20:00 . Sapa Masyarakat, Perindo Bagikan Ribuan Paket Sembako   |   19:00 . Dengan 15 Truk, KPUD Distribusikan 1.488 Logistik Pilkada   |   18:00 . Peserta Jamkesda Akan Terintegrasi dengan BPJS Kesehatan   |   17:00 . DPU Angkat Bicara Soal Jembatan Trucuk dan Jalan Rusak   |   16:00 . Joget 'Holic' Ramaikan Kampanye Akbar Paslon 3   |   15:00 . Agar Kampanye Nyaman, Simpatisan Diperiksa   |   14:00 . PMI Kerahkan Relawan Tim Medis Saat Kampanye   |   13:00 . Pertahankan Tradisi, Ada Ketupat di Pintu Rumah Warga Bubulan   |   12:00 . Minggu Besok, KPU Target Distribusi Logistik Selesai   |   11:00 . Hari Ini KPUD Distribusikan Logistik untuk 11 Kecamatan   |   10:00 . Pencinta Skateboard Keliling Jalan Protokol   |   09:00 . Dinas Perdagangan Klaim Stok LPG Aman   |   08:00 . Mendekati Pilkada, PMII Bojonegoro Ajak Bijak Gunakan Medsos   |   07:00 . 8 Hal yang Tanpa Disadari Membuat Kita Mudah Stres   |   23:00 . Harga Elpiji Capai Rp40 Ribu, Disdag Nilai Ada Oknum Nakal   |  
Sat, 23 June 2018
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Sunday, 10 September 2017 11:00:06

Petani Cabai Ngasem Keluhkan Harga Cabai Anjlok

Petani Cabai Ngasem Keluhkan Harga Cabai Anjlok

Reporter: M Safuan

blokBojonegoro.com - Hektaran sawah petani di Desa Kolong, Kecamatan Ngasem yang ditanami cabai jenis cengeh memasuki masa panen. Tanaman cabai hasil panen pun terbilang cukup bagus dan berisi. Namun, meskipun begitu para petani mengeluh harga jual cabai yang perlahan mengalami penurunan.

Bagi para petani di desa setempat, harga jual di tingkat petani terbilang cukup murah, karena per kilogramnya berkisar Rp5.000. Para petani tidak mengetahui pasti apa yang menyebabkan harga jual begitu turun.

"Sekarang lagi musim panen cabai, namun sayang harga jualnya kian hari mengalami penurunan," ujar Dasirun salah petani cabai desa setempat.

Dirinya mengaku menanam cabai karena saat itu harga cabai mahal, padahal dirinya menanam cabai ini yang pertama. Sedangkan untuk membeli bibit cabai harganya Rp70.000 per 1000 bibit.

Petani lain, Nyaminah mengaku biasanya pada musim Kemarau seperti ini sawahnya ditanami tembakau, dirinya menambahkan keinginan menanam cabai kareba petani lain yang tahun lalu mendapat keuntungan banyak.

"Tahun lalu harga cabai mencapai Rp20.000, namun panen sekarang tinggal Rp5.000 per kilonya," ucapnya sambil memetik cabai.

Dengan harga cabai yang murah tersebut biasanya petani setempat menjual di toko sembako sekitar, dan terkadang ada juga pembeli yang datang membeli secara langsung di sawah.

"Biasanya kami memetik cabai setiap 3 minggu sekali, alhamdulilah panen cabai masih laku dijual," ucapnya kepada blokBojonegoro.com. [sof/lis]


Ekonomi & Migas

Video bB

Redaksi

  • Friday, 15 June 2018 01:00:00

    Selamat Hari Raya Idul Fitri

    Selamat Hari Raya Idul Fitri Tak terasa Ramadan begitu cepat waktu berlalu. Masih teringat saat salat Tarawih pertama kita, makan sahur dan berbuka puasa pertama kita.

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Info Tabloid bB

  • Friday, 31 July 2015 13:16:10

    Tabloid bB Edisi Juli 2015

    Tabloid bB Edisi Juli 2015 Untuk Edisi Juli 2015, redaksi Tabloid blokBojonegoro ingin menyajikan beberapa hal yang baru, terutama di halaman Investigasi. Dengan tema besar “Awasi Air Saat Musim Kering”…

    read more