17:00 . PPS Malo Lakukan Simulasi Pemungutan Suara   |   16:00 . AMAN Ajak Masyarakat Bojonegoro Tolak Politik Uang   |   15:00 . Hari ini Logistik Pilkada 2018 Tuntas Diditribusikan   |   14:00 . Diduga Ada Mahar, Ketua PPP Bojonegoro Pastikan Tak Ada   |   13:00 . Disperta Kembangkan Tanaman Sehat di 250 Hektare Lahan   |   12:00 . Kekeringan, Ribuan Hektare Lahan Pertanian Terancam Gagal Panen   |   11:00 . Disdikda Ajukan Kepala SD Merangkap Bisa Tanda Tangan Ijazah   |   10:00 . Usulan RKB, Hanya Tiga Madrasah Disetujui   |   09:00 . Diserbu Pembeli, Stok Ledre Banyak yang Ludes   |   07:00 . Tersenyumlah Saat Difoto Paspor   |   06:00 . Menyingkap Rahasia Pacaran   |   21:00 . H+8, Terminal Rajakwesi Dominasi Arus Keberangkatan   |   20:00 . Halal Bihalal SMK Migas Dihadiri Perusahaan Mitra Sekolah   |   19:00 . Wihadi Wiyanto Ajak Menangkan Basudewa   |   18:00 . GTT K2 Bojonegoro Berharap Lebih Diperhatikan   |  
Sun, 24 June 2018
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Monday, 12 March 2018 16:00:56

Melihat Kesibukan Perajin Gerabah di Malo

Melihat Kesibukan Perajin Gerabah di Malo

Reporter: Sutopo

blokBojonegoro.com -
Desa Rendeng, Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro terkenal dengan Wisata Edukasi Gerabahnya. Sehingga, di daerah setempat banyak warga yang memanfaatkan hal tersebut untuk mengais rezeki, salah satunya dengan cara ikut membuat kerajinan dari tanah liat itu.

"Setiap hari sibuk membuat kerajinan dari tanah liat ini," kata seorang perajin gerabah Bu Wiji kepada blokBojonegoro.com.

Wiji mengaku sangat diuntungkan dengan adanya Wisata Edukasi Gerabah yang ada di desanya tersebut. Saat ini, dirinya tengah membuat celengan berbentuk sapi dari tanah liat.

Wanita 34 tahun itu, mengaku dalam satu hari bisa membuat puluhan celengan berbentuk sapi dari tanah liat. Dengan alat seadanya, dan keahlian yang ia peroleh dari turun-temurun Wiji tampak cekatan dalam membuat celengan.

"Setiap hari bisa menghasilkan puluhan celengan, kira-kira hampir 50 biji per hari," kata ibu satu anak tersebut.

Setelah jadi berbentuk sapi, kemudian celengan-celengan itu dijemur agar kering. Selanjutnya celengan tersebut dijual ke seorang pengepul dengan harga Rp2 ribu perbiji.

Warga lain, Susi menambahkan, kebanyakan warga di daerah setempat memang menjadi pengrajin gerabah. Tak terkecuali dirinya. "Biasanya tanah yang bisa dibuat gerabah beli dari seseorang yang mengambil dari hutan sekitar," terang Susi.

Susi mengaku bisa membuat kerajinann gerabah dari orang tua terdahulu. "Bisanya tidak.langsung otodidak tapi ya perlu belajar sedikit. Tapi yang jelas keluarga saya, nenek moyang saya ahli pembuat gerabah," bebernya. [top/ito]


Ekonomi & Migas

Video bB

Redaksi

  • Friday, 15 June 2018 01:00:00

    Selamat Hari Raya Idul Fitri

    Selamat Hari Raya Idul Fitri Tak terasa Ramadan begitu cepat waktu berlalu. Masih teringat saat salat Tarawih pertama kita, makan sahur dan berbuka puasa pertama kita.

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Info Tabloid bB

  • Friday, 31 July 2015 13:16:10

    Tabloid bB Edisi Juli 2015

    Tabloid bB Edisi Juli 2015 Untuk Edisi Juli 2015, redaksi Tabloid blokBojonegoro ingin menyajikan beberapa hal yang baru, terutama di halaman Investigasi. Dengan tema besar “Awasi Air Saat Musim Kering”…

    read more