21:00 . Peringati Harlah, Teater Giri Gelar Pentas Terbuka   |   20:00 . Sudah Sadar, Kiper Persibo Masih Diobservasi   |   19:00 . Okupansi Hotel Stabil, Diprediksi Meningkat Saat Lebaran   |   18:00 . Manajemen Persibo Sayangkan Kinerja Wasit   |   17:30 . Skor Akhir Lamongan FC vs Persibo, Imbang 1-1   |   16:45 . Awal Babak Kedua, Skor Imbang 1-1   |   16:30 . Dikasari, Kiper Persibo Pingsan dan Masuk UGD   |   16:15 . Menit 18, Persibo Unggul 0-1 atas Tuan Rumah   |   16:00 . Persibo Langsung Serang Pertahanan Lamongan FC   |   13:00 . Porseni Khusus ABK Resmi Dimulai   |   12:00 . Manajemen Persibo Apresiasi Kedua Suporter   |   11:00 . Pemkab Godok Buku Rencana Hidup Bagi Anak   |   10:00 . Rombongan Wisata, Penyelenggara Harus Lapor ke Dishub   |   09:00 . Upacara Harkitnas, Napi Teroris Bacakan Ikrar Kebangsaan   |   08:00 . Kuswiyanto Hadiri Dakwah Dalam Kubur di Ponpes Darussalam   |  
Tue, 23 May 2017
Jl. Brigjen Sutoyo Gg. Salafiyah No. 5 Desa Sukorejo, Telp 0353-3412093, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Wednesday, 19 April 2017 06:00:00

Blok Buku

Belajar Kepemimpinan dari Bojonegoro

Belajar Kepemimpinan dari Bojonegoro

Judul buku : Curse to Blessing: Transformasi Bojonegoro Melawan Kutukan Alam
Penulis        : Rhenald Kasali
Penerbit      : Mizan
Cetakan      : ke-1, November 2016
Tebal           : 244 halaman
ISSBN         : 978-979-433-988-6

Peresensi   : A. Farid Fakih*)

Sebagai salah satu daerah yang dulunya dipandang miskin, kolot dan sangat dekat dengan konflik, Bojonegoro berangsur berubah. Dengan role model yang diterapkan Bupati Bojonegoro, Suyoto (Kang Yoto), gaung dari kota ledre ini perlahan menunjukan tajinya. Akses jalan rusak membaik, pendidikan berangsur meningkat dan pelan tapi pasti masyarakatnya juga kian memahami konteks masalah yang tengah mendera. Lantas apa yang membikin demikian bisa terjadi?

Buku ini bercerita seputar keberhasilan Bojonegoro mengarungi perubahan itu. Dahulu, sejarawan Australia, C.L.M. Penders, bahkan mengemukakan daerah ini sangat lekat dengan kemiskinan: endemic poverty. Sejarah masa lampau juga memperlihatkan bahwa Bojonegoro sempat menjadi persinggahan prajurit-prajurit perang Aru Palaka, Raja Bone yang ikut berperang melawan Sultan Trunojoyo. Sehingga, konon, karena hal itu, masyarakatnya cenderung mewarisi watak pendendam dan mudah emosi (hlm. 6).

Selain itu, persoalan lain yang menambah ialah kontur alam yang cenderung kurang bersahabat. Tanah gerak, banjir, kekeringan adalah musabab terjadinya kemiskinan yang awet. Di lain sisi, budaya pejabat birokrat yang kian berjarak dengan rakyat, menambah masalah tersendiri. Tak hanya itu, kenyataan bahwa di perut bumi Bojonegoro, mengandung sumber minyak yang luar biasa melimpah menambah persoalan lain. Pegelolaan yang salah, bisa-bisa saja justru membikin daerah ini kian memburuk dan bertambah miskin.

Untunglah, Kang Yoto cepat belajar dan lalu membikin kebijakan berdasarkan persoalan-persoalan tadi. Sehingga kemudian ia melakukan perubahan di berbagai lini pemerintahan. Perubahan pertama yang ia gagas ialah soal persepsi memimpin. Kalangan pejabat dan orang-orang yang mengisi pemerintahan disadarkan bahwa memimpin bermakna melayani, bukan menjadi pribadi yang haus hormat dan semestinya dianggap istimewa. Dengan begitu, perubahan besar terjadi.
Dengan pemahaman mengenai masalah secara mendalam, Kang Yoto mulai menerapkan kebijakannya. Tanah gerak diatasi dengan pembuatan jalan paving. Sehingga, ketika tanah sewaktu-waktu mengalami pergerakan, balok-balok paving bisa ditata ulang. Kemudian ia juga menggagas 1000 embung. Hal itu untuk mengatasi masalah kekeringan dan banjir. Lalu soal minyak, dibentuklah Dana Abadi, yakni investasi masa depan Bojonegoro manakala kelak sumber minyak telah habis. Dengan begitu, kesejahteraan bisa dinikmati hingga nanti.

Perubahan-perubahan lainnya ialah soal membuka persepsi masyarakat terhadap kepercayaan pada pejabat. Untuk menggapai itu, Kang Yoto mengatasinya dengan membuat pemerintahan yang transparan. Sehingga masyarakat pun bisa ikut mengevaluasi kinerja aparatur publik. Bentuk teknisnya berupa kegiatan Dialog Jumat yang dilakukan setiap hari Jumat seusai prosesi salat Jumat (hlm. 44).

Berbagai perubahan itulah yang kiranya terangkum dalam buku ini. Seni memimpin, kemudian bagaimana menginisiasi agar anugerah bisa dikelola secara kontinyu juga dicatat di dalamnya. Barangkali buku ini cocok untuk orang yang berencana melakukan perubahan sekaligus menerapkan esensi memimpin yang semestinya: melayani. Selain itu, buku yang ditulis Rhenald Kasali, Guru Besar Fakultas Ekonomi UI ini banyak memuat keberhasilan yang dicapai Bojonegoro sehingga seperti sekarang. Dengan bahasa yang renyah dan beberapa contoh kongkret di dalamnya, kita dapat mempelajari tak-tik seorang pemimpin dalam mensejahterakan rakyatnya.

*) Pecinta Buku, Bergiat di Komunitas Penulis Pagi.

Biodata Diri:
Nama: Ahmad Farid
NIM: A03213002
Pendidikan: Sedang menempuh pendidikan Strata Satu Jurusan Sastra Inggris Fakultas Adab & Humaniora UIN Sunan Ampel Surabaya
Alamat: RT.01/RW.01 Ds. Sambongrejo, Kec. Sumberrejo, Kab. Bojonegoro (62191)
Domisili: Jl. Jemurwonosari Wonocolo Gg. IAIN no.23A Surabaya (61237) (Basecamp LPM Solidaritas UIN Sunan Ampel Surabaya)
Nomor HP: 085854412787.

Video bB

Redaksi

  • Saturday, 06 May 2017 21:00:00

    2 Reporter blokMedia Group Ikuti UKW di Blitar

    2 Reporter blokMedia Group Ikuti UKW di Blitar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur, menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW), Sabtu (6/5/2017). Bertempat di Gedung Koesoema Wicitra, Kota Blitar, UKW diikuti sebanyak 47 wartawan online, cetak, televisi dan radio dari berbagai kota dan kabupaten yang ada di Jatim.

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Monday, 08 May 2017 00:00:22

    Belajar dari Prof. Ridlwan Melalui Biografinya

    Belajar dari Prof. Ridlwan Melalui Biografinya Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya periode 2000-2009, Prof. Dr. H. Ridlwan Nasir, MA, Sabtu pagi (6/5) meluncurkan biografinya. Buku setebal 370 halaman ini merekam perjalanan hidupnya hingga usia ke 66 tahun.

    read more

Info Tabloid bB

  • Friday, 31 July 2015 13:16:10

    Tabloid bB Edisi Juli 2015

    Tabloid bB Edisi Juli 2015 Untuk Edisi Juli 2015, redaksi Tabloid blokBojonegoro ingin menyajikan beberapa hal yang baru, terutama di halaman Investigasi. Dengan tema besar “Awasi Air Saat Musim Kering”…

    read more