15:00 . Pelanggan Nonsubsidi Bisa Beralih ke Subsidi   |   14:00 . Pajak Kos untuk Meningkatkan Pendapatan   |   13:00 . Hanya Ada 35 Tempat Kos yang Terdata Bappeda   |   12:00 . Untuk Promosi, Senam Perwosi Digelar di Tempat Wisata   |   11:00 . Serunya Senam Perwosi di Atas Angin   |   10:00 . Kedelai, Jagung dan Kacang Tanah Pilihan Petani Dander   |   09:00 . 4 Laga Kandang Diharapkan Bisa Petik Poin Penuh   |   08:00 . Semua SPBU Akan Diwajibkan Jual Premium   |   07:00 . 5 Cara Bekerja Lebih Cerdas   |   23:00 . Inilah 20 Pemenang Lomba Desain Batik Gayam   |   22:00 . Kuswiyanto Hadiri Sedekah Bumi di Plimping   |   21:00 . Hasil Seleksi, Coach Putu Baru Kantongi 2 Pemain Baru   |   20:00 . Putaran Dua, Coach Putu Coret 4 Pemain Persibo   |   19:00 . PSP Purwosari Ungguli Persibo Seleksi   |   18:30 . Inilah Jadwal Persibo di Putaran 2 Liga 3   |  
Sat, 22 July 2017
Jl. Brigjen Sutoyo Gg. Salafiyah No. 5 Desa Sukorejo, Telp 0353-3412093, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Saturday, 15 July 2017 14:00:00

Meski Dirasa Telat, Petani Kanor Tetap Tanam Tembakau

Meski Dirasa Telat, Petani Kanor Tetap Tanam Tembakau

Reporter: Maratus Shofifah

blokBojonegoro.com - Di pertengahan Bulan Juli ini, sejumlah petani di Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro mulai beralih menanam tembakau, sebelumnya hampir semua petani menanam padi. Hal ini dilakukan agar lahan persawahan tidak kosong saat kemarau dan minim air.

"Ini sudah mulai tebar bibit," kata salah satu petani asal Desa Sumberwangi, Kecamatan Kanor, Yusuf (45).

Menurutnya, menanam tembakau di tahun ini memang sedikit telat dari prediksi awal, karena musim hujan yang masih terus menguyur Kabupaten Bojonegoro, sebab biasanya di bulan Juni tanam tembakau sudah dimulai.

"Biasanya akhir Juni sudah tanam, ini sampai pertengahan Juli," ujarnya kepada blokBojonegoro.com.

Menanam tembakau saat curah hujan masih tinggi, menurut Yufus cukup berisiko, sebab tanaman bisa saja ambruk terkena guyuran hujan, atau malah mati karena terlalu banyak air yang akhirnya bibit membusuk. "Tiga hari lalu hujan juga masih turun, tetapi kalau nekat masih menanam padi di pertengahan ini maka nanti akan kesulitan air," imbuhnya.

Senada diungkap petani lain, Parman (46), sawah miliknya memang memiliki pola tanam padi dan tembakau. Di musim kemarau seperti ini ia memang memilih menanam tembakau dibanding menaman palawija seperti jagung, mentimum, kacang, dan lain-lain. Sebab, menanam tembakau dirasa lebih menguntungkan dibanding menaman yang lainnya.

"Lahan persawahan yang jauh dari sungai bengawan solo sulit untuk menanam padi terus," terangnya. [ifa/mu]


Ekonomi & Migas

Video bB

Redaksi

  • Friday, 07 July 2017 22:00:33

    YSP dan Blokers Peduli Serahkan Bantuan Kepada Ibu Naf'an

    YSP dan Blokers Peduli Serahkan Bantuan Kepada Ibu Naf'an Dana yang terkumpul dari para Blokers (Sebutan para pembaca blokBojonegoro.com) hasil kerja sama blokBojonegoro.com dengan Yayasan Sedulur Pena (YSP) diberikan kepada Srimaningsih (Ibu Naf'an). Rencananya, bantuan tersebut akan digunakan untuk berobat Anis, yang tidak lain adalah adik kandung dari Naf'an.

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Info Tabloid bB

  • Friday, 31 July 2015 13:16:10

    Tabloid bB Edisi Juli 2015

    Tabloid bB Edisi Juli 2015 Untuk Edisi Juli 2015, redaksi Tabloid blokBojonegoro ingin menyajikan beberapa hal yang baru, terutama di halaman Investigasi. Dengan tema besar “Awasi Air Saat Musim Kering”…

    read more