00:00 . 2018, Target Lifting Nasional 830.000 Barel per Hari   |   23:30 . Hasil Imbang, Pelatih Perseta Kecewa   |   23:00 . Ini Nama-nama Pengurus Asosiasi Media Siber Indonesia   |   22:30 . Tumpukan Jerami Bakar Kandang Sapi di Desa Katur   |   22:00 . Tahan Imbang Perseta 1-1, Persibo Lolos ke Semi Final   |   21:30 . Menit 60, Perseta Tulungagung Samakan Kedudukan   |   21:00 . 7 Menit Babak ke Dua, Sejumlah Peluang Tercipta   |   20:30 . Babak Pertama Persibo Ungguli Perseta 1-0   |   20:00 . Kiper Perseta Gagalkan Tendangan Penalti Persibo   |   19:30 . Hadapi Persibo, Perseta Turunkan Formasi 4-4-2   |   19:00 . Coach Putu: Jangan Biarkan Perseta Bermain Berkembang   |   18:30 . Rebutan Gunungan Puncak Acara Grebek Berkah   |   18:00 . Kementerian ESDM Akan Segera Legalkan Pertamini?   |   17:30 . TPPI Produksi 1,6 Juta Barel per Bulan   |   17:00 . Sambut Bulan Muharram, YPPAD Gelar Pawai Ta'aruf   |  
Thu, 21 September 2017
Jl. Brigjen Sutoyo Gg. Langgar No. 5 Desa Sukorejo, Telp 0353-3412093, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Sunday, 10 September 2017 19:00:46

Musik Lesung Tanjungharjo

Melalui Lesung, Berharap Desa Dikenal Dunia

Melalui Lesung, Berharap Desa Dikenal Dunia

Pengirim: Pemuda Tanjungharjo

blokBojonegoro.com - Para pendahulu telah meninggalkan adat dan norma kehidupan yang berbudi luhur. Nilai-nilai yang mereka tinggalkan disampaikan melalui produk seni dan budaya. Termasuk seni musik lesung. Jenis musik perkusi bagi kehidupan masyarakat agraris.

Lesung merupakan alat giling atau tumbuk padi tradisional. Dari lesung masyarakat berpenghidupan. Dari lesung anak-anak mendapatkan makanan. Dan dari lesung pula aneka racikan bumbu diolah, untuk kemudian disantap.

Untuk menggiling dari padi diperlukan alu. Sebuah kayu berbentuk silinder yang fungsinya menghancurkan sekam padi, agar berasnya keluar. Alu yang dipukul-pukulkan pada lesung itu menghasilkan bunyi-bunyian elok nan menghanyutkan suasana.

Bunyi-bunyian tersebut kemudian diramu menjadi lagu. Terdapat lagu-lagu khas pada musik lesung. Ada yang berjudul jangan menir. Ada pula yang berjudul bluluk ceblok. Sesuatu yang sangat akrab dengan masyarakat desa.

Tidak diketahui secara pasti kapan tradisi musik lesung dilahirkan. Seperti di Desa Tanjungharjo Kecamatan Kapas. Gerusan zaman membuat musik lesung di kampung salaknitu tidak punya generasi. Satu-satunya yang masih eksis adalah grup musik lesung Jumengglung.

"Sangat jarang ada panggung yang disediakan untuk musik lesung. Yang bisa kita lakukan biasanya pada moment perayaan kemerdekaan seperti saat ini," ujar pelestari musik lesung, Fahrur Rozi.

Dirinya mengaku prihatin jika musik lesung harus hilang ditelan zaman. Dia mengatakan pemain musik lesung biasanya adalah perempuan. Terdiri dari 5 hingga 7 ibu-ibu dengan alu di tangannya. Hal ini tak lepas dari ajaran agama, bahwa penyangga agama dan negara adalah perempuan.

Keprihatinan Fahrur berawal dari satu bibinya yang merupakan pemain musik lesung. Dibutuhkan ketelitian, imbuh Fahrur, dalam menabuh alat dari kayu jati itu. Masing-masing penabuh memainkan ketukan dan tempo yang berbeda.

Ke depan dirinya hendak mempersiapkan para pemuda agar mau belajar. Karena jika tidak ada penerus musik tradisional tersebut bisa lenyap. Dan dibutuhkan kolaborasi dengan alat musik lain agar musik lesung penyajiannya lebih menarik.

"Beberapa lagu khas lesung sudah kita inventarisir. Kami masih berupaya melibatkan pemuda agar sajiannya kian menarik, misalnya dikolaborasikan dengan keyboard, gitar dan kontrabas," sambung Fahrur Rozi.

Fahrur Rozi beranggapan bahwa musik lesung adalah produk nyata peradaban desa. Dan jika dikemas dengan baik dan menarik, bisa jadi dapat membuat desanya dikenal dunia. 


Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Video bB

Redaksi

  • Friday, 25 August 2017 14:30:19

    Jambore Nasional Revolusi Mental di Solo

    GM bB Hadir Diundang Kajari Surabaya

    Jambore Nasional Revolusi Mental di Solo, Jawa Tengah yang dimulai Jumat (25/8/2017) berlangsung meriah. Bahkan, jalanan di kota asal Presiden Republik Indonesia Joko Widodo tersebut sampai macet total.

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Sunday, 17 September 2017 22:00:51

    Laporan dari Tiongkok (3)

    Mengunjungi Masjid Jujukan Presiden RI di Beijing

    Mengunjungi Masjid Jujukan Presiden RI di Beijing Di sela-sela mengikuti The 22ND Annual Conference And General Meeting Of The International Association Of Presecutors di Beijing, Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya, Didik Farkhan Alisyahdi menyempatkan diri berkunjung ke Masjid Niu Jie. Masjid yang pernah dikunjungi dua presiden RI ketika melakukan kunjungan kenegaraan ke…

    read more

Info Tabloid bB

  • Friday, 31 July 2015 13:16:10

    Tabloid bB Edisi Juli 2015

    Tabloid bB Edisi Juli 2015 Untuk Edisi Juli 2015, redaksi Tabloid blokBojonegoro ingin menyajikan beberapa hal yang baru, terutama di halaman Investigasi. Dengan tema besar “Awasi Air Saat Musim Kering”…

    read more