21:00 . Tentukan Sikap Sendiri, PKS Bojonegoro Dukung Mulyo-Atine   |   20:00 . Ditahan Imbang Blitar Poetra 1-1, Jordi Kartiko Kecewa   |   19:00 . Pelatih Blitar Poetra Kecam Kepemimpinan Wasit   |   18:00 . Melihat Lebih Dekat Keunikan Gunung Lawang   |   17:00 . Sempat Ricuh, Pertandingan Persibo VS Blitar Poetra Berakhir 1-1   |   16:00 . Babak Pertama Usai, Skor Imbang 0-0   |   15:00 . Inilah Line Up Persibo Bojonegoro kontra Blitar Poetra   |   13:00 . Harga Jual Bagus, Petani di Dander Alih Tanam Kacang Tanah   |   12:00 . U-17, Tim Takraw Bojonegoro Sabet Juara III   |   10:00 . Sambut Ramadan, Kahmi Bojonegoro Bahas Isu Kekinian   |   09:00 . UPT Pertanian Dander Klaim Stok Pupuk Aman   |   08:00 . Permohonan Dispensasi Nikah Tinggi, Ini Faktornya!   |   07:00 . Waspada, Ada Risiko Kafein Berlebih dalam Minuman Anak   |   06:00 . Percikan Darah di Bunga   |   22:00 . Kenakan Kebaya, MA Darul Ulum Teladani Sosok Kartini   |  
Sun, 22 April 2018
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Monday, 17 July 2017 15:00:58

Menyingkirkan Takutnya Bermimpi

Menyingkirkan Takutnya Bermimpi

Oleh: M. Zaenal Abidin*

Berbagai hasil dan produksi hari ini adalah khayalan dan mimpi kemarin. Terlebih Jika kita mau memikirkan sejenak, melihat sekeliling, menyaksikan bangunan-bangunan megah, kapal-kapal besar dan pesawat-pesawat terbang. Apalagi, hadirnya benda-benda yang ada di sekitar kita, mulai telepon, komputer, fax, televisi, kamera dan radio, maka kita dapati bahwa semua yang kita nikmati hari ini adalah sebuah mimpi dan khayalan orang lain.

Bermimpi bagi penulis adalah titik tolak kesuksesan apapun, dan faktor utama untuk menghasilkan apapun, serta merupakan suatu paling indah dalam alam khayal dan mimpi kita. Hebatnya lagi mimpi, ia pun tak memiliki batasan. Apalagi Francis Bacon pernah mengatakan, ”khayalan mampu merakit alam semesta”.

Dengan demikian, adanya kemampuan yang cukup dalam diri seseorang, belumlah tentu bisa menghantarkannya kejenjang kesuksesan dalam bidang yang akan kita geluti. Sebagai contoh Muhammad Ali, salah satu petinju legendaris yang mendunia. Dalam suatu wawancara di televisi, beliau ditanya tentang metode yang mampu mengantarkannya menjadi seorang excellent dalam dunia tinju. Jawabannya adalah, ”saya telah mempelajari semenjak lama, bahwa kemampuan besar seseorang tidaklah cukup, akan tetapi dirinya harus memiliki khayalan dan mimpi”.

Tentang mimpi sendiri, kebanyakan dari kita masih takut untuk mengkhayalkan sebuah impian-impian yang besar. Apalagi kita sering mendengar omongan orang Jawa yang mengatakan, “Nak ngimpi ojo duwur-duwur, ceblok ngunu loro” (kalau bermimpi jangan tinggi-tinggi, jatuh itu sakit).

Bagi penulis, ungkapan itu pun tidak salah. Mungkin sebenarnya mereka itu bukannya takut untuk bermimpi yang tinggi, tetapi lebih tepatnya bisa dikatakan mereka selalu berhati-hati dan penuh pertimbangan saat akan melakukan sesuatu. Padahal sebuah impian yang tinggi itu penting, asalkan seimbang dengan ikhtiar/usahanya. Impian yang besar diumpamakan semangat penggerak yang bisa memotivasi seorang. Sebagaimana Goethe pernah mengatakan, “Janganlah memimpikan impian-impian kecil, karena ia tidak memiliki kekuatan untuk memotivasi seseorang”.

Perihal mimpi sendiri, itu adanya bukan di saat kita tertidur saja, tetapi juga harus ada saat kita tersadar, dan itu merupakan salah satu yang memang kita butuhkan. Kita perlu membebaskan khayalan-khayalan kita dari ikatan apapun, karena khayalan adalah merupakan awal segala sesuatu. Bahkan Walt Disney pernah mengatakan, ”apa yang mampu kita impikan, maka kita mampu mewujudkannya”.

Oleh karena itu, beberapa impian atau pemikiran-pemikiran baru yang redup bahkan bisa-bisa padam sebelum mampu diproduksi bagi penulis penyebabnya dua hal:

Pertama, terdapat orang-orang yang menghambat untuk mewujudkan cita-cita kita. Artinya, ada sebagian manusia yang juga berusaha mengkritik mimpi-mimpi kita hanya karena cemburu semata. Biasanya mereka mengkritik mimpi-mimpi itu tanpa dasar, hanya berdasarkan penilaian dan keyakinan pribadi mereka semata, tanpa memperhatikan penilaian dan keyakinan kita.

Walaupun nasehat atau kritikan mereka semua itu jujur dari dalam hati, namun terkadang menyebabkan berbagai penyakit yang membuat pupus mimpi-mimpi kita. Maka pada porsi ini, mengabaikan dan menghargai atas kritikan adalah jalan untuk tetap melanjutkan cita-cita yang kita impikan.

Ke dua, penghalang untuk mewujudkan mimpi-mimpinya adalah dirinya sendiri. Robert Choler dalam bukunya Quwwat Al-Afkar mengatakan, ”satu-satunya tempat yang membuat mimpi-mimpimu menjadi mustahil ada di dalam pemikiran dirimu sendiri”. Wujudnya, kita mungkin sering mendengar ungkapan ini ”Ah mimpi kali yaa..” dari orang lain.

Bahkan, dari diri kita sendiripun ternyata juga pernah mengucapkan ungkapan itu. Kelihatannya ini hanyalah hal sepele namun disadari atau tidak, ternyata ungkapan tersebut terkadang juga bisa menjadikan turunnya sebuah motivasi yang ada pada diri kita. Jadi, semua orang pastinya punya mimpi dan beda orang beda juga impiannya.

Selain itu, sebuah impian tidak akan terwujud kalau hanya sekedar terus diimpikan, tanpa adanya sebuah realisasi dari kita. Tidak baik juga kita berlama-lama hanya memikirkan bagaimana mewujudkan mimpi. Justru selangkah demi selangkah kita kerjakan, itu sudah lebih baik dari pada kita tak melangkah sama sekali. Jadi, sebuah impian itu perlu tindakan (action).
Maka bagi penulis, bacalah bismillah, kerjakan mulai sekarang dan jangan kita tunda lagi. Sebab, sekali kita menunda untuk mengerjakan akan semakin tertunda pula terwujudnya impian-impian kita di masa depan.

*Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI)
IKIP PGRI Bojonegoro dari Balen


Kolom

Video bB

Redaksi

  • Thursday, 15 March 2018 16:00:00

    PEPC Silaturahmi di Kantor Baru bB

    PEPC Silaturahmi di Kantor Baru bB Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC) mengunjungi kantor baru redaksi blokBojonegoro Media di Jalan KS. Tubun, Gang Srinayan nomor 3, Kelurahan Mojokampung, Kabupaten Bojonegoro, Kamis (15/3/2018).

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Sunday, 22 April 2018 10:00:41

    Sambut Ramadan, Kahmi Bojonegoro Bahas Isu Kekinian

    Sambut Ramadan, Kahmi Bojonegoro Bahas Isu Kekinian Korp Alumni HMI (Kahmi) Bojoneggoro melakukan persiapan menyambut datangnya bulan suci Ramadan. Kesiapan itu ditunjukan dalam perkumpulan bersama Kahmi se Bojonegoro, Sabtu (21/4/2018) malam di Jalan Kolonel Sugiono.

    read more

Info Tabloid bB

  • Friday, 31 July 2015 13:16:10

    Tabloid bB Edisi Juli 2015

    Tabloid bB Edisi Juli 2015 Untuk Edisi Juli 2015, redaksi Tabloid blokBojonegoro ingin menyajikan beberapa hal yang baru, terutama di halaman Investigasi. Dengan tema besar “Awasi Air Saat Musim Kering”…

    read more