22:00 . Lagu 'Terbang' Awali Performa Band Kotak   |   21:30 . Band Burgerkill Awali Konser   |   21:00 . Siapkan Belasan Ribu Tiket, Ratusan Personil Diterjunkan   |   20:00 . MAN Padangan Bikin Biopori dan Santunan Yatim   |   19:00 . Kerabat Kotak Mulai Berdatangan di Sekitar Lokasi Konser   |   18:00 . Musim Hujan, Petani Hanya Penuhi Permintaan Pedagang Bojonegoro   |   17:00 . Dimungkinkan Tantri Bawakan 10 Lagu   |   16:00 . Nenek di Ngraho Tewas Tergantung di Kamar   |   15:00 . Tangkap 11 Anak Punk, Satpol PP: Masyarakat Diharap Melapor   |   14:00 . Masa Panen, Petani Bantaran Bengawan Solo Was-was   |   13:00 . Warga Pohbogo Temukan Mayat Mr X di Sungai   |   12:00 . Ha..! Selama 2017, 228 Bencana Terjadi di Bojonegoro   |   11:00 . Harga Beras di Bojonegoro Selatan Juga Terpantau Naik   |   10:00 . Beras Mahal, Benarkah Jadi Keuntungan Petani?   |   09:00 . Bengawan Naik, Petugas Rajin Buka Tutup Pintu Air   |  
Sat, 20 January 2018
Jl. Brigjen Sutoyo Gg. Langgar No. 5 Desa Sukorejo, Telp 0353-3412093, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Thursday, 28 December 2017 12:00:00

Program Energi Alternatif SKK Migas - ExxonMobil Cepu Limited

Terus Untung dengan Biogas dari Kotoran Burung Puyuh

Terus Untung dengan Biogas dari Kotoran Burung Puyuh

Reporter: Tim Infotorial

blokBojonegoro.com - Senyum Sutarman terus mengembang. Usaha telur puyuh yang dirintis pria 57 tahun ini, perlahan-lahan mulai berkembang. Setiap hari dia bisa menjual 30 hingga 40 kilogram telur. Selain burung puyuh, dia juga memelihara ratusan bebek petelur, sapi, dan kambing dalam satu area kandang. Setiap 30 menit sekali, pria yang dibantu istrinya Tampar (56) ini merebus puluhan telur puyuh hingga berkali-kali. Tidak nampak kekhawatiran sepasang suami-istri tersebut kehabisan gas sebagai bahan bakar untuk memasak telur berukuran kecil itu yang nantinya dijual ke kota.

"Tidak masalah mau pakai kompor gas sampai kapanpun, karena ini gratis," ujar pria yang dulunya menjadi petani ini sambil menunjuk api biru terang yang memancar dari tungku kompor di sudut dapurnya. Kakek tujuh cucu ini memperlihatkan bagaimana kompor tersebut mengeluarkan api biru yang biasa dihasilkan oleh tabung gas elpiji (Liquefied Petroleum Gas) pada umumnya.

Tentu saja, api itu muncul dari gas yang dihasilkan dari kotoran burung puyuh peliharannya. Karena, dari kotoran 5,000 ekor burung puyuh itulah, keluarga sederhana ini bisa menjalankan usahanya tanpa harus mengeluarkan biaya banyak untuk membeli gas elpiji. Kotoran yang awalnya dianggap tidak berguna, kini oleh pria berkumis tipis itu diolah kembali dan bisa menghasilkan energi alternatif berupa biogas.

Nampak, di atas kompor terdapat pipa kecil yang menyalurkan gas dari alat yang disebut reaktor biogas. Reaktor itu berada di halaman depan rumah, tepat di pinggiran ladang kosong. Jika kompor dinyalakan, maka gas akan mengalir dari reaktor gas ke kompor melalui pipa sepanjang lebih dari 6 meter. Dengan energi alternatif berupa biogas itulah, Sutarman dan istrinya, tidak perlu mengeluarkan Rp20.000 setiap minggu untuk membeli gas elpiji.

"Biasanya pakai kotoran sapi, tapi saat dicoba menggunakan kotoran burung puyuh ternyata bisa," ungkapnya.

Setiap harinya, untuk menghasilkan biogas tersebut hanya perlu mengolah 30 kg kotoran burung puyuh untuk dijadikan biogas. Dari situlah, gas alternatif tersebut bisa menyalakan api biru rata-rata 15 jam per hari bahkan lebih. "Saya tidak menyangka, dengan ternak unggas ini bisa menghasilkan pembakaran yang ramah lingkungan, aman, dan tidak mengeluarkan uang sama sekali. Sangat menguntungkan untuk bisnis kecil-kecilan seperti ini," ungkapnya.

Dari menjual telur puyuh ini, setiap harinya Sutarman menerima keuntungan bersih Rp100.000 sampai Rp150.000 dari tengkulak. Penghasilan yang lumayan besar, bagi mantan petani seperti dirinya.

Keberadaan biogas ini tentu saja tidak datang begitu saja. Karena untuk membuat satu reaktor biogas permanen yang dimiliki Sutarman, berkisar antara Rp10 sampai Rp12 juta. Dia merupakan satu di antara 176 Kepala Keluarga di Bojonegoro dan Tuban yang mendapat stimulus berupa reaktor biogas dari program Terus Untung dengan Biogas (TUNAS) yang merupakan inisiatif dari ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) sebagai operator Blok Cepu. Dalam melaksanakan program yang sudah berlangsung sejak 2014 lalu ini, EMCL dengan dukungan SKK Migas menggandeng Yayasan Trukajaya yang sudah memiliki pengalaman bertahun-tahun dalam mengembangkan program biogas untuk masyarakat dengan memanfaatkan kotoran hewan ternak menjadi energi alternatif yang terbarukan.

Perwakilan Yayasan Trukajaya, Eli Supriyatno mengatakan, saat ini kebutuhan masyarakat terhadap gas untuk rumah tangga sangat tinggi. Hal ini dipicu oleh beberapa kebijakan Pemerintah yang salah satunya adalah mengurangi penggunaan minyak tanah dan menggantinya dengan elpiji. Pada saat yang sama, apabila elpiji sedang susah didapatkan, masyarakat memilih menggunakan kayu bakar di hutan yang jumlahnya terbatas. “Sementara jika menggunakan minyak tanah, harganya pun mahal dan ketersediaan minyak tanah juga sudah langka saat ini,” ungkapnya.

Di sinilah biogas menjadi alternatif bagi kebutuhan gas untuk rumah tangga. Biogas adalah gas Metana yang mudah terbakar yang dihasilkan dari proses fermentasi anaerobik dari material organik yang dilakukan oleh bakteri metanogonik. Metana adalah zat yang tidak terlihat dan tidak berbau. Hasil pembakaran gas Metana ini berwarna biru, tidak berasap, dan lebih panas dari minyak tanah, arang dan bahan bakar tradisional lain.

Eli melanjutkan, sumber utama biogas adalah kotoran ternak yang mudah dijumpai di masyarakat dan belum termanfaatkan dengan baik. “Oleh karena itu, EMCL dan Trukajaya menyelenggarakan program biogas ini sebagai salah satu upaya penyebarluasan penggunaan energi alternatif yang terbarukan tersebut,” pungkasnya.

Sementara itu, External Affairs Manager EMCL, Dave A. Seta menjelaskan, EMCL menyadari akan pentingnya energi alternatif terbarukan sebagai jawaban atas semakin menipisnya cadangan energi dunia yang berasal dari minyak dan gas bumi. Bagi EMCL, energi sangat penting dalam kehidupan, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun kehidupan ekonomi masyarakat.

Sebagai bagian dari komitmennya itu, EMCL memberikan program kemandirian masyarakat melalui penggunaan energi secara bijak, berupa pengembangan energi alternatif biogas yang terbarukan dalam Program Terus Untung dengan Biogas (TUNAS).

EMCL bersama masyarakat telah membangun setidaknya 176 reaktor biogas di enam desa di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro dan satu desa di Kabupaten Tuban. Di wilayah yang sama, EMCL juga melatih 55 tukang biogas. Tukang-tukang inilah yang akan menjadi ahli biogas agar bisa melakukan perawatan reaktor biogas di wilayahnya, sekaligus terus mengkampanyekan penggunaan energi alternatif.

EMCL berharap melalui program ini juga dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pemanfaatan limbah kotoran ternak menjadi biogas dan pemanfaatan produk sampingannya.

Program Pendukung Operasi (PPO) yang telah disetujui SKK Migas ini merupakan bagian dari komitmen industri hulu migas dalam memberikan kontribusi positif di masyarakat. “Program ini kami harapkan akan meningkatkan kualitas ekonomi dan kapasitas kehidupan masyarakat di sekitar wilayah operasi kami," tutur Dave. Ditambahkan Dave, “Setidaknya dengan adanya biogas, biaya pembelian elpiji bisa dialihkan untuk memenuhi kebutuhan lainnya.“

Untuk mencapai tujuan itu, EMCL berpegang pada komitmen yang menerapkan standar etika yang tinggi dengan mematuhi undang-undang dan peraturan yang berlaku, serta menghormati budaya lokal dan nasional. “Sembari tentunya, menjalankan operasi yang aman dan bertanggung  jawab,’’ tegasnya. [mu]


Infotorial

Video bB

Redaksi

  • Wednesday, 27 December 2017 16:00:00

    Juara 2, Wartawan blokTuban.com Boyong Piala dan Hadiah

    Juara 2, Wartawan blokTuban.com Boyong Piala dan Hadiah Wartawan media blokTuban.com, Moch. Nur Rofiq meraih juara dua lomba menulis berita desa wisata berbasis sedekah tepatnya Desa Guwoterus, Kacamatan Montong, Kabupaten Tuban. Lomba yang dihelat desa produktif binaan Baznas Kabupaten Tuban dan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Tabungan Akhirat itu berlangsung pada Kamis (21/12/2017) kemarin.

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Thursday, 04 January 2018 06:00:00

    Harlah Ke-32, Ranting PSNU PN Temayang Gelar Pengajian

    Harlah Ke-32, Ranting PSNU PN Temayang Gelar Pengajian Rabu malam (3/1/2018), bertempat di RT.013/RW.006 Dukuh Kedunggampeng Desa/Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, Ranting Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa (PN) Temayang mengadakan peringatan hari lahir (Harlah) PSNU Pagar Nusa yang ke-32 dan tasyakuran.

    read more

Info Tabloid bB

  • Friday, 31 July 2015 13:16:10

    Tabloid bB Edisi Juli 2015

    Tabloid bB Edisi Juli 2015 Untuk Edisi Juli 2015, redaksi Tabloid blokBojonegoro ingin menyajikan beberapa hal yang baru, terutama di halaman Investigasi. Dengan tema besar “Awasi Air Saat Musim Kering”…

    read more