19:00 . Ha....Bawang Merah 'Palsu' Sempat Beredar di Bojonegoro   |   18:00 . KPUD: Logistik Pilkada Sudah Tersalurkan ke Tiga Daerah Terpencil   |   17:00 . PPDB Offline Jalur Prestasi Dibuka Hari Ini   |   16:00 . RJJ Segera Mulai Pembukaan Lahan Pipa Gas GPF JTB   |   15:00 . Beredar Bawang Merah Palsu, Masyarakat Harus Jeli   |   14:00 . Ijazah SD Ditandatangani Kasek yang Merangkap, ini Kata Disdik   |   13:00 . Pasca Lebaran, Masyarakat Bojonegoro Ramai-ramai Cari Kerja   |   12:00 . Pipa PDAM di Ngunut Bocor, Distribusi Terganggu   |   11:00 . Cabdindik Bojonegoro Gelar Halal Bil Halal   |   10:00 . Gandeng Muslimat NU, MPR RI Kuatkan 4 Pilar   |   09:00 . Keluar Zona Nyaman, Dulu Model Kini Jadi Perias Profesional   |   08:00 . Hari Tenang, Panwakab Awasi Money Politik   |   07:00 . 7 Bahan Alami untuk Mengatasi Kulit Kepala Kering   |   20:00 . Berat, Inilah Lawan Bojonegoro FC U-17 di Grup J   |   19:00 . Masa Tenang, Satpol PP Bersihkan APK   |  
Tue, 26 June 2018
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Sunday, 13 May 2018 19:00:26

Mbah No, Jual Es Krim 1970 Sampai Hari ini

Mbah No, Jual Es Krim 1970 Sampai Hari ini

Jalan rezeki Samino (68) warga Jalan Mliwis Putih, Kelurahan Ngrowo, Kecamatan Kota, Kabupaten Bojonegoro, dari es krim. Bahkan, ia telah merintis jualan dengan mengayuh sepeda pancal sejak tahun 1970.

Reporter: Parto Sasmito

blokBojonegoro.com -
Tung... tung... tung... Suara alat ditabuh terdengat dari jarak sekitar 20 meter lebih. Mbah No, sapaan karib Samino itu berhenti tepat di depan Warung Kopi Bu Tyok (WBT) Jalan Dr. Suharso, Kota Bojonegoro. Di tengah teriknya panas matahari, Mbah No terus mengayuh sepeda sambil membunyikan suara musik khas yang dibawanya.

Tak lama ia berhenti. Beberapa orang yang di WBT itu keluar untuk membeli. Kata tiga pengusaha itu, mereka ingin mengenang masa kecil yang suka makan es krim di sekolah.

“Ayo mengenang masa malu bro,” kata Edi Soekanto yang juga pemilik Merdeka Managemen itu.

Diamini oleh Budi Utomo, pengusaha jual beli minyak resmi. Menurutnya, es krim jalanan tersebut sensasinya mesti tidak sama dengan pabrikan di toko-toko modern. “Benar mas, ayo kita mengenang masa lalu,” sergah Kang Bud yang diamini pengusaha konstruksi, Sugiharto.

Sementara itu, Mbah No disela-sela mengorek isi tempat es krim bercerita, jika ia bertahan sampai saat ini karena cita rasa. Dirinya tidak merubah komposisi, dan memilih menaikkan harga, bukan mengurangi rasa.

“Sejak tahun 1970 sampai hari ini masih tetap. Tidak ada yang berubah,” jelas Mbah No.

Menurut Mbah No, sejak ia pergi dari Desa Jonggrangan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, ia mencari penghidupan di Bumi Angling Dharma. Bersyukur ia bisa mempunyai rumah dan lahan luas.

“Sekarang ini yang penting masih bisa dibuat makan, dan hasil harian rata-rata Rp100.000. Saya sudah mensyukuri,” pungkasnya. [ito/mu]


Profil & Humaniora

Video bB

Redaksi

  • Friday, 15 June 2018 01:00:00

    Selamat Hari Raya Idul Fitri

    Selamat Hari Raya Idul Fitri Tak terasa Ramadan begitu cepat waktu berlalu. Masih teringat saat salat Tarawih pertama kita, makan sahur dan berbuka puasa pertama kita.

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Info Tabloid bB

  • Friday, 31 July 2015 13:16:10

    Tabloid bB Edisi Juli 2015

    Tabloid bB Edisi Juli 2015 Untuk Edisi Juli 2015, redaksi Tabloid blokBojonegoro ingin menyajikan beberapa hal yang baru, terutama di halaman Investigasi. Dengan tema besar “Awasi Air Saat Musim Kering”…

    read more