21:00 . EMCL dan LSM Pattiro Latih Usaha Para Kader Posyandu   |   20:00 . Meski Terendam Banjir, Warung di Sukosewu Tetap Buka   |   19:00 . Beberapa Mobil Berstiker Paslon, Para Kontraktor Dukung Anna-Wawan?   |   18:00 . Gandeng TROPIS, EMCL Kembangkan Sekolah Adiwiyata di Bojonegoro   |   17:00 . Kreatif, Warga Sidodadi Sediakan Ojek Grobak   |   16:00 . DPU Siap Cairkan Hutang Akhir Bulan Ini   |   15:30 . Banjir Panemon, Jalan Desa Sempat Lumpuh   |   15:00 . Kadisdik: LPJ BOS Harus Selesai Sebelum Bupati Lengser   |   14:30 . BPBD Kirim 750 Nasi Bungkus dan Makanan Siap Saji   |   14:00 . 3 Kecamatan Banjir Bandang, 2 Terkena Luapan Sungai   |   13:30 . Kades Sukosewu; 700 Lebih Rumah Warga Terendam Banjir   |   13:00 . Ruang Kelas Terendam, Siswa SMPN 1 Sukosewu Libur   |   12:00 . Banjir, Saatnya Berenang Gratis   |   11:00 . Kontraktor Demo Tuntut Pemkab Bayar Hutang   |   10:00 . 6 Desa di Sukosewu Terendam, Petugas Siaga   |  
Thu, 22 February 2018
Jl. Brigjen Sutoyo Gg. Langgar No. 5 Desa Sukorejo, Telp 0353-3412093, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Sunday, 10 September 2017 11:00:06

Petani Cabai Ngasem Keluhkan Harga Cabai Anjlok

Petani Cabai Ngasem Keluhkan Harga Cabai Anjlok

Reporter: M Safuan

blokBojonegoro.com - Hektaran sawah petani di Desa Kolong, Kecamatan Ngasem yang ditanami cabai jenis cengeh memasuki masa panen. Tanaman cabai hasil panen pun terbilang cukup bagus dan berisi. Namun, meskipun begitu para petani mengeluh harga jual cabai yang perlahan mengalami penurunan.

Bagi para petani di desa setempat, harga jual di tingkat petani terbilang cukup murah, karena per kilogramnya berkisar Rp5.000. Para petani tidak mengetahui pasti apa yang menyebabkan harga jual begitu turun.

"Sekarang lagi musim panen cabai, namun sayang harga jualnya kian hari mengalami penurunan," ujar Dasirun salah petani cabai desa setempat.

Dirinya mengaku menanam cabai karena saat itu harga cabai mahal, padahal dirinya menanam cabai ini yang pertama. Sedangkan untuk membeli bibit cabai harganya Rp70.000 per 1000 bibit.

Petani lain, Nyaminah mengaku biasanya pada musim Kemarau seperti ini sawahnya ditanami tembakau, dirinya menambahkan keinginan menanam cabai kareba petani lain yang tahun lalu mendapat keuntungan banyak.

"Tahun lalu harga cabai mencapai Rp20.000, namun panen sekarang tinggal Rp5.000 per kilonya," ucapnya sambil memetik cabai.

Dengan harga cabai yang murah tersebut biasanya petani setempat menjual di toko sembako sekitar, dan terkadang ada juga pembeli yang datang membeli secara langsung di sawah.

"Biasanya kami memetik cabai setiap 3 minggu sekali, alhamdulilah panen cabai masih laku dijual," ucapnya kepada blokBojonegoro.com. [sof/lis]


Ekonomi & Migas

Video bB

Redaksi

  • Wednesday, 07 February 2018 12:00:00

    Joe Jadi GM dan Yazid Promosi ke Pemred

    Joe Jadi GM dan Yazid Promosi ke Pemred Setelah blokTuban.com melakukan penyegaran, Blok Media Group kembali menggelar reorganisasi dan kini giliran blokBojonegoro.com. Pucuk pimpinan media online terpandang di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya itu resmi berganti.

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Info Tabloid bB

  • Friday, 31 July 2015 13:16:10

    Tabloid bB Edisi Juli 2015

    Tabloid bB Edisi Juli 2015 Untuk Edisi Juli 2015, redaksi Tabloid blokBojonegoro ingin menyajikan beberapa hal yang baru, terutama di halaman Investigasi. Dengan tema besar “Awasi Air Saat Musim Kering”…

    read more