17:00 . PPS Malo Lakukan Simulasi Pemungutan Suara   |   16:00 . AMAN Ajak Masyarakat Bojonegoro Tolak Politik Uang   |   15:00 . Hari ini Logistik Pilkada 2018 Tuntas Diditribusikan   |   14:00 . Diduga Ada Mahar, Ketua PPP Bojonegoro Pastikan Tak Ada   |   13:00 . Disperta Kembangkan Tanaman Sehat di 250 Hektare Lahan   |   12:00 . Kekeringan, Ribuan Hektare Lahan Pertanian Terancam Gagal Panen   |   11:00 . Disdikda Ajukan Kepala SD Merangkap Bisa Tanda Tangan Ijazah   |   10:00 . Usulan RKB, Hanya Tiga Madrasah Disetujui   |   09:00 . Diserbu Pembeli, Stok Ledre Banyak yang Ludes   |   07:00 . Tersenyumlah Saat Difoto Paspor   |   06:00 . Menyingkap Rahasia Pacaran   |   21:00 . H+8, Terminal Rajakwesi Dominasi Arus Keberangkatan   |   20:00 . Halal Bihalal SMK Migas Dihadiri Perusahaan Mitra Sekolah   |   19:00 . Wihadi Wiyanto Ajak Menangkan Basudewa   |   18:00 . GTT K2 Bojonegoro Berharap Lebih Diperhatikan   |  
Sun, 24 June 2018
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Sunday, 11 March 2018 08:00:24

Inspirasi Pagi

Meski Sudah Tak Muda, Darmini Tetap Berusaha

Meski Sudah Tak Muda, Darmini Tetap Berusaha

Kontributor: Apriani

blokBojonegoro.com - Darmini, wanita yang sudah tak muda lagi, hal itu nampak pada raut wajahnya yang sudah banyaknya kerutan. Ia adalah salah satu pedagang keliling di Kota Bojonegoro. Ia sudah berdagang sekitar 20 tahun, namun sebelumnya ia memiliki warung di rumah. Namun karena usaha warung tidak begitu lancar ia memilih untuk berjualan keliling, yang telah ia tekuni sekitar 10 tahun.

Ia memilih berkeliling karena usianya yang sudah tidak lagi muda, ia beranggapan dengan ia berjalan kaki berkeliling, akan menjadikan dirinya tetap sehat karena sebagai salah satu bentuk olahraga yang dapat menyegarkan dirinya.

Hampir setiap hari, ia habiskan waktunya untuk berjualan keliling menyisiri jalan-jalan kawasan Kota Bojonegoro. Dinginnya hawa pagi sudah menjadi sahabat bagi dirinya. Lantaran, sejak pagi pukul 04.00 WIB ia  berangkat dari rumahnya yang terletak di Desa Mulyoagung, Kecamatan Bojonegoro.

"Biasanya kalau berangkat diantar anak saya, terus nanti pulangnya naik ojek kalau nggak gitu ya naik becak," ujar wanita yang usianya sekarang ini 56 tahun.

Setiap pagi dia habiskan waktunya di sekitar Pasar Banjarjo, Kecamatan Bojonegoro. Dengan membawa dua keranjang yang berisikan nasi, serabi, ketan, dan juga getuk ia pun mulai berkeliling menyusuri kawasan sekitar Pasar Banjarjo. Namun dagangan yang ia jual tersebut bukan dia sendiri yang buat.

"Dagangannya dapatnya dari kulakan nasinya. Saya ambil dari warung yang ada di dekat pasar, begitu juga dengan serabi, ketan, dan getuknya saya dapat dari kulakan juga," imbuh ibu dari 3 anak itu.

Setelah matahari mulai meninggi, ia pun tidak langsung pulang. Namun ia akan kembali berdagang lagi dengan menu yang berbeda. Dia siang hari ia berdagang jajan seperti gorengan, gabin, roti, lemper, krupuk, dan lain sebagainya.

Seperti halnya menu yang ia jual di pagi hari, menu dagangan di siang hari juga ia dapatkan dari kulakan bukan buatan sendiri. Dengan demikian untung yang ia dapatkan juga tidak terlalu banyak. Meski begitu ia pun masih selalu eksis untuk berjualan keliling.

Jika di pagi hari ia berkeliling di kawasan Pasar Banjarjo, di siang hari ia akan berkeliling jualan di Alun-alun Kota Bojonegoro. Meski teriknya matahari menyengat kulitnya, ataupun udara dingin karena hujan, hal itu tidak menjadi penghalang bagi dirinya. Dia pun tidak pernah lupa mampir ke Masjid Agung Darusalam untuk menunaikan kewajibannya sebagai muslimah, sekaligus beristirahat sebentar, dan berjualan di situ sebentar.

Kemudian, jika dagangnya tidak habis di Alun-alun Kota Bojonegoro ia akan berkeliling lagi sekitar pukul 15.00WIB menuju ke selatan sampai pertigaan, belok kiri menuju SMA Negeri 1 Bojonegoro, lalu ke timur. Dan di kawasan itulah dagangnya akan habis.

"Kadang habis, kadang juga tidak. Namanya juga dagang. Biasanya kalau yang masih itu seperti krupuk ini, tahu ini juga biasanya masih," Imbuh nenek yang telah memiliki satu buyut ini.

Meski keuntungan yang ia dapat tidak seberapa, namun ia merasa bangga karena ia masih bisa mendapatkan rezeki dari kerja kerasnya, tanpa harus meminta-minta kepada orang lain.

Ketika matahari berada di sebelah barat dan mulai meredup cahayanya, pertanda bagi dirinya untuk pulang ke rumah, biasanya ia akan pulang dengan menggunakan becak.

Cucunya yang kini jadi pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) dari anak terakhir Darmini, pernah memberikan saran kepada dirinya untuk berhenti berdagang keliling, namun ia menolak secara halus permintaan cucunya tersebut.

"Kalau berhenti sekarang nenek akan merepotkan anak. Kasihan sudah menanggung biaya dua anaknya, harus ketambahan biaya hidup saya. Alhamdulillah saya masih bisa cari uang sendiri, walau tidak begitu banyak tapi cukup," pungkasnya. [ani/ito]
 


Profil & Humaniora

Video bB

Redaksi

  • Friday, 15 June 2018 01:00:00

    Selamat Hari Raya Idul Fitri

    Selamat Hari Raya Idul Fitri Tak terasa Ramadan begitu cepat waktu berlalu. Masih teringat saat salat Tarawih pertama kita, makan sahur dan berbuka puasa pertama kita.

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Info Tabloid bB

  • Friday, 31 July 2015 13:16:10

    Tabloid bB Edisi Juli 2015

    Tabloid bB Edisi Juli 2015 Untuk Edisi Juli 2015, redaksi Tabloid blokBojonegoro ingin menyajikan beberapa hal yang baru, terutama di halaman Investigasi. Dengan tema besar “Awasi Air Saat Musim Kering”…

    read more