22:00 . Lagu 'Terbang' Awali Performa Band Kotak   |   21:30 . Band Burgerkill Awali Konser   |   21:00 . Siapkan Belasan Ribu Tiket, Ratusan Personil Diterjunkan   |   20:00 . MAN Padangan Bikin Biopori dan Santunan Yatim   |   19:00 . Kerabat Kotak Mulai Berdatangan di Sekitar Lokasi Konser   |   18:00 . Musim Hujan, Petani Hanya Penuhi Permintaan Pedagang Bojonegoro   |   17:00 . Dimungkinkan Tantri Bawakan 10 Lagu   |   16:00 . Nenek di Ngraho Tewas Tergantung di Kamar   |   15:00 . Tangkap 11 Anak Punk, Satpol PP: Masyarakat Diharap Melapor   |   14:00 . Masa Panen, Petani Bantaran Bengawan Solo Was-was   |   13:00 . Warga Pohbogo Temukan Mayat Mr X di Sungai   |   12:00 . Ha..! Selama 2017, 228 Bencana Terjadi di Bojonegoro   |   11:00 . Harga Beras di Bojonegoro Selatan Juga Terpantau Naik   |   10:00 . Beras Mahal, Benarkah Jadi Keuntungan Petani?   |   09:00 . Bengawan Naik, Petugas Rajin Buka Tutup Pintu Air   |  
Sat, 20 January 2018
Jl. Brigjen Sutoyo Gg. Langgar No. 5 Desa Sukorejo, Telp 0353-3412093, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Thursday, 04 January 2018 13:00:00

Faktor Ekonomi Dominasi Perceraian di Bojonegoro

Faktor Ekonomi Dominasi Perceraian di Bojonegoro

Reporter: Maratus Shofifah

blokBojonegoro.com - Ribuan perkara perceraian masih diterima Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Bojonegoro setiap tahunnya. Ada berbagai faktor yang melatarbelakangi, hingga menyebabkan runtuhnya rumah tangga yang sudah dibangun, dan tercatat ada 2.812 kasus perceraian.

Baca juga [Pengajuan Perkara Turun, Dominan Cerai Gugat]

Data yang dihimpun blokBojonegoro.com di Pengadilan Agama (PA) yang beralamat di Jalan MH. Tamrin, pada tahun 2017 dari 2.812 kasus ada beberapa faktor yang menjadi penyebab putusnya hubungan suami istri, diantaranya ekonomi, perselisihan terus-menerus, meninggalkan satu pihak, mabuk, kawin paksa, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), judi, zina, dihukum penjara, poligami, cacat badan, dan pindah agama.

Ekonomi menjadi faktor paling tinggi penyebab terjadinya perceraian di tahun 2017, yaitu sebanyak 1.077 kasus disusul dengan perselisihan terus-menerus sebanyak 973 kasus dan meninggalkan satu pihak 644 kasus, zina 2, mabuk 8, judi ada 11, dihukum penjara ada 5, dan poligami ada 1 kasus. Selain itu ada kekerasan dalam rumah tangga 29 kasus, cacat badan 4, kawin paksa ada 57 serta pindah agama ada 1 kasus.

"Paling tinggi masalah perkara ekonomi," terang Panitera/Sekretaris Pengadilan Agama Bojonegoro, Sholikin Jami'. [ifa/mu]

Faktor Penyebab Perceraian:

- Ekonomi : 1.077 kasus
- Perselisihan : 973 kasus
- Meninggalkan satu pihak : 644 kasus
- Kawin Paksa : 57 kasus
- KDRT : 29 kasus
- Judi : 11 kasus
- Mabuk: 8 kasus
- Dihukum penjara : 5 kasus
- Catat Badan : 4 kasus
- Zina : 2 kasus
- Poligami : 1 kasus
- Pindah agama : 1 kasus.

Hukum & Kriminal

Video bB

Redaksi

  • Wednesday, 27 December 2017 16:00:00

    Juara 2, Wartawan blokTuban.com Boyong Piala dan Hadiah

    Juara 2, Wartawan blokTuban.com Boyong Piala dan Hadiah Wartawan media blokTuban.com, Moch. Nur Rofiq meraih juara dua lomba menulis berita desa wisata berbasis sedekah tepatnya Desa Guwoterus, Kacamatan Montong, Kabupaten Tuban. Lomba yang dihelat desa produktif binaan Baznas Kabupaten Tuban dan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Tabungan Akhirat itu berlangsung pada Kamis (21/12/2017) kemarin.

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Thursday, 04 January 2018 06:00:00

    Harlah Ke-32, Ranting PSNU PN Temayang Gelar Pengajian

    Harlah Ke-32, Ranting PSNU PN Temayang Gelar Pengajian Rabu malam (3/1/2018), bertempat di RT.013/RW.006 Dukuh Kedunggampeng Desa/Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, Ranting Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa (PN) Temayang mengadakan peringatan hari lahir (Harlah) PSNU Pagar Nusa yang ke-32 dan tasyakuran.

    read more

Info Tabloid bB

  • Friday, 31 July 2015 13:16:10

    Tabloid bB Edisi Juli 2015

    Tabloid bB Edisi Juli 2015 Untuk Edisi Juli 2015, redaksi Tabloid blokBojonegoro ingin menyajikan beberapa hal yang baru, terutama di halaman Investigasi. Dengan tema besar “Awasi Air Saat Musim Kering”…

    read more