19:00 . Harga Cabai Anjlok Rp2.000, Petani Meradang   |   18:00 . 7 Atlet SKI Bojonegoro Bawa Pulang 10 Medali Bupati Tuban   |   17:00 . Hujan, Jalan Penghubung Sekar-Gondang Berlumpur   |   16:00 . Dinyatakan Sembuh, Keluarga Masih Tolak Kepulangan Pelaku   |   15:00 . Kurang Atlet Mumpuni, POR SD/MI 2017 Tak Sesuai Target   |   14:00 . Lagi-lagi Open Tembakau di Bojonegoro Terbakar   |   14:00 . Bandar Judi Dadu Asal Kapas Diamankan Polsek Bubulan   |   13:00 . PLN: Penyebab 14 Tiang Listrik Roboh Karena Tanah Labil   |   12:00 . Hendak Buang Sampah, Pemilik Warkop Dihantam Kereta   |   11:00 . Belasan Tiang Listrik di Tanjungharjo Tumbang ke Persawahan   |   10:00 . Pendamping Kang PD Masih Belum Jelas   |   09:00 . 1.231 CJH 2018 Mulai Lakukan Pemberkasan   |   08:00 . Bojonegoro Baru, Tantangan Menjawab Kutukan Sumber Daya Alam?   |   07:00 . PMS Hanyalah Mitos Belaka?   |   20:00 . UMK Bojonegoro Urutan Ke-19 di Bawah Tuban dan Lamongan   |  
Wed, 22 November 2017
Jl. Brigjen Sutoyo Gg. Langgar No. 5 Desa Sukorejo, Telp 0353-3412093, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Sunday, 10 September 2017 11:00:06

Petani Cabai Ngasem Keluhkan Harga Cabai Anjlok

Petani Cabai Ngasem Keluhkan Harga Cabai Anjlok

Reporter: M Safuan

blokBojonegoro.com - Hektaran sawah petani di Desa Kolong, Kecamatan Ngasem yang ditanami cabai jenis cengeh memasuki masa panen. Tanaman cabai hasil panen pun terbilang cukup bagus dan berisi. Namun, meskipun begitu para petani mengeluh harga jual cabai yang perlahan mengalami penurunan.

Bagi para petani di desa setempat, harga jual di tingkat petani terbilang cukup murah, karena per kilogramnya berkisar Rp5.000. Para petani tidak mengetahui pasti apa yang menyebabkan harga jual begitu turun.

"Sekarang lagi musim panen cabai, namun sayang harga jualnya kian hari mengalami penurunan," ujar Dasirun salah petani cabai desa setempat.

Dirinya mengaku menanam cabai karena saat itu harga cabai mahal, padahal dirinya menanam cabai ini yang pertama. Sedangkan untuk membeli bibit cabai harganya Rp70.000 per 1000 bibit.

Petani lain, Nyaminah mengaku biasanya pada musim Kemarau seperti ini sawahnya ditanami tembakau, dirinya menambahkan keinginan menanam cabai kareba petani lain yang tahun lalu mendapat keuntungan banyak.

"Tahun lalu harga cabai mencapai Rp20.000, namun panen sekarang tinggal Rp5.000 per kilonya," ucapnya sambil memetik cabai.

Dengan harga cabai yang murah tersebut biasanya petani setempat menjual di toko sembako sekitar, dan terkadang ada juga pembeli yang datang membeli secara langsung di sawah.

"Biasanya kami memetik cabai setiap 3 minggu sekali, alhamdulilah panen cabai masih laku dijual," ucapnya kepada blokBojonegoro.com. [sof/lis]


Ekonomi & Migas

Video bB

Redaksi

  • Friday, 25 August 2017 14:30:19

    Jambore Nasional Revolusi Mental di Solo

    GM bB Hadir Diundang Kajari Surabaya

    Jambore Nasional Revolusi Mental di Solo, Jawa Tengah yang dimulai Jumat (25/8/2017) berlangsung meriah. Bahkan, jalanan di kota asal Presiden Republik Indonesia Joko Widodo tersebut sampai macet total.

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Sunday, 19 November 2017 08:00:24

    Pagar Nusa dan Banser Temayang Gelar Makrab, Perkuat NKRI

    Pagar Nusa dan Banser Temayang Gelar Makrab, Perkuat NKRI Minggu dini hari (19/11/2017), tepat pukul 02.35 WIB, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa dan Satkoryon BANSER Kecamatan Temayang bekerja sama adakan Malam Keakraban (MAKRAB) di halaman TPQ Manbaul Huda, Desa Buntalan, Kecamatan Temayang.

    read more

Info Tabloid bB

  • Friday, 31 July 2015 13:16:10

    Tabloid bB Edisi Juli 2015

    Tabloid bB Edisi Juli 2015 Untuk Edisi Juli 2015, redaksi Tabloid blokBojonegoro ingin menyajikan beberapa hal yang baru, terutama di halaman Investigasi. Dengan tema besar “Awasi Air Saat Musim Kering”…

    read more