20:00 . Blitar Poetra Raih Hasil Imbang, Persibo Tetap di Posisi 2   |   19:00 . Barbagi Sukses, Arkand Bodhana Datang ke Bojonegoro   |   18:00 . Ratusan Santri Al Rosyid Laksanakan MOS 2 Hari   |   17:00 . Jelang Berakhirnya Masa Pendaftaran, Belum Satu Pun Bacaleg Terdaftar   |   16:00 . IPNU-IPPNU Bojonegoro Gelar Ta'aruf Pengurus   |   15:00 . Dari Target 9 Ribu Hektare, Baru 4 Haktare Lahan Ditanami Tembakau   |   14:00 . Tak Bisa Penuhi Kebutuhan Telur, Bojonegoro Perlu Pasokan dari Luar Kota   |   13:00 . RTIK Kembagkan Pendidikan Berbasis Digital   |   12:00 . Matahari Tepat di Atas Ka’bah 15 dan 16 Juli, Saatnya Luruskan Kiblat   |   11:00 . Harga Kambing Masih Murah, Peternak Manfaatkan Momen   |   10:00 . Lini Belakang Persibo Mulai Dievaluasi   |   09:00 . Hindari Perpeloncoan, MPLS Siswa Baru Ditangani Guru   |   08:00 . Penguatan Kapasitan, TBM di Gayam Adakan PMTO   |   07:00 . Ingin Jadi Vegetarian? Perhatikan Dahulu 3 Hal Ini   |   17:00 . Diundang GUYUB, Bupati Terpilih Anna Ajak Bangun Bojonegoro   |  
Mon, 16 July 2018
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Saturday, 16 June 2018 13:00:00

Mampu Biayai Kuliah Dengan Beternak Ayam Joper

Mampu Biayai Kuliah Dengan Beternak Ayam Joper

Reporter: Muhammad Qomarudin

blokBojonegoro.com - Untuk bisa mencapai kesuksesan memang membutuhkan usaha dan kerja keras. Karena kesuksesan tidak datang dengan instan.

Begitu juga dengan yang dilakukan oleh seorang pemuda asal Desa Sarangan Kecamatan Kanor, Muhammad Alfan Khusain. Kini ia sedang mencoba menjadi peternak sukses.

Alfan Khusain merupakan salah satu mahasiswa semester 2 di salah satu Perguruan Tinggi yang ada di Kabupaten Bojonegoro. Dengan beternak ayam Jowo Super (Joper) dirinya mampu membiayai kuliahnya sendiri maupun untuk kebutuhan sehari-hari sebagai anak muda, yang suka ngopi dan sebagainya.

Mahasiswa jurusan Agrobisnis tersebut mulai menjalankan bisnis ternak unggas ini sudah satu tahun atau sebelum memasuki bangku kuliah. Dulu ia hanya gemar memelihara saja, namun tidak terpikir untuk menjadi peternak. Namun setelah berjalannya waktu, ia mencoba memulai bisnis ternak ayam lantaran melihat tetangganya juga beternak.

"Awalnya saya melihat tetangga saya yang juga baru memulai beternak ayam Joper dan terlihat mudah serta mendapat keuntungan yang lumayan banyak," terang pemuda yang akrab disapa Alfan itu.

Dengan modal awal sekitar Rp4 juta, Alfan mulai mencoba beternak dengan membeli anak ayam (DOC) sebanyak 160 ekor. Walapun masih tergolong peternak pemula, dirinya tidak merasa kesulitan untuk merawat 160 DOC itu meski ada beberapa yang mati.

Saat merawat anakan ayam sampai bisa dipanen atau berumur 60 hari, ia tidak menemukan sebuah kendala yang berarti ataupun membutuhkan perawatan yang ekstra. Anak ayam hanya diberi makan selama tiga kali sehari sampai berumur dua bulan.

"Selain makanan yang berupa por, saya juga memberikan obat minum dan vaksin secara berjenjang untuk mencegah kematian," ujar Alfan.

Meski dirinya beternak di tempat yang padat penduduk, pemuda berumur 18 tahun tersebut tidak merasa ketakuan dengan bau yang tidak enak yang ditimbulkan dari kotoran ayam. Sebab ia mempunyai trik khusus agar kotoran tidak mengeluarkan bau yang menyengat, yaitu dengan cara menyemprotkan formalin ke kotoran Ayam.

Setelah dua kali sukses memanen dengan sempurna, kini ia menambah stok 200 ekor anak ayam dan itu dilakukan setiap bulannya. Jadi dengan pemanenan ayam joper yang hanya dua bulan, dirinya bisa memanen setiap satu bulan sekali.

"Kalau 200 ayam selama dua bulan menghabiskan sekitar 8 karung pakan, dengan harga sekitar Rp300 ribuan," terangnya kepada blokBojonegoro.com.

Alfan mengaku saat membeli bibit ayam maupun saat menjual hasil panen, ia  merasa tidak kesulitan. Pasalnya, sudah ada tetangganya yang mau menampung hasil panenan ayam tersebut. Bahkanmsetiap panen ia mampu meraup keuntungan sekitar Rp2 juta dengan waktu satu bulan sekali.

"Kalau untuk bibit anak ayam saya membelinya dengan harga Rp550 ribu perseratus ekor, sedangkan untuk panen saya jual perkilogram dengan harga sekitar Rp25 ribu sampai Rp30 ribu, tergantung kondisi pasar," lanjutnya.

Untuk kesulitan sendiri, ia menjelaskan, sebenarnya bukan terletak bagaimana merawat ataupun berhadapan dengan penyakit, lantaran bisa divaksin secara rutin. Melainkan terkendala tempat karena ia tidak memiliki ruang yang cukup luas.

"Ayam 200 ekor saya tempatkan di ruang sekitar 2X3 meter dan saya beri lampu sebagai penghangatnya," tutup Alfan Khusain. [din/mu]


Profil & Humaniora

Video bB

Redaksi

  • Friday, 15 June 2018 01:00:00

    Selamat Hari Raya Idul Fitri

    Selamat Hari Raya Idul Fitri Tak terasa Ramadan begitu cepat waktu berlalu. Masih teringat saat salat Tarawih pertama kita, makan sahur dan berbuka puasa pertama kita.

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Info Tabloid bB

  • Friday, 31 July 2015 13:16:10

    Tabloid bB Edisi Juli 2015

    Tabloid bB Edisi Juli 2015 Untuk Edisi Juli 2015, redaksi Tabloid blokBojonegoro ingin menyajikan beberapa hal yang baru, terutama di halaman Investigasi. Dengan tema besar “Awasi Air Saat Musim Kering”…

    read more