17:00 . DPU Angkat Bicara Soal Jembatan Trucuk dan Jalan Rusak   |   16:00 . Joget 'Holic' Ramaikan Kampanye Akbar Paslon 3   |   15:00 . Agar Kampanye Nyaman, Simpatisan Diperiksa   |   14:00 . PMI Kerahkan Relawan Tim Medis Saat Kampanye   |   13:00 . Pertahankan Tradisi, Ada Ketupat di Pintu Rumah Warga Bubulan   |   12:00 . Minggu Besok, KPU Target Distribusi Logistik Selesai   |   11:00 . Hari Ini KPUD Distribusikan Logistik untuk 11 Kecamatan   |   10:00 . Pencinta Skateboard Keliling Jalan Protokol   |   09:00 . Dinas Perdagangan Klaim Stok LPG Aman   |   08:00 . Mendekati Pilkada, PMII Bojonegoro Ajak Bijak Gunakan Medsos   |   07:00 . 8 Hal yang Tanpa Disadari Membuat Kita Mudah Stres   |   23:00 . Harga Elpiji Capai Rp40 Ribu, Disdag Nilai Ada Oknum Nakal   |   22:00 . Dua Pangkalan Elpiji Nakal Disanksi Disperindag   |   21:00 . Lapar...!! Singgah Aja di Bang Bara Timur SPBU Balen    |   20:00 . Harga Semua Jenis Daging Ayam Turun   |  
Fri, 22 June 2018
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Sunday, 10 September 2017 19:00:46

Musik Lesung Tanjungharjo

Melalui Lesung, Berharap Desa Dikenal Dunia

Melalui Lesung, Berharap Desa Dikenal Dunia

Pengirim: Pemuda Tanjungharjo

blokBojonegoro.com - Para pendahulu telah meninggalkan adat dan norma kehidupan yang berbudi luhur. Nilai-nilai yang mereka tinggalkan disampaikan melalui produk seni dan budaya. Termasuk seni musik lesung. Jenis musik perkusi bagi kehidupan masyarakat agraris.

Lesung merupakan alat giling atau tumbuk padi tradisional. Dari lesung masyarakat berpenghidupan. Dari lesung anak-anak mendapatkan makanan. Dan dari lesung pula aneka racikan bumbu diolah, untuk kemudian disantap.

Untuk menggiling dari padi diperlukan alu. Sebuah kayu berbentuk silinder yang fungsinya menghancurkan sekam padi, agar berasnya keluar. Alu yang dipukul-pukulkan pada lesung itu menghasilkan bunyi-bunyian elok nan menghanyutkan suasana.

Bunyi-bunyian tersebut kemudian diramu menjadi lagu. Terdapat lagu-lagu khas pada musik lesung. Ada yang berjudul jangan menir. Ada pula yang berjudul bluluk ceblok. Sesuatu yang sangat akrab dengan masyarakat desa.

Tidak diketahui secara pasti kapan tradisi musik lesung dilahirkan. Seperti di Desa Tanjungharjo Kecamatan Kapas. Gerusan zaman membuat musik lesung di kampung salaknitu tidak punya generasi. Satu-satunya yang masih eksis adalah grup musik lesung Jumengglung.

"Sangat jarang ada panggung yang disediakan untuk musik lesung. Yang bisa kita lakukan biasanya pada moment perayaan kemerdekaan seperti saat ini," ujar pelestari musik lesung, Fahrur Rozi.

Dirinya mengaku prihatin jika musik lesung harus hilang ditelan zaman. Dia mengatakan pemain musik lesung biasanya adalah perempuan. Terdiri dari 5 hingga 7 ibu-ibu dengan alu di tangannya. Hal ini tak lepas dari ajaran agama, bahwa penyangga agama dan negara adalah perempuan.

Keprihatinan Fahrur berawal dari satu bibinya yang merupakan pemain musik lesung. Dibutuhkan ketelitian, imbuh Fahrur, dalam menabuh alat dari kayu jati itu. Masing-masing penabuh memainkan ketukan dan tempo yang berbeda.

Ke depan dirinya hendak mempersiapkan para pemuda agar mau belajar. Karena jika tidak ada penerus musik tradisional tersebut bisa lenyap. Dan dibutuhkan kolaborasi dengan alat musik lain agar musik lesung penyajiannya lebih menarik.

"Beberapa lagu khas lesung sudah kita inventarisir. Kami masih berupaya melibatkan pemuda agar sajiannya kian menarik, misalnya dikolaborasikan dengan keyboard, gitar dan kontrabas," sambung Fahrur Rozi.

Fahrur Rozi beranggapan bahwa musik lesung adalah produk nyata peradaban desa. Dan jika dikemas dengan baik dan menarik, bisa jadi dapat membuat desanya dikenal dunia. 


Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Video bB

Redaksi

  • Friday, 15 June 2018 01:00:00

    Selamat Hari Raya Idul Fitri

    Selamat Hari Raya Idul Fitri Tak terasa Ramadan begitu cepat waktu berlalu. Masih teringat saat salat Tarawih pertama kita, makan sahur dan berbuka puasa pertama kita.

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Info Tabloid bB

  • Friday, 31 July 2015 13:16:10

    Tabloid bB Edisi Juli 2015

    Tabloid bB Edisi Juli 2015 Untuk Edisi Juli 2015, redaksi Tabloid blokBojonegoro ingin menyajikan beberapa hal yang baru, terutama di halaman Investigasi. Dengan tema besar “Awasi Air Saat Musim Kering”…

    read more