07:00 . 'Pelakor' Jadi Tren, Apa Kata Riset tentang Fenomena Ini?   |   22:00 . Peringati HPN, PWI Bojonegoro Ajak Masyarakat Bersalawat   |   21:00 . Chek Dam Bocor, 3 RT di Sarangan Kebanjiran   |   20:00 . Jual Mobil Lising, Warga Malo Masuk Bui   |   19:00 . Siswa Luar Daerah Perketat Persaingan Olimpiade Matematika IKIP   |   18:00 . Ketua DPRD Kosong, Wawan Digantikan Agung   |   17:00 . 3836 Petani Sudah Ikut Asuransi Pertanian   |   16:00 . GTT Segera Terima SK, PTT Masih Tak Jelas?   |   15:00 . Pemerintah Dander Akan Lakukan Normalisasi Sungai   |   14:00 . Genangi Hektaran Lahan Padi, Petani Terancam Gagal Panen   |   13:00 . 170 Guru di Bojonegoro Ikuti Seminar PTK   |   12:00 . Tak Mampu Tahan Derasnya Air, Tanggul Sambiroto Jebol   |   11:00 . Pemasangan APK Tunggu Desain dari KPU   |   10:00 . Tauwa, Minuman Nikmat, Hangat Segarkan Badan   |   09:00 . Ayo...! Berselawat Bareng Ustad M. Ridwan Asyfi dan Kang Prabu   |  
Mon, 26 February 2018
Jl. Brigjen Sutoyo Gg. Langgar No. 5 Desa Sukorejo, Telp 0353-3412093, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Saturday, 15 July 2017 14:00:00

Meski Dirasa Telat, Petani Kanor Tetap Tanam Tembakau

Meski Dirasa Telat, Petani Kanor Tetap Tanam Tembakau

Reporter: Maratus Shofifah

blokBojonegoro.com - Di pertengahan Bulan Juli ini, sejumlah petani di Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro mulai beralih menanam tembakau, sebelumnya hampir semua petani menanam padi. Hal ini dilakukan agar lahan persawahan tidak kosong saat kemarau dan minim air.

"Ini sudah mulai tebar bibit," kata salah satu petani asal Desa Sumberwangi, Kecamatan Kanor, Yusuf (45).

Menurutnya, menanam tembakau di tahun ini memang sedikit telat dari prediksi awal, karena musim hujan yang masih terus menguyur Kabupaten Bojonegoro, sebab biasanya di bulan Juni tanam tembakau sudah dimulai.

"Biasanya akhir Juni sudah tanam, ini sampai pertengahan Juli," ujarnya kepada blokBojonegoro.com.

Menanam tembakau saat curah hujan masih tinggi, menurut Yufus cukup berisiko, sebab tanaman bisa saja ambruk terkena guyuran hujan, atau malah mati karena terlalu banyak air yang akhirnya bibit membusuk. "Tiga hari lalu hujan juga masih turun, tetapi kalau nekat masih menanam padi di pertengahan ini maka nanti akan kesulitan air," imbuhnya.

Senada diungkap petani lain, Parman (46), sawah miliknya memang memiliki pola tanam padi dan tembakau. Di musim kemarau seperti ini ia memang memilih menanam tembakau dibanding menaman palawija seperti jagung, mentimum, kacang, dan lain-lain. Sebab, menanam tembakau dirasa lebih menguntungkan dibanding menaman yang lainnya.

"Lahan persawahan yang jauh dari sungai bengawan solo sulit untuk menanam padi terus," terangnya. [ifa/mu]


Ekonomi & Migas

Video bB

Redaksi

  • Wednesday, 07 February 2018 12:00:00

    Joe Jadi GM dan Yazid Promosi ke Pemred

    Joe Jadi GM dan Yazid Promosi ke Pemred Setelah blokTuban.com melakukan penyegaran, Blok Media Group kembali menggelar reorganisasi dan kini giliran blokBojonegoro.com. Pucuk pimpinan media online terpandang di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya itu resmi berganti.

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Info Tabloid bB

  • Friday, 31 July 2015 13:16:10

    Tabloid bB Edisi Juli 2015

    Tabloid bB Edisi Juli 2015 Untuk Edisi Juli 2015, redaksi Tabloid blokBojonegoro ingin menyajikan beberapa hal yang baru, terutama di halaman Investigasi. Dengan tema besar “Awasi Air Saat Musim Kering”…

    read more