19:00 . Tingkatkan Kaderisasi, PAC IPNU-IPPNU Gelar Makesta   |   18:00 . Hujan Lebat, Tim Rukyat Bojonegoro Gagal Melihat Hilal   |   17:00 . Ikuti, 'Jejak Sang Penyebar Islam'   |   16:00 . Sambut Bulan Ramadhan, Tanamkan Jiwa Berbagi pada Siswa   |   15:00 . Tari Sufi dan Hadrah, Meriahkan Purna Siswa MIN Kepatihan   |   14:00 . Darurat, Bojonegoro Siapkan Raperda Kepemudaan   |   13:00 . Siswi MI Bojonegoro Juara 1 Bulutangkis   |   12:00 . Santunan Jasa Raharja Naik Per Juli Mendatang   |   11:00 . Polres Bojonegoro Siapkan Personel Amankan Ramadhan   |   10:00 . Hobi Sejak Kecil, Kini Bisa Jadi Rupiah   |   09:00 . Anggaran Dikurangi, DPU Sedikit Perbaiki Jalan   |   08:00 . Jelang Puasa, Pedagang Bunga Boreh Raup Untung   |   07:00 . 4 Tahap Latihan Olahraga di Bulan Ramadhan   |   06:00 . Usai Dibangun, Tersedia 480 Lapak di Pasar Kalitidu   |   22:00 . Satpol PP Tertibkan Banner Salahi Aturan   |  
Fri, 26 May 2017
Jl. Brigjen Sutoyo Gg. Salafiyah No. 5 Desa Sukorejo, Telp 0353-3412093, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Thursday, 18 May 2017 17:00:00

Harga Minyak Dunia Turun, Ini Upaya Pertamina EP Asset 4

Harga Minyak Dunia Turun, Ini Upaya Pertamina EP Asset 4

Reporter: Mochamad Nur Rofiq / blokTuban.com

blokBojonegoro.com - Menurunnya harga minyak dunia secara terus menerus jelas memberi dampak negatif bagi perekonomian Indonesia. Khususnya target rencana kerja eksplorasi minyak dan gas (migas) di Nusantara.

Menurut Field Manager PT Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, Agus Amperianto, ada tiga dampak utama yang akan dirasakan Indonesia secara umum. Diantaranya, pertama, terjadinya penurunan kinerja ekspor. Nilai ekspor migas sampai saat ini masih dominan dalam total nilai ekspor Indonesia.

Dampak kedua, terkait penurunan realisasi penerimaan pemerintah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Kata dia, penerimaan hasil migas bagaimanapun masih merupakan salah satu sumber utama penerimaaan Negara.

Dampak ketiga dari penurunan harga minyak yang terus menerus, yaitu penurunan realisasi penerimaan pemerintah dalam APBN dari pajak penghasilan (PPh) minyak dan gas.

"Secara umum, kondisi ini berpengaruh terhadap dunia," jelas Agus, sapaan akrab mantan Humas Pertamina Pusat itu, Kamis (18/5/2017).

Kendati begitu, bagi Pertamina EP Asset 4 Field Cepu sendiri, harus pandai mengambil momen untuk bisa tetap melanjutkan rencana kerja, dengan prinsip yang effektif dan effisien. Perusahaan plat merah itu tetap aktif melanjutkan upaya-upaya pencarian migas di Kabupaten Tuban, untuk memenuhi cadangan energi di bumi pertiwi.

Terbukti, Pertamina EP Asset 4 tetap mengeksplor dan memproduksi minyak di lapangan Tapen, Kecamatan Senori, Albatros Putih di Jamprong, Kenduruan Tuban. Bahkan untuk menambah pendapatan minyak pihaknya juga mencoba keberuntungan di lapangan Pecuk, Lamongan.

"Meski belum optimal hasilnya, setidaknya kami tetap hadir untuk berupaya menyediakan energi Negeri," pungkasnya. [rof/rom]

Video bB

Redaksi

  • Saturday, 06 May 2017 21:00:00

    2 Reporter blokMedia Group Ikuti UKW di Blitar

    2 Reporter blokMedia Group Ikuti UKW di Blitar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur, menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW), Sabtu (6/5/2017). Bertempat di Gedung Koesoema Wicitra, Kota Blitar, UKW diikuti sebanyak 47 wartawan online, cetak, televisi dan radio dari berbagai kota dan kabupaten yang ada di Jatim.

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Monday, 08 May 2017 00:00:22

    Belajar dari Prof. Ridlwan Melalui Biografinya

    Belajar dari Prof. Ridlwan Melalui Biografinya Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya periode 2000-2009, Prof. Dr. H. Ridlwan Nasir, MA, Sabtu pagi (6/5) meluncurkan biografinya. Buku setebal 370 halaman ini merekam perjalanan hidupnya hingga usia ke 66 tahun.

    read more

Info Tabloid bB

  • Friday, 31 July 2015 13:16:10

    Tabloid bB Edisi Juli 2015

    Tabloid bB Edisi Juli 2015 Untuk Edisi Juli 2015, redaksi Tabloid blokBojonegoro ingin menyajikan beberapa hal yang baru, terutama di halaman Investigasi. Dengan tema besar “Awasi Air Saat Musim Kering”…

    read more