07:00 . Sebaiknya Olahraga Menjelang Berbuka Atau Setelah Berbuka Puasa?   |   23:00 . Gagal Panen, Warga Sudu Pilih Potong Padi untuk Pakan Ternak   |   22:00 . KPUK Sosialisasi Pilkada bersama GMNI   |   21:00 . Buat Mural, Curva Nord Tunjukan Persibo Masih Ada   |   20:00 . Hendak Menyeberang, Pelajar di Baureno Dihantam Sepeda Motor   |   19:00 . Pembuatan Kotak Suara Pilkada Capai 80 Persen   |   18:00 . Kurang Air, Hasil Panen Cabai Tak Maksimal   |   17:00 . Bagaimana Sikap Muslim Terhadap Non Muslim   |   16:00 . Anak Manja Ingin Berbuka, Bermain Aja di Taman Rajekwesi   |   15:00 . Stok Darah di Bojonegoro Hanya Sampai Pertengahan Puasa   |   14:00 . Efisiensi Waktu, 4 SMA Negeri Diberikan Aturan Khusus   |   13:00 . Diduga Sakit, Petani Ngraseh Meninggal Dunia di Sawah   |   12:00 . Bom Surabaya Libatkan Anak, BP3AKB Sebut; Salah Orang Tua   |   11:00 . SMA Terbagi 6 Zonasi, SMK Bebas   |   10:00 . Awal Puasa, Konsumen Barang Elektronik Meningkat   |  
Tue, 22 May 2018
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Monday, 14 May 2018 10:00:00

Petani Bawang di Sekar, Masih Andalkan Bibit dari Luar

Petani Bawang di Sekar, Masih Andalkan Bibit dari Luar

Reporter: Sutopo

blokBojonegoro.com - Meski banyak petani yang menanam bawang merah, namun sebagian besar petani di Desa Deling, Kecamatan Sekar, Kabupaten Bojonegoro, belum bisa membuat bibit sendiri.

Hampir 100 persen petani di Sekar masih menggantungkan stok bibit dari wilayah Kabupaten Nganjuk.

"Bibit bawang merah semua dari Nganjuk. Kualitasnya bagus jika dari sana," kata seorang petani, Marmoyo kepada blokBojonegoro.com, Minggu (13/5/2018).

Rata-rata, kata dia, petani di daerahnya belum tahu cara membuat bibit yang baik. Sehingga ketika mencoba menanam bawang merah dengan hasil bibit buatan petani lokal, pertumbuhan daunya tidak bagus.

Oleh karena itu, petani tak ada pilihan lain, selain membeli bibit dari Nganjuk. Meski terkadang harga bibit bawang selalu tinggi.

"Rata-rata harga bibit bawang Rp50 ribu perkilogram," tutur Marmo sapaan akrabnya.

Petani lain, Sumingkat menambahkan, sebenarnya petani di daerahnya masih kurang bimbingan terkait pembibitan bawang. Selama ini, petani di daerahnya hanya memikirkan bagaimana bawang merah bisa panen dengan baik.

"Kurang ada waktu untuk uji coba belajar bersama membuat bibit sendiri. Jadi petani di sini lebih memilih cara instan yaitu beli," jelasnya [top/mu]


Ekonomi & Migas

Video bB

Redaksi

  • Thursday, 15 March 2018 16:00:00

    PEPC Silaturahmi di Kantor Baru bB

    PEPC Silaturahmi di Kantor Baru bB Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC) mengunjungi kantor baru redaksi blokBojonegoro Media di Jalan KS. Tubun, Gang Srinayan nomor 3, Kelurahan Mojokampung, Kabupaten Bojonegoro, Kamis (15/3/2018).

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Monday, 21 May 2018 22:00:32

    KPUK Sosialisasi Pilkada bersama GMNI

    Bertepatan dengan tahun politik, serta menjelang Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada), Komisi Pemilihan Umum Kabupaten (KPUK) Bojonegoro menggelar Sosialisasi Pemilu besama Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional (GMNI) setempat.

    read more

Info Tabloid bB

  • Friday, 31 July 2015 13:16:10

    Tabloid bB Edisi Juli 2015

    Tabloid bB Edisi Juli 2015 Untuk Edisi Juli 2015, redaksi Tabloid blokBojonegoro ingin menyajikan beberapa hal yang baru, terutama di halaman Investigasi. Dengan tema besar “Awasi Air Saat Musim Kering”…

    read more