07:00 . Sebaiknya Olahraga Menjelang Berbuka Atau Setelah Berbuka Puasa?   |   23:00 . Gagal Panen, Warga Sudu Pilih Potong Padi untuk Pakan Ternak   |   22:00 . KPUK Sosialisasi Pilkada bersama GMNI   |   21:00 . Buat Mural, Curva Nord Tunjukan Persibo Masih Ada   |   20:00 . Hendak Menyeberang, Pelajar di Baureno Dihantam Sepeda Motor   |   19:00 . Pembuatan Kotak Suara Pilkada Capai 80 Persen   |   18:00 . Kurang Air, Hasil Panen Cabai Tak Maksimal   |   17:00 . Bagaimana Sikap Muslim Terhadap Non Muslim   |   16:00 . Anak Manja Ingin Berbuka, Bermain Aja di Taman Rajekwesi   |   15:00 . Stok Darah di Bojonegoro Hanya Sampai Pertengahan Puasa   |   14:00 . Efisiensi Waktu, 4 SMA Negeri Diberikan Aturan Khusus   |   13:00 . Diduga Sakit, Petani Ngraseh Meninggal Dunia di Sawah   |   12:00 . Bom Surabaya Libatkan Anak, BP3AKB Sebut; Salah Orang Tua   |   11:00 . SMA Terbagi 6 Zonasi, SMK Bebas   |   10:00 . Awal Puasa, Konsumen Barang Elektronik Meningkat   |  
Tue, 22 May 2018
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Friday, 09 February 2018 21:00:00

Ini Alasan Terdakwa Pembuang Bayi Minta Keringanan Tuntutan

Ini Alasan Terdakwa Pembuang Bayi Minta Keringanan Tuntutan

Reporter: Sutopo

blokBojonegoro.com - Erika Andriyani terdakwa pembuang bayi kandungnya sendiri, warga asal Desa Sembung, Kecamatan Kapas mengajukan pledoi (keringanan) atas tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Erika merasa keberatan dengan tuntutan 10 tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider 6 bulan kurungan.

Baca juga [Dituntut 10 Tahun, Terdakwa Pembuang Bayi Lakukan Pledoi]

Menurut Humas Pengadilan Negeri (PN) Bojonegoro, Isdaryanto, terdakwa meminta keringanan hukum dengan alasan latar belakang terdakwa sejak masa anak-anak jauh dari kasih sayang.

"Karena kedua orang tuanya broken home," jelas Isdaryanto, saat menjelaskan alasan pledoi yang dituliskan oleh penasehat hukum terdakwa Erika Andriyani.

Selain itu, lanjut penjelasan dari Isdaryanto, terdakwa sangat menyesali perbuatannya. Selain itu terdakwa juga masih muda dan anak bangsa serta dia masih berharap masa depan yang lebih baik. "Selain itu terdakwa juga baru sekali berhadapan dengan hukum," ujarnya.

Sebelumnya, korban dituntut dengan dakwaan Pasal 80 ayat 4 UU RI No.35 tahun 2014 perubahan UU No. 23 tahun 2003, tentang Perlindungan Anak. Yaitu melakukan penganiayaan yang mengakibatkan kematian anak. [top/lis]


Hukum & Kriminal

Video bB

Redaksi

  • Thursday, 15 March 2018 16:00:00

    PEPC Silaturahmi di Kantor Baru bB

    PEPC Silaturahmi di Kantor Baru bB Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC) mengunjungi kantor baru redaksi blokBojonegoro Media di Jalan KS. Tubun, Gang Srinayan nomor 3, Kelurahan Mojokampung, Kabupaten Bojonegoro, Kamis (15/3/2018).

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Monday, 21 May 2018 22:00:32

    KPUK Sosialisasi Pilkada bersama GMNI

    Bertepatan dengan tahun politik, serta menjelang Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada), Komisi Pemilihan Umum Kabupaten (KPUK) Bojonegoro menggelar Sosialisasi Pemilu besama Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional (GMNI) setempat.

    read more

Info Tabloid bB

  • Friday, 31 July 2015 13:16:10

    Tabloid bB Edisi Juli 2015

    Tabloid bB Edisi Juli 2015 Untuk Edisi Juli 2015, redaksi Tabloid blokBojonegoro ingin menyajikan beberapa hal yang baru, terutama di halaman Investigasi. Dengan tema besar “Awasi Air Saat Musim Kering”…

    read more