19:00 . Ha....Bawang Merah 'Palsu' Sempat Beredar di Bojonegoro   |   18:00 . KPUD: Logistik Pilkada Sudah Tersalurkan ke Tiga Daerah Terpencil   |   17:00 . PPDB Offline Jalur Prestasi Dibuka Hari Ini   |   16:00 . RJJ Segera Mulai Pembukaan Lahan Pipa Gas GPF JTB   |   15:00 . Beredar Bawang Merah Palsu, Masyarakat Harus Jeli   |   14:00 . Ijazah SD Ditandatangani Kasek yang Merangkap, ini Kata Disdik   |   13:00 . Pasca Lebaran, Masyarakat Bojonegoro Ramai-ramai Cari Kerja   |   12:00 . Pipa PDAM di Ngunut Bocor, Distribusi Terganggu   |   11:00 . Cabdindik Bojonegoro Gelar Halal Bil Halal   |   10:00 . Gandeng Muslimat NU, MPR RI Kuatkan 4 Pilar   |   09:00 . Keluar Zona Nyaman, Dulu Model Kini Jadi Perias Profesional   |   08:00 . Hari Tenang, Panwakab Awasi Money Politik   |   07:00 . 7 Bahan Alami untuk Mengatasi Kulit Kepala Kering   |   20:00 . Berat, Inilah Lawan Bojonegoro FC U-17 di Grup J   |   19:00 . Masa Tenang, Satpol PP Bersihkan APK   |  
Tue, 26 June 2018
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Tuesday, 24 April 2018 11:00:53

PWI Bojonegoro Laporkan Pemilik Akun FB ke Polres

PWI Bojonegoro Laporkan Pemilik Akun FB ke Polres

Reporter : M Safuan

blokBojonegoro.com -
Bijaklah saat menggunakan media sosial, khususnya dalam membuat status maupun berkomentar di media sosial, salah satunya Facebook (FB). Pasalnya, dengan menyinggung perorangan serta menyinggung terkait profesi, pasti nanti bisa berurusan dengan berwajib

Seperti yang dilakukan oleh pemilik FB atas nama Ihsan Charis yang diduga melakukan ujaran kebencian profesi jurnalis atau wartawan. Hal itu dilakukan pada Senin (23/4/2018) kemarin dengan memposting di grup FB Kabar Bojonegoro yang bertuliskan "jurnalis iku aneh uk. mengambil untung dari derita orang lain. wong mati di foto. wong ketabrak sepor di foto. wong kecopetan di foto. wong kendat di foto. wong kesamber gledek di foto.  jajal sampean nabrak montor terus tak foto. gelem ta? kebangeten".

Screenshoot postingan tersebut menyebar melalui Whatsapp (WA) dan grup-grup FB, membuat sejumlah wartawan gusar dan berusaha mencari informasi terkait Tread Starter (TS) atau akun yang memosting tersebut.  Akibat dari yang dilakukannya, pemilik akun FB itu kini telah dilaporkan oleh belasan wartawan dari berbagai media yang bertugas liputan di wilayah Kabupaten Bojonegoro.

"Hari ini, Selasa (24/4/2018) kita melaporkan pemilik akun FB ke Polres Bojonegoro, yang diduga melecehkan profesi wartawan," kata Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bojonegoro, Sasmito Anggoro.

Dirinya menambahkan, pelaporan tersebut dilakukan agar ke depan tidak ada lagi kejadian serupa dengan buat status dan berkomentar yang bisa meresahkan profesionalitas kinerja wartawan dan masyarakat. Selain itu, Sasmito juga berharap semua pihak menghormati proses hukum yang berlaku.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bojonegoro, AKP Daky Zul Qornain mengatakan, pihaknya menerima laporan atau aduan PWI Bojonegoro dan memproses sesuai dengan prosedur yang ada.

"Kami akan memeriksa saksi-saksi . Selain itu, bakal meminta ahli untuk memberikan pendapat terkait status FB tersebut. Sebelum gelar perkara, tahapan demi tahapan harus kami lalui dahulu," ungkapnya.

Sehingga, pihaknya juga meminta semua pihak untuk menghormati proses hukum yang ada. Misalkan dapat diselesaikan secara kekeluargaan juga disilakan. Tetapi proses hukum tetap berjalan. [saf/ito]


Hukum & Kriminal

Video bB

Redaksi

  • Friday, 15 June 2018 01:00:00

    Selamat Hari Raya Idul Fitri

    Selamat Hari Raya Idul Fitri Tak terasa Ramadan begitu cepat waktu berlalu. Masih teringat saat salat Tarawih pertama kita, makan sahur dan berbuka puasa pertama kita.

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Info Tabloid bB

  • Friday, 31 July 2015 13:16:10

    Tabloid bB Edisi Juli 2015

    Tabloid bB Edisi Juli 2015 Untuk Edisi Juli 2015, redaksi Tabloid blokBojonegoro ingin menyajikan beberapa hal yang baru, terutama di halaman Investigasi. Dengan tema besar “Awasi Air Saat Musim Kering”…

    read more