15:00 . Umar: Pemain Persekabpas Lebih Matang Dibanding Persibo   |   14:00 . Laga Semi Final Digelar di Stadion Brawijaya Kediri   |   13:00 . Puluhan GPAI SMA/SMK Serahkan Administrasi TPP   |   12:00 . Sebelum Terbit SP, Warga Tak Terima Sosialisasi   |   11:00 . Polres Belum Temukan PCC Beredar di Bojonegoro   |   10:00 . Warga Sukorejo Gang PJKA Terancam Digusur   |   09:00 . Panwaskab Mulai Buka Pendaftaran Panwascam   |   08:00 . Daftar ke Demokrat, Bunda Ana Diiringi Lagu Yahlalwathon   |   07:00 . Ini Dia Manfaat yang Bisa Kamu Rasakan Kalau Tidur Tanpa Busana   |   06:00 . Lahan Tebu di Baureno Terbakar, 4 Mobil Damkar Diturunkan   |   05:00 . Menjaga Kontribusi Migas untuk Pasokan Energi Nasional   |   00:00 . Harga Minyak Dunia Naik 2 Persen, Catatkan Rekor Keuntungan   |   23:00 . Deklarasi Kampung Silat Disambut Positif Pengurus Rumah Adat   |   22:00 . Kegiatan Arisan Positif, KA2MS Santuni Yatim Piatu   |   21:00 . Dokumen Instansi Dominasi Pengiriman Kantor Pos   |  
Fri, 22 September 2017
Jl. Brigjen Sutoyo Gg. Langgar No. 5 Desa Sukorejo, Telp 0353-3412093, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Saturday, 15 July 2017 23:00:41

Kuswiyanto Pantau Bantuan Non Tunai PKH di Ngasem

Kuswiyanto Pantau Bantuan Non Tunai PKH di Ngasem

Reporter: Muhamad Qomarudin

blokBojonegoro.com - Penyaluran Bantuan Non Tunai Program Keluarga Harapan (PKH) kembali dilakukan di Kecamatan Ngasem, Sabtu(15/7/17). Kegiatan yang dilakukan oleh Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro bekerjasama dengan Bank BNI setempat dipantau langsung oleh anggota Komisi VIII DPR RI Daerah Pemilihan IX (Bojonegoro- Tuban) Kuswiyanto.

Dalam pantauannya, Kuswiyanto yang membidangi urusan ini memberikan apresiasi positif kepada semua pendamping yang bekerja maksimal mengatur keluarga penerima manfaat dalam pengurusan administrasi bank dan penerimaan bantuan.

"Kerja rekan-rekan pendamping bagus, meski bukan hari efektif mereka terus bekerja, hari ini dan Minggu juga tetap eksis,"pujinya.

Sementara dalam sambutan kepada KPM, Sahabat dekat Bupati Bojonegoro ini menyarankan pentingnya sekolah bagi putra-putri warga utamanya penerima bantuan PKH. "Berbagai bantuan telah ada untuk anak sekolah mulai dari BOS, KIP bahkan beasiswa dua jutaan untuk anak-anak SMA di Bojonegoro, sehingga bantuan ini harus lebih maksimal dimanfaatkan," pintanya.

"Semua anak Bojonegoro wajib sekolah 14 tahun mulai TK hingga SMU, lebih bagus lagi jika semua bisa kuliah minimal Diploma, apalagi sudah ada beasiswa  Diploma sebanyak 1000 anak dari Kang Yoto, ke depan harapanya lebih dan lebih banyak lagi," harap Kang Kus sapaan akrab politisi Senayan ini.

Penyaluran Bantuan di Kecamatan Ngasem ini adalah kecamatan kelima pada penyaluran tahap awal tahun ini. Pelaksanaan kegiatan dilakukan selama dua hari hingga tuntas pada semua desa wilayah Kecamatan Ngasem. [din/ito]


Kebijakan

Video bB

Redaksi

  • Friday, 25 August 2017 14:30:19

    Jambore Nasional Revolusi Mental di Solo

    GM bB Hadir Diundang Kajari Surabaya

    Jambore Nasional Revolusi Mental di Solo, Jawa Tengah yang dimulai Jumat (25/8/2017) berlangsung meriah. Bahkan, jalanan di kota asal Presiden Republik Indonesia Joko Widodo tersebut sampai macet total.

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Sunday, 17 September 2017 22:00:51

    Laporan dari Tiongkok (3)

    Mengunjungi Masjid Jujukan Presiden RI di Beijing

    Mengunjungi Masjid Jujukan Presiden RI di Beijing Di sela-sela mengikuti The 22ND Annual Conference And General Meeting Of The International Association Of Presecutors di Beijing, Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya, Didik Farkhan Alisyahdi menyempatkan diri berkunjung ke Masjid Niu Jie. Masjid yang pernah dikunjungi dua presiden RI ketika melakukan kunjungan kenegaraan ke…

    read more

Info Tabloid bB

  • Friday, 31 July 2015 13:16:10

    Tabloid bB Edisi Juli 2015

    Tabloid bB Edisi Juli 2015 Untuk Edisi Juli 2015, redaksi Tabloid blokBojonegoro ingin menyajikan beberapa hal yang baru, terutama di halaman Investigasi. Dengan tema besar “Awasi Air Saat Musim Kering”…

    read more