20:00 . Sapa Masyarakat, Perindo Bagikan Ribuan Paket Sembako   |   19:00 . Dengan 15 Truk, KPUD Distribusikan 1.488 Logistik Pilkada   |   18:00 . Peserta Jamkesda Akan Terintegrasi dengan BPJS Kesehatan   |   17:00 . DPU Angkat Bicara Soal Jembatan Trucuk dan Jalan Rusak   |   16:00 . Joget 'Holic' Ramaikan Kampanye Akbar Paslon 3   |   15:00 . Agar Kampanye Nyaman, Simpatisan Diperiksa   |   14:00 . PMI Kerahkan Relawan Tim Medis Saat Kampanye   |   13:00 . Pertahankan Tradisi, Ada Ketupat di Pintu Rumah Warga Bubulan   |   12:00 . Minggu Besok, KPU Target Distribusi Logistik Selesai   |   11:00 . Hari Ini KPUD Distribusikan Logistik untuk 11 Kecamatan   |   10:00 . Pencinta Skateboard Keliling Jalan Protokol   |   09:00 . Dinas Perdagangan Klaim Stok LPG Aman   |   08:00 . Mendekati Pilkada, PMII Bojonegoro Ajak Bijak Gunakan Medsos   |   07:00 . 8 Hal yang Tanpa Disadari Membuat Kita Mudah Stres   |   23:00 . Harga Elpiji Capai Rp40 Ribu, Disdag Nilai Ada Oknum Nakal   |  
Sat, 23 June 2018
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Friday, 19 January 2018 15:00:14

1.077 Perceraian di Bojonegoro Karena Faktor Ekonomi

1.077 Perceraian di Bojonegoro Karena Faktor Ekonomi

Reporter: Sutopo

blokBojonegoro.com -
Ekonomi di Kabupaten Bojonegoro tengah mengalami pertumbuhan. Hal itu dibuktikan dengan keluarnya Bojonegoro dari 10 besar kabupaten termiskin di Jawa Timur.

Namun, hal itu belum berdampak sepenuhnya pada kondisi di lingkup keluarga. Sebab, sesuai data yang ada di Pengadilan Agama (PA) Bojonegoro,  faktor ekonomi masih menjadi penyebab paling banyak keluarga melakukan perceraian.

"Tahun 2017 ada 1.077 perceraian yang disebabkan oleh faktor ekonomi," kata Kepala Panitera PA Bojonegoro, Sholikin Jamik, kepada blokBojonegoro.com.

Sedangakan faktor lain, yang juga banyak menjadi penyebab perceraian pada tahun 2017 adalah "perselisihan terus menerus" mencapai 973 kasus. Selain itu faktor lain yang masih tinggi menjadi penyebab perceraian adalah meninggalkan salah satu pihak sebanyak 644 kasus.

Tapi menurut Sholikin Jamik, jumlah itu hanyalah faktor penyebab perceraian. Namun, secara keseluruhan jumlah perceraian selama tiga tahun terakhir selalu mengalami penurunan. "Itu artinya pembangunan Bojonegoro sudah bagus. Itu terbukti dengan menurunnya jumlah perceraian setiap tahunnya," jelas Sholikin Jamik.

Hal itu terlihat dari data jumlah pengajuan perkara yang diterima PA Bojonegoro pada tahun 2015 sebanyak 3.194, pada tahun 2016 ada 3.071, tahun 2017 ada 3.025. " Itu artinya dari tahun ke tahun selalu mengalami penurunan," tegas pria Alumni Fakutus Syari'ah, Universitas Muhamadiyah Surabaya itu. [top/ito]
 


Investigasi

Video bB

Redaksi

  • Friday, 15 June 2018 01:00:00

    Selamat Hari Raya Idul Fitri

    Selamat Hari Raya Idul Fitri Tak terasa Ramadan begitu cepat waktu berlalu. Masih teringat saat salat Tarawih pertama kita, makan sahur dan berbuka puasa pertama kita.

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Info Tabloid bB

  • Friday, 31 July 2015 13:16:10

    Tabloid bB Edisi Juli 2015

    Tabloid bB Edisi Juli 2015 Untuk Edisi Juli 2015, redaksi Tabloid blokBojonegoro ingin menyajikan beberapa hal yang baru, terutama di halaman Investigasi. Dengan tema besar “Awasi Air Saat Musim Kering”…

    read more