14:00 . Hasil UNBK Siswa SMP di Bojonegoro Menurun   |   13:00 . PPDB Hari Pertama Terganggu Server Eror   |   12:00 . Mei Ini, Bantuan Beras Rastra Beralih ke BPNT   |   11:00 . Cerita Literasi di SD Tasikharjo dan Remen   |   10:00 . Puasa, Pengunjung Pameran di Gedung UMKM Sepi   |   09:00 . Ditinggal Ngantar Masuk Kos, Motor Raib   |   08:00 . Berduaan di Pantai Tuban Saat Malam, Pelajar Bojonegoro Diamankan   |   07:00 . Tertawa Bisa Bikin Kita Lebih Produktif, Menurut Sains   |   21:00 . Menyamar Jadi Hidung Belang, Polisi Berhasil Ciduk WTS   |   20:00 . Pastikan Spek Bangunan, Dewan Akan Cek Lokasi   |   19:00 . Buka Bersama, Dandim Ingatkan Pemuda Waspada Penjajah   |   18:00 . Dirut PEPC: Proyek di Bojonegoro yang Paling Harmonis   |   17:00 . Junub Sebelum Sahur, Mandi Dulu Apa Langsung Makan?   |   16:00 . Ingin Jalan-Jalan? Tengok Suasana Pasar Takjil di Malo Yuk!!   |   15:00 . Safari Ramadan, PEPC Santuni Anak Yatim   |  
Fri, 25 May 2018
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Monday, 08 January 2018 08:00:00

Catatan Dahlan Iskan (5)

Tahun Disayang Tuhan

Tahun Disayang Tuhan

Oleh: Dahlan Iskan

Inilah hasil evaluasi saya tentang tahun 2017: Tuhan sangat sayang kita. Sayang Indonesia. Apa tandanya?

Pertama, tidak ada kemarau panjang selama tahun lalu. Bahkan sudah selama tiga tahun terakhir.

Produksi beras melimpah. Petani tenang. Ayem. Tentrem.

Bisa panen tiga kali setahun. Bahkan ada yang empat kali. Harga bahan makanan pokok stabil. Stabil-rendah.

Kedua, harga minyak mentah dunia begitu rendahnya tahun lalu. Hanya sekitar 50 dolar per barrel. Pemerintah tidak mensubsidi BBM pun harga BBM stabil. Stabil-rendah.

Bayangkan misalnya kalau tahun lalu terjadi kemarau panjang. Terutama di saat ekonomi agak lesu seperti itu. Tidak mustahil kalau harga pangan tidak terkendali.

Lalu impor pangan terjadi. Besar-besaran. Jadi isu pilitik. Lalu gonjang-ganjing.

Bayangkan juga kalau harga minyak mentah dunia tinggi. Tidak usahlah sampai 100 dolar per barel seperti lima tahun lalu.

Kalau saja tahun lalu harga minyak mentah sampai 85 dolar per barel bisa kita bayangkan sulitnya negara. Terutama di saat APBN begitu ketatnya. Yang disebabkan penerimaan pajak begitu beratnya. Di saat pembangunan infrastruktur begitu digenjot. Saya ngeri membayangkannya.

Seandainya harga minyak mentah 85 dolar per barel, pilihannya begitu sulit.

Kalau BBM tidak disubsidi harganya akan dua kali lipat dari sekarang. Harga-harga barang ikut membumbung. Inflasi melambung. Dengan segala risiko ikutannya. Rakyat akan bergejolak.

Tapi, kalau BBM disubsidi, APBN bisa jebol. Rupiah akan melorot. Inflasi tak terkendali. Rakyat bergejolak.

Terima kasih Tuhan. Anda baik sekali kepada Indonesia. Campur tangan Anda begitu hebatnya. Anda beri kemarau basah. Anda atur harga minyak mentah begitu rendah.

Alhamdulillah. Ya Allah, Alhamdulillah. Kami bersyukur kepada-Mu.

Apakah Tuhan masih terus sayang kita di tahun 2018 ini? (*)


Kolom

Video bB

Redaksi

  • Thursday, 15 March 2018 16:00:00

    PEPC Silaturahmi di Kantor Baru bB

    PEPC Silaturahmi di Kantor Baru bB Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC) mengunjungi kantor baru redaksi blokBojonegoro Media di Jalan KS. Tubun, Gang Srinayan nomor 3, Kelurahan Mojokampung, Kabupaten Bojonegoro, Kamis (15/3/2018).

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Monday, 21 May 2018 22:00:32

    KPUK Sosialisasi Pilkada bersama GMNI

    KPUK Sosialisasi Pilkada bersama GMNI Bertepatan dengan tahun politik, serta menjelang Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada), Komisi Pemilihan Umum Kabupaten (KPUK) Bojonegoro menggelar Sosialisasi Pemilu besama Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional (GMNI) setempat.

    read more

Info Tabloid bB

  • Friday, 31 July 2015 13:16:10

    Tabloid bB Edisi Juli 2015

    Tabloid bB Edisi Juli 2015 Untuk Edisi Juli 2015, redaksi Tabloid blokBojonegoro ingin menyajikan beberapa hal yang baru, terutama di halaman Investigasi. Dengan tema besar “Awasi Air Saat Musim Kering”…

    read more