20:00 . Blitar Poetra Raih Hasil Imbang, Persibo Tetap di Posisi 2   |   19:00 . Barbagi Sukses, Arkand Bodhana Datang ke Bojonegoro   |   18:00 . Ratusan Santri Al Rosyid Laksanakan MOS 2 Hari   |   17:00 . Jelang Berakhirnya Masa Pendaftaran, Belum Satu Pun Bacaleg Terdaftar   |   16:00 . IPNU-IPPNU Bojonegoro Gelar Ta'aruf Pengurus   |   15:00 . Dari Target 9 Ribu Hektare, Baru 4 Haktare Lahan Ditanami Tembakau   |   14:00 . Tak Bisa Penuhi Kebutuhan Telur, Bojonegoro Perlu Pasokan dari Luar Kota   |   13:00 . RTIK Kembagkan Pendidikan Berbasis Digital   |   12:00 . Matahari Tepat di Atas Ka’bah 15 dan 16 Juli, Saatnya Luruskan Kiblat   |   11:00 . Harga Kambing Masih Murah, Peternak Manfaatkan Momen   |   10:00 . Lini Belakang Persibo Mulai Dievaluasi   |   09:00 . Hindari Perpeloncoan, MPLS Siswa Baru Ditangani Guru   |   08:00 . Penguatan Kapasitan, TBM di Gayam Adakan PMTO   |   07:00 . Ingin Jadi Vegetarian? Perhatikan Dahulu 3 Hal Ini   |   17:00 . Diundang GUYUB, Bupati Terpilih Anna Ajak Bangun Bojonegoro   |  
Mon, 16 July 2018
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Monday, 02 July 2018 09:00:00

Sosok Istri Mas Wawan

dr. Endah, Istri Calon Wakil Bupati Budi Irawanto

dr. Endah, Istri Calon Wakil Bupati Budi Irawanto

Kontributor: Apriani

blokBojonegoro.com - Menjadi seorang dokter memiliki tanggungjawab yang besar terhadap pasien. Seperti halnya saat cuti Hari Raya Idul Fitri, bagi seorang dokter harus tetap menjalankan tugasnya membantu pasien untuk sembuh dari penyakit yang dideritanya.

Dr. Endah Wahyu Utami, menjadi seorang dokter di RSUD Sosodoro Djatikusumo Kabupaten Bojonegoro sejak tahun 1996, sebelum menjadi seorang dokter ia menjadi pegawai Tidak Tetap (PTT) di Puskesmas Kecamatan Malo.

"Saya lulus kuliah tahun 1992, dulu mau jadi PTT daftarnya antre terlebih dahulu sekitar satu tahun, di tahun 1993 baru jadi PTT selama tiga tahun," ujar Dokter Endah sapaan akrabnya kepada blokBojonegoro.com di kediamannya yang berada di Jalan Ade Irma Suryani, Bojonegoro.

Sekitar tiga tahun lamanya menjadi PTT, kemudian saat itu, lanjutnya bercerita, ada lowongon Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) ia ikut mendaftar dan akhirnya lolos dengan berbagai usaha yang telah dilakukan.

"Tiga tahun saya tinggal di Malo, kemudian ada pendaftaran CPNS saya ikut, alhamdulilah lolos dan ditempatkan di RSUD Sosodoro Djatikusumo di Poli Anak," ujar wanita kelahiran Ngawi, 8 September 1968 ini.

Wanita lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang ini menceritakan selama menjadi dokter RSUD Sosodoro Djatikusumo selain di Poli Anak, ia juga pernah menjadi dokter di Poli Penyakit Dalam, Hemodialisa dan sebagai salah satu dokter jaga di Instalasi Gawat Darurat (IGD).

"Proses saya di struktural tidak langsung berada di atas waktu itu, jadi mulai dari bawah, dulu pas jaga IGD pokoknya harus terus siap siaga, cuti lebaran pun harus tetap siap. Sekitar tahun 2008 saya baru masuk struktural," ungkapnya.

Pertama kali masuk struktural ia menjadi Kepala Bidang Pelayanan Medis dan Penunjang Medis (Kabid Yanmed) serta saat itu ia masih ditugasi untuk menjadi dokter jaga di IGD.

Selang tiga tahun kemudian diberikan tanggungjawab untuk menjadi Wakil Direktur Pelayanan (Wadiryan) hingga saat ini, yang mana tugasnya menaungi Kabid Yanmed dan Kabid Keperawatan.

"Nah, meski sudah tidak mendapat tugas jaga IGD, tapi saya juga harus jaga di bagian struktural. Susah senang pasti ada, seperti halnya saat cuti Hari Raya saya tetap datang, untuk cek apakah poli klinik sudah buka atau belum, cek apakah keperluan pasien tercukupi, mendapat pelayanan yang terbaik atau tidak, jadi saya tidak bisa jika hanya mengandalkan laporan dari bawahan, tapi saya langsung cek ke rumah sakit," jelas istri Budi Irawanto Calon Wakil Bupati (Cawabup) yang menang versi quick count di Pilkada Bojonegoro tahun 2018 mendampingi Anna Mu'awanah.

Menurut dr. Endah, pelayanan pasien sangat penting untuk diutamakan, karena hal tersebut sudah menjadi kewajiban yang harus dijalankan.

Wanita berkulit putih ini, yang mirip wanita Tionghoa namun asli wanita Jawa, dan tidak memiliki keturunan Tionghoa, juga menceritakan sekilas tentang kisah asmaranya dengan sang suami Budi Irawanto sapaan akrab Pak Wawan.

"Dulu saya ketemu Pak Wawan waktu masih kuliah di Malang, bapak kuliah di Universitas Merdeka dan saya di Universitas Brawijaya. Ceritanya saya punya tetangga kos yang berteman akrab dengan teman kosnya Pak Wawan, nah teman tetangga kos saya dan Pak Wawan main ke kos, ternyata Pak Wawan jatuh cinta pada saya," jelas dr. Endah sembari diiringi tawa mengenang kala itu.

Tidak membutuhkan waktu lama keduanya menikah di usia yang relatif muda. Kala itu Pak Wawan berusia 22 tahun dan dr. Endah berusia 21 tahun. Hingga sekarang ini telah dikarunia dua anak perempuan yang telah menikah, dan akan mendapatkan cucu pertamanya, karena saat ini anak pertamanya yang bernama Karin dan anak yang ke dua adalah Sasa yang seorang pembalap. Keduanya saat ini tengah hamil.

Sedangkan menanggapi hasil dari hitung cepat atau quick count Pilkada, yang mana sang suami unggul atas Pasangan Calon (Paslon) lain, ia merasa senang, karena sang suami telah berusaha dengan susah payah, akhirnya beliau terpilih. Dan baginya kemenangan ini bukan akhir dari segalanya, namun awal sebuah perjuangan.

"Kemenangan ini bukan akhir, namun adalah sebuah awal karena mengemban amanah baru, dan tentunya harus dijalankan dengan penuh tanggungjawab. Harus sama-sama belajar juga karena untuk pertama kalinya Bojonegoro akan dipimpin bupati perempuan, selanjutnya kita ikuti alur saja, kita tunggu hasil di KPU dan juga setelah pelantikan nanti," jelasnya. [ani/mu]


Profil & Humaniora

Video bB

Redaksi

  • Friday, 15 June 2018 01:00:00

    Selamat Hari Raya Idul Fitri

    Selamat Hari Raya Idul Fitri Tak terasa Ramadan begitu cepat waktu berlalu. Masih teringat saat salat Tarawih pertama kita, makan sahur dan berbuka puasa pertama kita.

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Info Tabloid bB

  • Friday, 31 July 2015 13:16:10

    Tabloid bB Edisi Juli 2015

    Tabloid bB Edisi Juli 2015 Untuk Edisi Juli 2015, redaksi Tabloid blokBojonegoro ingin menyajikan beberapa hal yang baru, terutama di halaman Investigasi. Dengan tema besar “Awasi Air Saat Musim Kering”…

    read more