18:00 . Prospektif, Persaingan Pengembang Semakin Ketat   |   17:00 . Saat Ditemukan Bayi Masih Berwarna Putih dan Berdarah   |   16:30 . Bayi Sudah Ditemukan Sejak Pagi, Siang Baru Diangkat   |   16:00 . Didi Suryadi: Jangan Lupakan Sejarah Dalam Membangun Bangsa   |   15:00 . Cari Ikan, Warga Balen Temukan Mayat Bayi di Bengawan   |   14:00 . Laga Awal, Persibo Akan Berlaga Pada 4 Desember   |   13:00 . Puluhan Ribu Peserta Sudah Mendaftar   |   12:00 . Kang Yoto: Didiklah Anak dengan Kasih Sayang   |   11:00 . Hasil Akhir, Atlet Bojonegoro Bawa Pulang 11 Medali   |   10:00 . Dungus Surut, Debit Bengawan Mulai Turun   |   09:00 . Kesadaran Minim, 10 Orang Meninggal Akibat TB   |   08:00 . Hari ini Kemeriahan Bojonegoro Fashion Art Dimulai   |   07:00 . Inilah Cara Aquaman Membangun Ototnya   |   06:00 . Waspada, TMA Bengewan Solo Terpantau Naik   |   23:00 . Kosgoro Akan Gelar Jalan Santai Gratis   |  
Sat, 18 November 2017
Jl. Brigjen Sutoyo Gg. Langgar No. 5 Desa Sukorejo, Telp 0353-3412093, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Monday, 13 November 2017 22:00:22

Aku Bisa Usaha (1)

Dari 3 Pasang Lovebird, Tembus Pasar Jakarta

Dari 3 Pasang Lovebird, Tembus Pasar Jakarta

Siapa sangka, berternak burung menjadi jalan hidup sukses. Kang Zen, sapaan karib Muhammad Muzaini (37) warga Gang Basar, Desa Kalianyar, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro memulai dari nol untuk menangkar lovebrid hingga beranak pinak.

Reporter: Tim blokBojonegoro.com

blokBojonegoro.com -
Dari jarak belasan meter, suara ngekek burung berbulu indah tersebut telah terdengar nyaring. Tepat di utara musala yang berada di ujung Gang Basar, rumah berlantai dua megah berdiri. Siapa sangka, di lantai dua rumah tersebut tinggal seratusan pasang lovebrid berbagai jenis.

blokBojonegoro.com melihat dari dekat deret puluhan kotak bertingkat untuk rumah burung. Di dalam kotak berukuran sekitar 60 x 40 centimeter, terdapat satu pasang lovebrid. Bukan itu saja, di ruangan berukuran kurang lebih 6 x 8 meter itu juga terdapat kandang koloni yang berisi langsung beberapa pasang.

Kang Zen mempunyai koleksi indukan, atau sepasang lovebrid yang telah produksi, berbagai jenis. Ada lovebrid Euwing, Blue DF, Albino, Purple, Batman, Josan, Pastel, Blorok dan lain-lain. Masing-masing jenis tersebut masih terdapat beberapa turunan yang indah dan membuat terkesan pecinta burung.

"Semua yang saya miliki ini awalnya hanya 3 pasang. Saya mulai mengembangkan tahun 2011," kata Kang Zen.

Dari tiga pasang itulah mulai berkembang hingga tidak terhitung lagi. Sebab, setiap bulan ia minimal bisa melepas ke pasaran 25 pasang. Tergantung anakan yang diproduksi banyak atau tidak. "Waduh, kalau berapa yang sudah dijual, saya tidak bisa menghitungnya," tambahnya sambil tersenyum lebar.

Yang jelas, dulu rumah burung hanya sederhana di bagian rumah orang tua di timur rumahnya sekarang. Bahkan, ia sempat gagal karena kondisi lembab dan lovebird tidak mau menetas. Akhirnya ia pindah ke ruang tamu rumahnya, sehingga mulai berkembang. "Saya menjual sebagian lovebird untuk membangun satu kamar di lantai atas dengan ukuran 3x3 meter. Alhamdulillah berkembang pesat dan karena penuh saya menambah bangunan lagi juga dari hasil penjualan lovebrid," terang pria yang hingga kini masih menjadi karyawan salah satu perusahaan itu.

Menjual Online

Agar cepat bisa laku, Kang Zen menggunakan jasa online untuk memasarkan lovebird miliknya. Termasuk bergabung dengan berbagai komunitas yang membanjiri dunia maya dan media sosial (medsos). Bahkan, beberapa waktu lalu ia sempat mengirim ke wilayah Tangerang, Bekasi dan Jakarta.

"Belum lama ini saya juga ditelepon, jika pemesan sebelumnya siap menampung berapapun lovebird yang saya kirim. Mereka juga berani uang di depan, namun saya memilih melempar ke pengepul yang ada di Bojonegoro saja," katanya.

Saat ini, jenis termahal yang dimilikinya adalah Euwing. Satu burung anakan bisa dihargai Rp3,5 juta ke atas. Tidak hanya itu, ada indukan yang seharga Rp3 juta dan di bawahnya itu juga. "Tergantung jenis indukan. Kemarin ada yang mengambil dia pasang indukan Rp7 juta disini," tambah Kang Zen.

Mengenai harga lovebird, biasanya akan mahal saat lebaran. Karena, perantau yang pulang akan membawa oleh-oleh burung saat kembali bekerja. Namun, akan lebih murah menjelang puasa dan lebaran. Sebab, saat itu banyak yang butuh dana sehingga menjualnya.

"Namanya juga usaha, terkadang ramai dan mahal, namun juga bisa murah. Yang jelas, harus dengan hati senang dan hobi. Sehingga, bisa berkelanjutan dan tidak terbebani," pungkasnya. [mad]


Investigasi

Video bB

Redaksi

  • Friday, 25 August 2017 14:30:19

    Jambore Nasional Revolusi Mental di Solo

    GM bB Hadir Diundang Kajari Surabaya

    Jambore Nasional Revolusi Mental di Solo, Jawa Tengah yang dimulai Jumat (25/8/2017) berlangsung meriah. Bahkan, jalanan di kota asal Presiden Republik Indonesia Joko Widodo tersebut sampai macet total.

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Sunday, 12 November 2017 13:00:35

    HMI Cabang Bojonegoro

    LK1 Bina Mahasiswa Jadi Tangguh dan Kreatif

    LK1 Bina Mahasiswa Jadi Tangguh dan Kreatif Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bojonegoro melaksanakan Basic Training (LK1) yang dikemas dalam Leadership forum, di Lemcadika, Desa Kalianyar, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Minggu (12/11/2017).

    read more

Info Tabloid bB

  • Friday, 31 July 2015 13:16:10

    Tabloid bB Edisi Juli 2015

    Tabloid bB Edisi Juli 2015 Untuk Edisi Juli 2015, redaksi Tabloid blokBojonegoro ingin menyajikan beberapa hal yang baru, terutama di halaman Investigasi. Dengan tema besar “Awasi Air Saat Musim Kering”…

    read more