07:00 . Sebaiknya Olahraga Menjelang Berbuka Atau Setelah Berbuka Puasa?   |   23:00 . Gagal Panen, Warga Sudu Pilih Potong Padi untuk Pakan Ternak   |   22:00 . KPUK Sosialisasi Pilkada bersama GMNI   |   21:00 . Buat Mural, Curva Nord Tunjukan Persibo Masih Ada   |   20:00 . Hendak Menyeberang, Pelajar di Baureno Dihantam Sepeda Motor   |   19:00 . Pembuatan Kotak Suara Pilkada Capai 80 Persen   |   18:00 . Kurang Air, Hasil Panen Cabai Tak Maksimal   |   17:00 . Bagaimana Sikap Muslim Terhadap Non Muslim   |   16:00 . Anak Manja Ingin Berbuka, Bermain Aja di Taman Rajekwesi   |   15:00 . Stok Darah di Bojonegoro Hanya Sampai Pertengahan Puasa   |   14:00 . Efisiensi Waktu, 4 SMA Negeri Diberikan Aturan Khusus   |   13:00 . Diduga Sakit, Petani Ngraseh Meninggal Dunia di Sawah   |   12:00 . Bom Surabaya Libatkan Anak, BP3AKB Sebut; Salah Orang Tua   |   11:00 . SMA Terbagi 6 Zonasi, SMK Bebas   |   10:00 . Awal Puasa, Konsumen Barang Elektronik Meningkat   |  
Tue, 22 May 2018
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Tuesday, 11 July 2017 19:30:13

Terindikasi Double Job, Pendamping Desa Diminta Memilih

Reporter: M. Yazid
 
blokBojonegoro.com - Terindikasi double job, puluhan Pendamping Desa (PD) yang tergabung dalam Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) kabupaten Bojonegoro Provinsi Jawa Timur dipanggil. 
 
TA Kabupaten Bojonegoro, Edy suprayitno membenarkan ada 30 pendamping yang diundang, namun tiga orang tidak hadir karena sebelumnya sudah mengundurkan diri sehingga hanya 27 orang pendamping saja. Nama-nama tersebut sesuai data dari Satker Provinsi Jawa Timur.
 
Untuk itu satker Provinsi Jawa Timur yang berjumlah empat turun langsung ke Kota Ledre. "Mereka (pendamping desa) diklarifikasi indikasi pendamping yang doubel job," jelasnya,  Selasa (11/7/2017).
 
Dari mereka yang diundang beberapa sudah siap mengundurkan diri menjadi pendamping. "Namun masih diberi kesempatan berpikir untuk memilih antara keduanya sampai hari Jumat," jelasnya kepada blokBojonegoro.com.
 
Edy Twitty panggilan akrab Edy Suprayitno memastikan kebanyakan merangkap menjadi tenaga pendidik dan mengakui namanya masuk di lembaga pendidikan. "Sesuai SOP tenaga pendamping tidak boleh terikat kontrak kerja dengan pemerintah atau swasta," ungkapnya.
 
Ditambahkan, bagi yang doubel job diharap memilih tetap menjadi atau mundur menjadi pendamping. Jika mundur mengirimkan surat permohonan pengunduran diri ke Provinsi Jawa Timur, namun jika memilih menjadi pendamping harus ada surat pernyataan pengunduran diri ke lembaga, surat keterangan dari lembaga dan nama yang bersangkutan memastikan namanya hilang atau non aktif di daftar guru yang tercantum di online baik web padamunegeri atau web Kemenag. 
 
"Apabila tidak ada kejelasan dikhawatirkan kalau hasil audit BPK ditemukan double job, dikhawatirkan diminta pengembalian gaji yang sudah diterimanya," pungkasnya. [zid/lis]
 

Kebijakan

Video bB

Redaksi

  • Thursday, 15 March 2018 16:00:00

    PEPC Silaturahmi di Kantor Baru bB

    PEPC Silaturahmi di Kantor Baru bB Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC) mengunjungi kantor baru redaksi blokBojonegoro Media di Jalan KS. Tubun, Gang Srinayan nomor 3, Kelurahan Mojokampung, Kabupaten Bojonegoro, Kamis (15/3/2018).

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Monday, 21 May 2018 22:00:32

    KPUK Sosialisasi Pilkada bersama GMNI

    Bertepatan dengan tahun politik, serta menjelang Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada), Komisi Pemilihan Umum Kabupaten (KPUK) Bojonegoro menggelar Sosialisasi Pemilu besama Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional (GMNI) setempat.

    read more

Info Tabloid bB

  • Friday, 31 July 2015 13:16:10

    Tabloid bB Edisi Juli 2015

    Tabloid bB Edisi Juli 2015 Untuk Edisi Juli 2015, redaksi Tabloid blokBojonegoro ingin menyajikan beberapa hal yang baru, terutama di halaman Investigasi. Dengan tema besar “Awasi Air Saat Musim Kering”…

    read more