18:00 . Prospektif, Persaingan Pengembang Semakin Ketat   |   17:00 . Saat Ditemukan Bayi Masih Berwarna Putih dan Berdarah   |   16:30 . Bayi Sudah Ditemukan Sejak Pagi, Siang Baru Diangkat   |   16:00 . Didi Suryadi: Jangan Lupakan Sejarah Dalam Membangun Bangsa   |   15:00 . Cari Ikan, Warga Balen Temukan Mayat Bayi di Bengawan   |   14:00 . Laga Awal, Persibo Akan Berlaga Pada 4 Desember   |   13:00 . Puluhan Ribu Peserta Sudah Mendaftar   |   12:00 . Kang Yoto: Didiklah Anak dengan Kasih Sayang   |   11:00 . Hasil Akhir, Atlet Bojonegoro Bawa Pulang 11 Medali   |   10:00 . Dungus Surut, Debit Bengawan Mulai Turun   |   09:00 . Kesadaran Minim, 10 Orang Meninggal Akibat TB   |   08:00 . Hari ini Kemeriahan Bojonegoro Fashion Art Dimulai   |   07:00 . Inilah Cara Aquaman Membangun Ototnya   |   06:00 . Waspada, TMA Bengewan Solo Terpantau Naik   |   23:00 . Kosgoro Akan Gelar Jalan Santai Gratis   |  
Sat, 18 November 2017
Jl. Brigjen Sutoyo Gg. Langgar No. 5 Desa Sukorejo, Telp 0353-3412093, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Wednesday, 25 October 2017 15:00:00

Biadap..! Bayi Dibuang di Rumah Warga Sembung

Bayi Sempat Akan Dibuang ke Bengawan Solo

Bayi Sempat Akan Dibuang ke Bengawan Solo

Reporter: M. Yazid

blokBojonegoro.com - Pelaku pembunuhan dan pembuangan bayi di Desa Sembung Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro, EA mengakui semua perbuatannya. Sebelum jasad bayi yang dilahirkannya di kandang rumah, wanita berusia 21 tahun tersebut rencananya akan membuang darah dagingnya yang sudah tidak bernyawa itu ke Bengawan Solo.

Baca juga [Tidak Ada yang Curiga EA Adalah Tersangka]

Saat pers rilis di halaman Polres Bojonegoro, Rabu (25/10/2017), pelaku hanya tertunduk malu didampingi dua anggota polwan penyidik Polres Bojonegoro. "Mau saya buang ke Bengawan Solo, karena ramai, tidak jadi," kata EA sambil tertunduk.

Saat ditanya Waka Polres Bojonegoro, Kompol Dodon Priyambodo, EA menjelaskan, bayi yang dikandungnya tersebut dari hasil hubungan haram dengan pacarnya warga Kelurahan Ledok. Selama setahun berpacaran, pelaku dijanjikan akan dinikahi sang pacar.

Namun mengetahui pelaku hamil, pacarnya tidak mau beranggung jawab. "Motif membunuh bayinya karena tidak ingin memiliki anak dan pacar tidak bertanggungjawab," terang Waka Polres.

Selama hamil, anggota keluarganya yang di rumah tidak diberitahu dan tidak mengetahui bahwa dirinya tengah berbadan dua. Pasalnya pelaku menggunakan stagen selama beraktivitas sehari-hari. "Lahir di rumah sendiri, tidak ada yang membantu," sambung Waka Dodon.

Ditambahkan, usai melahirkan, pelaku mengubur alas, CD dan BH yang digunakan saat melahirkan, sedangkan bayi dibungkus kantong kresek. Selanjutnya pelaku ingin membuang bayi yang dilahirkan itu ke Bengawan Solo, tapi diurungkan karena banyak orang.

"Dari visum, kematiannya karena kekurangan oksigen dan meninggal di luar kandungan setelah dilahirkan. Sebelum akhirnya ditemukan di atas karung, karena dikira bangkai," imbuhnya.

Untuk mempertangungjawabkan perbuatannya, pelaku terancam pasal 80 ayat 3 UU RI nomor 35 tahun 2014 atas perubahan UU RI nomor 23 tahun 2002, tentang perlindungan anak. Pelaku terancam hukuman 15 tahun penjara.

Seperti diberitakan blokBojonegoro.com sebelumnya, bahwa kronologi penemuan mayat bayi tersebut bermula pada Kamis (19/10/2017), sekira pukul 07.30 WIB lalu, saksi Asnarti (66), warga Desa Sembung RT.06/RW.02 Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro, mencium bau menyengat seperti bau bangkai, dari samping belakang rumahnya.

Kemudian saksi berupaya mencari sumber bau bangkai tersebut dan tidak lama kemudian saksi menemukan bungkusan plastik hitam dengan posisi terikat di atas karung yang berisikan kain bekas, dan awalnya saksi mengira yang berada di dalam bungkusan plastik hitam tersebut adalah bangkai kucing, sehingga oleh saksi, bungkusan tersebut dipindah ke kebun pisang di sebelah timur rumahnya, namun karena saksi merasa curiga, selanjutnya kantong plastik tersebut dibuka.

Setelah dibuka ternyata di dalam plastik berisi sesosok mayat bayi dengan posisi tengkurap dan masih mengeluarkan darah, sehingga kejadian tersebut selanjutnya dilaporkan kepada kepala desa setempat dan diteruskan ke Polsek Kapas.

Berdasarkan hasil identifikasi, diketahui jenis kelamin bayi laki-laki, dengan ciri-ciri berat mayat 1 kilogram, panjang 55 sentimeter, rambut hitam lurus, tali pusar beserta ari masih melekat di tubuh mayat bayi dan belum terpotong dengan panjang tali pusar 40 sentimeter.

Sedangkan berdasarkan hasil otopsi dari RSUD Bojonegoro, diperoleh keterangan bahwa saat ditemukan diduga bayi tersebut sudah meninggal sejak 3 (tiga) hari sebelumnya, dan bayi meninggal di luar kandungan atau meninggal setelah dilahirkan. Disamping itu, Asnarti tak lain adalah nenek dari pelaku. [zid/mu]


Hukum & Kriminal

Video bB

Redaksi

  • Friday, 25 August 2017 14:30:19

    Jambore Nasional Revolusi Mental di Solo

    GM bB Hadir Diundang Kajari Surabaya

    Jambore Nasional Revolusi Mental di Solo, Jawa Tengah yang dimulai Jumat (25/8/2017) berlangsung meriah. Bahkan, jalanan di kota asal Presiden Republik Indonesia Joko Widodo tersebut sampai macet total.

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Sunday, 12 November 2017 13:00:35

    HMI Cabang Bojonegoro

    LK1 Bina Mahasiswa Jadi Tangguh dan Kreatif

    LK1 Bina Mahasiswa Jadi Tangguh dan Kreatif Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bojonegoro melaksanakan Basic Training (LK1) yang dikemas dalam Leadership forum, di Lemcadika, Desa Kalianyar, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Minggu (12/11/2017).

    read more

Info Tabloid bB

  • Friday, 31 July 2015 13:16:10

    Tabloid bB Edisi Juli 2015

    Tabloid bB Edisi Juli 2015 Untuk Edisi Juli 2015, redaksi Tabloid blokBojonegoro ingin menyajikan beberapa hal yang baru, terutama di halaman Investigasi. Dengan tema besar “Awasi Air Saat Musim Kering”…

    read more