Kang Zen, sapaan karib Muhammad Muzaini (37) warga Gang Basar, Desa Kalianyar, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro memulai dari nol untuk menangkar lovebrid hingga beranak pinak.

Reporter: Tim blokBojonegoro.com

blokBojonegoro.com -
Dari jarak belasan meter, suara ngekek burung berbulu indah tersebut telah terdengar nyaring. Tepat di utara musala yang berada di ujung Gang Basar, rumah berlantai dua megah berdiri. Siapa sangka, di lantai dua rumah tersebut tinggal seratusan pasang lovebrid berbagai jenis.

blokBojonegoro.com melihat dari dekat deret puluhan kotak bertingkat untuk rumah burung. Di dalam kotak berukuran sekitar 60 x 40 centimeter, terdapat satu pasang lovebrid. Bukan itu saja, di ruangan berukuran kurang lebih 6 x 8 meter itu juga terdapat kandang koloni yang berisi langsung beberapa pasang.

Kang Zen mempunyai koleksi indukan, atau sepasang lovebrid yang telah produksi, berbagai jenis. Ada lovebrid Euwing, Blue DF, Albino, Purple, Batman, Josan, Pastel, Blorok dan lain-lain. Masing-masing jenis tersebut masih terdapat beberapa turunan yang indah dan membuat terkesan pecinta burung.

"Semua yang saya miliki ini awalnya hanya 3 pasang. Saya mulai mengembangkan tahun 2011," kata Kang Zen.

Dari tiga pasang itulah mulai berkembang hingga tidak terhitung lagi. Sebab, setiap bulan ia minimal bisa melepas ke pasaran 25 pasang. Tergantung anakan yang diproduksi banyak atau tidak. "Waduh, kalau berapa yang sudah dijual, saya tidak bisa menghitungnya," tambahnya sambil tersenyum lebar.

Yang jelas, dulu rumah burung hanya sederhana di bagian rumah orang tua di timur rumahnya sekarang. Bahkan, ia sempat gagal karena kondisi lembab dan lovebird tidak mau menetas. Akhirnya ia pindah ke ruang tamu rumahnya, sehingga mulai berkembang. "Saya menjual sebagian lovebird untuk membangun satu kamar di lantai atas dengan ukuran 3x3 meter. Alhamdulillah berkembang pesat dan karena penuh saya menambah bangunan lagi juga dari hasil penjualan lovebrid," terang pria yang hingga kini masih menjadi karyawan salah satu perusahaan itu.

Menjual Online

Agar cepat bisa laku, Kang Zen menggunakan jasa online untuk memasarkan lovebird miliknya. Termasuk bergabung dengan berbagai komunitas yang membanjiri dunia maya dan media sosial (medsos). Bahkan, beberapa waktu lalu ia sempat mengirim ke wilayah Tangerang, Bekasi dan Jakarta.

"Belum lama ini saya juga ditelepon, jika pemesan sebelumnya siap menampung berapapun lovebird yang saya kirim. Mereka juga berani uang di depan, namun saya memilih melempar ke pengepul yang ada di Bojonegoro saja," katanya.

Saat ini, jenis termahal yang dimilikinya adalah Euwing. Satu burung anakan bisa dihargai Rp3,5 juta ke atas. Tidak hanya itu, ada indukan yang seharga Rp3 juta dan di bawahnya itu juga. "Tergantung jenis indukan. Kemarin ada yang mengambil dia pasang indukan Rp7 juta disini," tambah Kang Zen.

Mengenai harga lovebird, biasanya akan mahal saat lebaran. Karena, perantau yang pulang akan membawa oleh-oleh burung saat kembali bekerja. Namun, akan lebih murah menjelang puasa dan lebaran. Sebab, saat itu banyak yang butuh dana sehingga menjualnya.

"Namanya juga usaha, terkadang ramai dan mahal, namun juga bisa murah. Yang jelas, harus dengan hati senang dan hobi. Sehingga, bisa berkelanjutan dan tidak terbebani," pungkasnya. [mad]


Investigasi

Video bB

Redaksi

  • Friday, 20 July 2018 15:00:32

    LoKer Reporter blokMedia Group

    LoKer Reporter blokMedia Group Perkembangan blokMedia Group (blokBojonegoro media dan blokTuban media) semakin pesat belakangan ini dengan pembaca yang terus meningkat untuk wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Hal itu membuat manajemen melakukan pembenahan, termasuk menambah jumlah reporter di lapangan.

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Info Tabloid bB

  • Friday, 31 July 2015 13:16:10

    Tabloid bB Edisi Juli 2015

    Tabloid bB Edisi Juli 2015 Untuk Edisi Juli 2015, redaksi Tabloid blokBojonegoro ingin menyajikan beberapa hal yang baru, terutama di halaman Investigasi. Dengan tema besar “Awasi Air Saat Musim Kering”…

    read more