16:00 . Tahun Ini Diprediksi Panen Tembakau Capai 10 Ribu Ton   |   15:00 . Lho..! di Dapil Ini Ada Partai Tanpa Bacaleg?   |   14:00 . Diduga Gangguan Jiwa, Perempuan Paruh Baya Diamankan   |   13:00 . Akhir Pekan Harga Emas Naik Rp5.000/Gram   |   12:00 . Dianggap Rendahkan Pesilat, IPSI Bojonegoro Kecam Pernyataan Menteri ESDM   |   11:00 . Diduga Dibakar, Pohon Roboh Tutup Jalan Temayang-Bubulan   |   10:00 . Kawal Persibo, Ratusan Suporter Away ke Blitar   |   09:00 . 4 Kali Kebakaran Hutan, Adm Perhutani Ancam Pidanakan Pelaku   |   08:00 . Nasib di Tangan Persedikab dan Perspa, Awas Ada Pengaturan Skor   |   07:00 . Punya Sahabat Sangat Penting Bagi Kesehatan Mental   |   06:00 . Nightmares   |   21:00 . Sempat Rp37.000 Perkilogram, Harga Daging Ayam Kini Turun   |   20:00 . Bersaing Ketat, Dapil V Dominasi Jumlah Bacaleg   |   19:00 . Diduga Dilakukan Oknum, Hutan KPRH Ringinanom Terbakar   |   18:00 . Dies Natalis ke 9, STIKes ICsada Gelar Safari Sosial   |  
Sat, 21 July 2018
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Tuesday, 14 November 2017 16:00:50

Menimbang Duta Pelajar NU

Menimbang Duta Pelajar NU

Oleh: Usman Roin *

Pemilihan Duta Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) yang dilaksanakan oleh Pimpinan Cabang (PC) Bojonegoro, mulai 12 November hingga 3 Desember 2017, sebagaimana blokBojonegoro.com (13/11/2017) memberitakan, patut diapresiasi. Ada geliat untuk memperkenalkan NU kepada pelajar melalui personal approach pelajar. Yakni, pelajar yang cakap tidak hanya secara fisik an sich, namun berbalut kecerdasan intelektual dan spiritual yang berlandaskan Ahlussunnah wal Jamaah.

Kebedaraan program di atas, bagi penulis setidaknya punya arah mempersiapkan pengibar potensi lokalitas untuk diabstraksikan dalam pemahaman diri yang utuh, hingga ending-nya menjadi pribadi yang cerdas. Apalagi Kabupaten Bojonegoro yang terkenal dengan icon Ledre, dan aneka wisata potensial lainnya, mau tidak mau perlu diterjemahkan oleh calon pelajar tak terkecuali IPNU-IPPNU, sebagai pelajar pembawa misi moderat. Sehingga, keberadaannya memberikan iklim sejuk bagi terwujudkan pelajar berkarakter yang siap berkontribusi untuk kemajuan daerah dalam kancah yang lebih besar.

Tujuan diatas, bila dihubungkan dengan hari pahwalan yang baru-baru saja diperingati, tentu mencerminkan sekali akan tekat bagaimana implementasi riil pelajar now mengisi negara yang sudah merdeka ini, dengan semangat menjadi duta pelajar melalui IPNU-IPPNU. Karena setelah duta terpilih, esensi fisik, intelektualitas dan kepribadiannya menjadi cermin yang utama untuk mempublikasikan kebesaran NU dimasa-masa mendatang. Tentu lewat pendekatan para pelajar, bagi penulis adalah solusi tepat bagaimana memperkenalkan NU dimasa mendatang kepada para pelajar secara masif.

Sedangkan generasi tua, tinggal meng-amini, dan mendorong agar ketercapaian program duta pelajar ini bisa dirasakan keberhasilannya. Bukan asal memilih, melainkan melalui seleksi yang selektif, hingga menelurkan kualitas pribadi yang siap untuk mengibarkan kebesaran NU dimanapun berada. Oleh karena itu, dalam padangan penulis setidaknya ada tiga hal, kenapa program seperti ini perlu didukung oleh segenap keluarga besar NU beserta banom-banomnya:

Pertama, program seperti ini adalah program yang adaptif. Artinya, keberadaanya dibutuhkan dalam rangka sebagai solusi mempertahankan kebesaran organisasi pelajar di alam modern. Sehingga, perkembangan organisasi dan pola pengembangannya menjadi dinamis, dalan konteks peradaban modern serta tidak tidak akan pernah tertinggal oleh perubahan zaman.

Ke dua, memberikan sentuhan pemberitaan yang menarik. Bagaimanapun, jumlah pelajar IPNU-IPPNU mulai dari Pimpinan Cabang (PC), Pimpinan Anak Cabang (PAC), Pimpinan Ranting (PR), Pimpinan Komisariat (PK) baik Pesantren dan Perguruan Tinggi (PT) di Kabupaten Bojonegoro –bila hidup semua– tentu secara kuantitas masa akan banyak sekali. Justru melalui program duta, nilai pemberitaannya akan bisa menjadi satu keunggulan dan daya tarik keorganisasian yang tidak sekedar untuk dibaca melainkan juga diikuti. Sehingga program yang ditawarkan oleh pelajar NU bukan sekedar kegaitan yang eksklusif dan dogmatif, melainkan inklusif dan bisa memberikan warna bahwa ada bibit potensial di pelajar NU yang siap diusung untuk turut serta andil berkompetisi di tingkat Kabupaten hingga level yang lebih tinggi.

Ke tiga, paradigma ke-NU-an yang meluas. Artinya, terdapat arah baru memperkenalan NU kepada pelajar yang tidak dalam basis NU saja, melainkan meluas pada sekolah-sekolah yang berbasis Negeri. Agar nilai kebermanfaatannya bisa dirasakan sebagai upaya mencegah bibit-bibit radikalisme sejak dini. Tentu paradigma itu adalah langkah maju, progresif, agar pelajar NU menjadi bagian penting pelajar yang bisa membawa semangat; belajar, berjuang dan bertakwa demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Akhirnya, teriring doa dari lubuk hati yang paling dalam,’Jayalah IPNU-IPPNU, kami bangga dan akan terus menjaga nama baikmu’.

 * Penulis adalah Koord. Devisi Komunikasi & Hubungan Media Majelis Alumni IPNU Bojonegoro & Mahasiswa Magister PAI UIN Walisongo Semarang.


Kolom

Video bB

Redaksi

  • Friday, 20 July 2018 15:00:32

    LoKer Reporter blokMedia Group

    LoKer Reporter blokMedia Group Perkembangan blokMedia Group (blokBojonegoro media dan blokTuban media) semakin pesat belakangan ini dengan pembaca yang terus meningkat untuk wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Hal itu membuat manajemen melakukan pembenahan, termasuk menambah jumlah reporter di lapangan.

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Info Tabloid bB

  • Friday, 31 July 2015 13:16:10

    Tabloid bB Edisi Juli 2015

    Tabloid bB Edisi Juli 2015 Untuk Edisi Juli 2015, redaksi Tabloid blokBojonegoro ingin menyajikan beberapa hal yang baru, terutama di halaman Investigasi. Dengan tema besar “Awasi Air Saat Musim Kering”…

    read more