15:00 . Dua Kades Ditahan, DPMD Tunggu Surat Resmi   |   14:00 . Ratusan Siswa SD Dua Kecamatan Terima PIP di GOR SMT   |   13:30 . Inilah 4 Tantangan Integritas di Pilgub Jatim   |   13:00 . Pilgub Jatim Minim Sara, Tapi Waspada Isu Gender   |   12:00 . Antisipasi Isu Sara, Pilgub Jatim Jangan Seperti DKI   |   11:00 . Jika Disetujui, UMK Bojonegoro Rp.1.720.000   |   10:00 . Isu Sara Bisa Kalahkan Kompetensi   |   09:00 . Warga Kalitidu Tenggelam Ditemukan di Bendungan Gerak   |   08:00 . Gandeng Pita Merah, Kartar Bojonegoro Roadshow Sosialisasi HIV-AIDS   |   07:00 . Sering Panas di Dada dan Mulut Terasa Pahit? Itu Bukan Maag, tetapi...   |   00:00 . Pertama Datang di Bojonegoro, Afgan Berharap Bisa Kembali   |   23:30 . Spesial, Lagu 'X' Dinyanyikan Perdana di Bojonegoro   |   23:00 . 'Katakan Tidak' Menjadi Lagu Pembuka Afgan   |   22:00 . UMK Jatim Tahun 2017 Digedok, Tertinggi Kota Surabaya   |   21:00 . Afgan Bakal Hibur Penonton di Ultah Pertama GoFun   |  
Mon, 20 November 2017
Jl. Brigjen Sutoyo Gg. Langgar No. 5 Desa Sukorejo, Telp 0353-3412093, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Saturday, 15 July 2017 14:00:00

Meski Dirasa Telat, Petani Kanor Tetap Tanam Tembakau

Meski Dirasa Telat, Petani Kanor Tetap Tanam Tembakau

Reporter: Maratus Shofifah

blokBojonegoro.com - Di pertengahan Bulan Juli ini, sejumlah petani di Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro mulai beralih menanam tembakau, sebelumnya hampir semua petani menanam padi. Hal ini dilakukan agar lahan persawahan tidak kosong saat kemarau dan minim air.

"Ini sudah mulai tebar bibit," kata salah satu petani asal Desa Sumberwangi, Kecamatan Kanor, Yusuf (45).

Menurutnya, menanam tembakau di tahun ini memang sedikit telat dari prediksi awal, karena musim hujan yang masih terus menguyur Kabupaten Bojonegoro, sebab biasanya di bulan Juni tanam tembakau sudah dimulai.

"Biasanya akhir Juni sudah tanam, ini sampai pertengahan Juli," ujarnya kepada blokBojonegoro.com.

Menanam tembakau saat curah hujan masih tinggi, menurut Yufus cukup berisiko, sebab tanaman bisa saja ambruk terkena guyuran hujan, atau malah mati karena terlalu banyak air yang akhirnya bibit membusuk. "Tiga hari lalu hujan juga masih turun, tetapi kalau nekat masih menanam padi di pertengahan ini maka nanti akan kesulitan air," imbuhnya.

Senada diungkap petani lain, Parman (46), sawah miliknya memang memiliki pola tanam padi dan tembakau. Di musim kemarau seperti ini ia memang memilih menanam tembakau dibanding menaman palawija seperti jagung, mentimum, kacang, dan lain-lain. Sebab, menanam tembakau dirasa lebih menguntungkan dibanding menaman yang lainnya.

"Lahan persawahan yang jauh dari sungai bengawan solo sulit untuk menanam padi terus," terangnya. [ifa/mu]


Ekonomi & Migas

Video bB

Redaksi

  • Friday, 25 August 2017 14:30:19

    Jambore Nasional Revolusi Mental di Solo

    GM bB Hadir Diundang Kajari Surabaya

    Jambore Nasional Revolusi Mental di Solo, Jawa Tengah yang dimulai Jumat (25/8/2017) berlangsung meriah. Bahkan, jalanan di kota asal Presiden Republik Indonesia Joko Widodo tersebut sampai macet total.

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Sunday, 19 November 2017 08:00:24

    Pagar Nusa dan Banser Temayang Gelar Makrab, Perkuat NKRI

    Pagar Nusa dan Banser Temayang Gelar Makrab, Perkuat NKRI Minggu dini hari (19/11/2017), tepat pukul 02.35 WIB, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa dan Satkoryon BANSER Kecamatan Temayang bekerja sama adakan Malam Keakraban (MAKRAB) di halaman TPQ Manbaul Huda, Desa Buntalan, Kecamatan Temayang.

    read more

Info Tabloid bB

  • Friday, 31 July 2015 13:16:10

    Tabloid bB Edisi Juli 2015

    Tabloid bB Edisi Juli 2015 Untuk Edisi Juli 2015, redaksi Tabloid blokBojonegoro ingin menyajikan beberapa hal yang baru, terutama di halaman Investigasi. Dengan tema besar “Awasi Air Saat Musim Kering”…

    read more