10:00 . Pemdes Semanding Sayangkan Aksi Tanam Pisang   |   09:00 . Akan Temui Mentan, Petani Kanor Tolak Impor Beras   |   08:00 . Ketemu Audry yang Tidak Bisa Tidur   |   07:00 . Masa Remaja Jaman Now Dimulai Usia 10 Tahun Hingga 24 Tahun   |   20:00 . PWI Ingatkan Wartawan Jaga Independensi di Pilkada, Pilpres, Pileg   |   19:00 . Keluarga Ponpes Attanwir Dukung Anna-Wawan   |   18:00 . Bandar dan Penombok Judi Ditangkap Tim Polres Bojonegoro   |   17:00 . Gaya Shaggy, Trend Rambut Wanita yang Disukai Pelajar   |   16:00 . Hama 'Kresek' Mulai Serang Tanaman Padi   |   15:00 . Pengurus Baru Fatayat NU Kanor Dilantik   |   14:00 . Angkut Limbah B3 Tanpa Izin, Pria Sragen Diamankan Polres   |   13:00 . Warga Semanding Dikejutkan Penanaman Pohon Pisang di Jalan Desa   |   12:00 . Oi BPK Bojonegoro Rayakan HUT ke-11 di Lemcadika   |   11:00 . Puluhan Linmas Kalianyar Kerja Bakti   |   10:00 . Tak Hanya Guru Kelas, Disdikda Kekurangan Guru Olahraga dan PAI   |  
Mon, 22 January 2018
Jl. Brigjen Sutoyo Gg. Langgar No. 5 Desa Sukorejo, Telp 0353-3412093, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Thursday, 18 May 2017 11:00:00

Mancing di Jembatan Perbatasan Dua Provinsi

Mancing di Jembatan Perbatasan Dua Provinsi

Hampir setiap hari, dua jembatan lama di perbatasan dua provinsi, yakni Jawa Timur dan Jawa Tengah, tepatnya antara Kecamatan Padangan Kabupaten Bojonegoro dan Cepu Kabupaten Blora, tidak pernah sepi dari pemancing. Mereka kebanyakan ada di atas jembatan dan melemparkan umpan yang ada di kail ke bawah, tepatnya di aliran Sungai Bengawan Solo.

Reporter: Nur Muharrom


blokBojonegoro.com -
Empat jembatan berderet dan kokoh berdiri. Dari sebelah utara, jembatan untuk jalan yang lama tinggalan Kolonial Belanda tetap dibiarkan. Di tempat itulah pemancing berjajar di pinggir tiang pembatas. Di sebalah selatannya ada jembatan baru yang ramai dilintasi kendaraan yang akan ke Provinsi Jawa Tengah atau sebaliknya.

Jembatan nomor tiga adalah jalur kereta api lama yang sudah tidak terpakai dan di tempat tersebut juga marak pemancing tengah duduk-duduk sambil menunggu umpannya dimakan ikan. Sedangkan paling selatan adalah jembatan untuk menopang rel kereta api yang baru.

Pagi, Kamis (18/5/2017) jam menunjukkan pukul 09.00 WIB. Suara bising kendaraan terdengar cukup nyaring, karena blokBojonegoro.com tengah berada di bawah jembatan dan dekat dengan aliran sungai terpanjang di Pulau Jawa tersebut. Tampak, setidaknya ada 15-an pemancing berada di jembatan lama jalan raya dan delapan orang di jembatan kereta lama.

Di bawah jembatan paling utara sampai di ujung selatan, sekurangnya tampak 12 pemancing menggunakan perahu tengah berada di tengah bengawan. Tanpa payung, mereka tetap sabar menunggu umpannya dimakan ikan. Berbagai jenis ikan biasanya didapat pemancing, tinggal umpan yang dilempar ke dasar bengawan.

"Kebanyakan ikan jambal, patin atau Nila. Bahkan, terkadang juga dapat tawes atau bader," jelas salah seorang pemancing, Widodo asal Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tengah.

Widodo datang bersama temannya, Saiful asal Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Tengah. Ia sengaja datang pagi hari, karena sift kerjanya malam. Biasanya jika bekerja pagi sampai siang, maka malamnya ia akan ke jembatan untuk memancing.

"Di sini tinggal memilih saja, bisa memancing dari atas jembatan atau menggunakan perahu seperti saya saat ini," tegasnya.

Ditanya mengenai umpan, Saiful menjawab sambil tersenyum. Menurutnya, tiap pemancing mempunyai selera berbeda-beda dan terkadang makin aneh-aneh. Ada yang memakai tahu, tempe atau ote-ote untuk umpan dengan jenis pancing empat buah. Umpan cacing juga masih terkadang dipakai, selain jangkrik dan pelet.

"Ada pula yang memakai pisang untuk umpan, campuran keju, belut bakar dan lain sebagainya. Aneh-aneh to?" tanyanya sambil tertawa terkekeh.

Saiful menambahkan, kalau mancing di bengawan itu tidak tentu mendapat ikan. Sehingga diperlukan kesabaran ekstra dan terkadang membutuhkan waktu lama. Namun, jika nasib tengah baik, ikan yang didapat juga cukup besar. Pernah ada yang menaikkan ikan jambal seberat 5 kilogram dan pernah ada pula yang sampai 8 kilogram untuk satu ikan. [mu]


Profil & Humaniora

Video bB

Redaksi

  • Wednesday, 27 December 2017 16:00:00

    Juara 2, Wartawan blokTuban.com Boyong Piala dan Hadiah

    Juara 2, Wartawan blokTuban.com Boyong Piala dan Hadiah Wartawan media blokTuban.com, Moch. Nur Rofiq meraih juara dua lomba menulis berita desa wisata berbasis sedekah tepatnya Desa Guwoterus, Kacamatan Montong, Kabupaten Tuban. Lomba yang dihelat desa produktif binaan Baznas Kabupaten Tuban dan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Tabungan Akhirat itu berlangsung pada Kamis (21/12/2017) kemarin.

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Thursday, 04 January 2018 06:00:00

    Harlah Ke-32, Ranting PSNU PN Temayang Gelar Pengajian

    Harlah Ke-32, Ranting PSNU PN Temayang Gelar Pengajian Rabu malam (3/1/2018), bertempat di RT.013/RW.006 Dukuh Kedunggampeng Desa/Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, Ranting Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa (PN) Temayang mengadakan peringatan hari lahir (Harlah) PSNU Pagar Nusa yang ke-32 dan tasyakuran.

    read more

Info Tabloid bB

  • Friday, 31 July 2015 13:16:10

    Tabloid bB Edisi Juli 2015

    Tabloid bB Edisi Juli 2015 Untuk Edisi Juli 2015, redaksi Tabloid blokBojonegoro ingin menyajikan beberapa hal yang baru, terutama di halaman Investigasi. Dengan tema besar “Awasi Air Saat Musim Kering”…

    read more