15:00 . Umar: Pemain Persekabpas Lebih Matang Dibanding Persibo   |   14:00 . Laga Semi Final Digelar di Stadion Brawijaya Kediri   |   13:00 . Puluhan GPAI SMA/SMK Serahkan Administrasi TPP   |   12:00 . Sebelum Terbit SP, Warga Tak Terima Sosialisasi   |   11:00 . Polres Belum Temukan PCC Beredar di Bojonegoro   |   10:00 . Warga Sukorejo Gang PJKA Terancam Digusur   |   09:00 . Panwaskab Mulai Buka Pendaftaran Panwascam   |   08:00 . Daftar ke Demokrat, Bunda Ana Diiringi Lagu Yahlalwathon   |   07:00 . Ini Dia Manfaat yang Bisa Kamu Rasakan Kalau Tidur Tanpa Busana   |   06:00 . Lahan Tebu di Baureno Terbakar, 4 Mobil Damkar Diturunkan   |   05:00 . Menjaga Kontribusi Migas untuk Pasokan Energi Nasional   |   00:00 . Harga Minyak Dunia Naik 2 Persen, Catatkan Rekor Keuntungan   |   23:00 . Deklarasi Kampung Silat Disambut Positif Pengurus Rumah Adat   |   22:00 . Kegiatan Arisan Positif, KA2MS Santuni Yatim Piatu   |   21:00 . Dokumen Instansi Dominasi Pengiriman Kantor Pos   |  
Fri, 22 September 2017
Jl. Brigjen Sutoyo Gg. Langgar No. 5 Desa Sukorejo, Telp 0353-3412093, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Saturday, 15 July 2017 14:00:00

Meski Dirasa Telat, Petani Kanor Tetap Tanam Tembakau

Meski Dirasa Telat, Petani Kanor Tetap Tanam Tembakau

Reporter: Maratus Shofifah

blokBojonegoro.com - Di pertengahan Bulan Juli ini, sejumlah petani di Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro mulai beralih menanam tembakau, sebelumnya hampir semua petani menanam padi. Hal ini dilakukan agar lahan persawahan tidak kosong saat kemarau dan minim air.

"Ini sudah mulai tebar bibit," kata salah satu petani asal Desa Sumberwangi, Kecamatan Kanor, Yusuf (45).

Menurutnya, menanam tembakau di tahun ini memang sedikit telat dari prediksi awal, karena musim hujan yang masih terus menguyur Kabupaten Bojonegoro, sebab biasanya di bulan Juni tanam tembakau sudah dimulai.

"Biasanya akhir Juni sudah tanam, ini sampai pertengahan Juli," ujarnya kepada blokBojonegoro.com.

Menanam tembakau saat curah hujan masih tinggi, menurut Yufus cukup berisiko, sebab tanaman bisa saja ambruk terkena guyuran hujan, atau malah mati karena terlalu banyak air yang akhirnya bibit membusuk. "Tiga hari lalu hujan juga masih turun, tetapi kalau nekat masih menanam padi di pertengahan ini maka nanti akan kesulitan air," imbuhnya.

Senada diungkap petani lain, Parman (46), sawah miliknya memang memiliki pola tanam padi dan tembakau. Di musim kemarau seperti ini ia memang memilih menanam tembakau dibanding menaman palawija seperti jagung, mentimum, kacang, dan lain-lain. Sebab, menanam tembakau dirasa lebih menguntungkan dibanding menaman yang lainnya.

"Lahan persawahan yang jauh dari sungai bengawan solo sulit untuk menanam padi terus," terangnya. [ifa/mu]


Ekonomi & Migas

Video bB

Redaksi

  • Friday, 25 August 2017 14:30:19

    Jambore Nasional Revolusi Mental di Solo

    GM bB Hadir Diundang Kajari Surabaya

    Jambore Nasional Revolusi Mental di Solo, Jawa Tengah yang dimulai Jumat (25/8/2017) berlangsung meriah. Bahkan, jalanan di kota asal Presiden Republik Indonesia Joko Widodo tersebut sampai macet total.

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Sunday, 17 September 2017 22:00:51

    Laporan dari Tiongkok (3)

    Mengunjungi Masjid Jujukan Presiden RI di Beijing

    Mengunjungi Masjid Jujukan Presiden RI di Beijing Di sela-sela mengikuti The 22ND Annual Conference And General Meeting Of The International Association Of Presecutors di Beijing, Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya, Didik Farkhan Alisyahdi menyempatkan diri berkunjung ke Masjid Niu Jie. Masjid yang pernah dikunjungi dua presiden RI ketika melakukan kunjungan kenegaraan ke…

    read more

Info Tabloid bB

  • Friday, 31 July 2015 13:16:10

    Tabloid bB Edisi Juli 2015

    Tabloid bB Edisi Juli 2015 Untuk Edisi Juli 2015, redaksi Tabloid blokBojonegoro ingin menyajikan beberapa hal yang baru, terutama di halaman Investigasi. Dengan tema besar “Awasi Air Saat Musim Kering”…

    read more