07:00 . 'Pelakor' Jadi Tren, Apa Kata Riset tentang Fenomena Ini?   |   22:00 . Peringati HPN, PWI Bojonegoro Ajak Masyarakat Bersalawat   |   21:00 . Chek Dam Bocor, 3 RT di Sarangan Kebanjiran   |   20:00 . Jual Mobil Lising, Warga Malo Masuk Bui   |   19:00 . Siswa Luar Daerah Perketat Persaingan Olimpiade Matematika IKIP   |   18:00 . Ketua DPRD Kosong, Wawan Digantikan Agung   |   17:00 . 3836 Petani Sudah Ikut Asuransi Pertanian   |   16:00 . GTT Segera Terima SK, PTT Masih Tak Jelas?   |   15:00 . Pemerintah Dander Akan Lakukan Normalisasi Sungai   |   14:00 . Genangi Hektaran Lahan Padi, Petani Terancam Gagal Panen   |   13:00 . 170 Guru di Bojonegoro Ikuti Seminar PTK   |   12:00 . Tak Mampu Tahan Derasnya Air, Tanggul Sambiroto Jebol   |   11:00 . Pemasangan APK Tunggu Desain dari KPU   |   10:00 . Tauwa, Minuman Nikmat, Hangat Segarkan Badan   |   09:00 . Ayo...! Berselawat Bareng Ustad M. Ridwan Asyfi dan Kang Prabu   |  
Mon, 26 February 2018
Jl. Brigjen Sutoyo Gg. Langgar No. 5 Desa Sukorejo, Telp 0353-3412093, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Wednesday, 07 February 2018 23:00:17

Puskesmas Baureno Sosialisasikan ORI Difteri di MA Darul Ulum

Puskesmas Baureno Sosialisasikan ORI Difteri di MA Darul Ulum

Pengirim : Sri Indah Setyowati

blokBojonegoro.com -
Puskesmas Baureno melakukan sosialisasi di MA Darul Ulum Pasinan Baureno, yang bertemakan Outbreaks Response Immunization (ORI) Difteri , Rabu, (07/02/2018),. Hal itu dilakukan, untuk menanggulangi wabah penyakit difteri, mengingat semakin meluasnya penyebaran bakteri corynebacterium diptheriae yang menjadi akar dari penyakit yang mematikan ini.

Sosialisasi yang dimulai pada pukul 10.30 WIB dan selesai pada pukul 12.15 WIB ini, berlangsung dengan tertib yang diikuti oleh bapak dan ibu guru MA Darul Ulum serta beberapa pihak dari puskesmas, yang dimulai dengan pengenalan mengenai penyakit difteri , gejala, penyebab, cara pencegahan, hingga pengobatan bagi seseorang yang telah terdiagnosa positiv terkena difteri ini.Selain di sekolah, lokasi pelayanan juga sering diadakan di posyandu, puskesmas, pondok pesantren, dan pos" kesehatan lainnya.

Menurut pihak Puskesmas, dr. Luki Imroah,  menjelaskan, [enyakit difteri merupakan penyakit akut yang menyerang saluran pernafasan, seperti faring, laring, dengan gejala spesifik dengan timbulnya membran / selaput berwarna putih yang biasanya berada di langit -langit rongga mulut.

"Bahkan bisa juga menginfeksi conjunctiva( selaput mata) dan vagina, yang merupakan tempat-tempat yang sangat sensitiv," jelas Luki.

Difteri pernah menjadi penyakit yang viral di masyarakat karena penyakit ini sangat mudah menular, bisa melalui kontak langsung, ataupun tak langsung dengan penderita.

Gejala awal jika seseorang telah terdiagnosa terkena penyakit difteri adalah seperti demam, rasa nyeri, hidung berair, dan ciri yang paling signifikan adalah adanya selaput putih pada saluran pernafasan.

"Penyakit ini bisa menyerang anak-anak dalam rentang usia 0 sampai 19 tahun. Tetapi yang paling rentan terkena penyakit ini adalah anak-anak dibanding dengan remaja," imbuhnya.

Dampak yang di timbulkan dari penyakit difteri ini bisa dibilang sangat mengerikan yaitu bisa menyumbat saluran pernafasan, kelumpuhan otot jantung, bahkan yang sudah akut bisa menyebabkan kematian. Dan ketika seseorang sudah terbukti pisitiv mengidap difteri hal yang harus dilakukan pertama kali adalah datang ke pos-pos pelayanan terdekat seperti puskesmas, kemudian di rujuk di rumah sakit, dan untuk menjaga agar tidak menular ke orang lain, penderita tidak boleh berinteraksi secara langsung dengan orang-orang di sekitarnya, karena dikhawatirkan akan memperbesar resiko penularan.

Seperti kata pepatah lebih baik mencegah daripada mengobati, ini ada beberapa tips atau cara yang bisa diterapkan untuk mencegah agar tidak terkena penyakit yang mengancam generasi bangsa tercinta kita ini. Seperti PHBS ( Perilaku Hidup Bersih dan Sehat ), memakan makanan yang bergizi khususnya yang memenuhi syarat 4 sehat 5 sempurna, tidak meludah di sembarang tempat, dan olahraga yang teratur. "Serta selalu biasakan berinteraksi dengan sesama," lanjut Luki.
         
Di Bojonegoro kasus difteri bisa dibilang terus membaik, pasalnya di tahun 2016 terdapat 6 kasus, 2017 tidak ada kasus sama sekali, dan kemudian pada tahun 2018 ini ditemukan 1 kasus. Hal ini terjadi kebanyakan dikarenakan karena si penderita tidak pernah imunisasi, atau sudah imunisasi tetapi menggunakan vaksin palsu.

Karena begitu urgennya proses pencegahan tersebarnya bakteri penyakit ini, maka sebaiknya kita selalu waspada, kenali lingkungan hidup kita, dan selalu terapkan pola hidup sehat, karena kesehatan adalah sebuah aset yang sangat berharga yang tidak kita kenali, kecuali jika ia telah tiada lagi.

*Penulis adalah anggota OSIS MA Darul Ulum Pasinan Baureno.


bB-GtS

Video bB

Redaksi

  • Wednesday, 07 February 2018 12:00:00

    Joe Jadi GM dan Yazid Promosi ke Pemred

    Joe Jadi GM dan Yazid Promosi ke Pemred Setelah blokTuban.com melakukan penyegaran, Blok Media Group kembali menggelar reorganisasi dan kini giliran blokBojonegoro.com. Pucuk pimpinan media online terpandang di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya itu resmi berganti.

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Info Tabloid bB

  • Friday, 31 July 2015 13:16:10

    Tabloid bB Edisi Juli 2015

    Tabloid bB Edisi Juli 2015 Untuk Edisi Juli 2015, redaksi Tabloid blokBojonegoro ingin menyajikan beberapa hal yang baru, terutama di halaman Investigasi. Dengan tema besar “Awasi Air Saat Musim Kering”…

    read more