21:00 . Disbudpar Apresiasi Pengelolaan Desa Wisata Bojonegoro   |   20:00 . Jembatan Mini di Dander Waterpark Siap Digunakan   |   19:00 . Surat Tugas Habis, PPP Bojonegoro Tetap Usung Kang PD   |   18:00 . Asidewi: SDM Pengelola Desa Wisata Perlu Peningkatan Kapasitas   |   17:00 . Petani Bendo Keluhkan Hama Jamur Tanaman Padi   |   16:00 . EMCL Apresiasi Osis SMPN Purwosari   |   15:00 . Di Bojonegoro ada 1090 Siswa Inklusi   |   14:00 . DPRD Minta Proyek Dihentikan   |   13:00 . Kecelakaan Truk di Kalitidu, 5 Orang Luka-luka   |   12:00 . Berniat Mendahului, Sesama Truk Tabrakan di Panjunan   |   11:00 . DPRD, Dishub dan Polres Sidak Jalan Veteran   |   10:00 . Kurangnya Rambu Peringatan, Proyek Jalan Veteran Berbahaya   |   09:00 . Bersyukur, Perangkat Desa Mojoranu Santuni Anak Yatim   |   08:30 . Desa Wisata di Bojonegoro Masih Perlu Banyak Pembenahan   |   08:00 . Difteri di Bojonegoro Tinggi di 2012, Terus Sekarang?   |  
Fri, 15 December 2017
Jl. Brigjen Sutoyo Gg. Langgar No. 5 Desa Sukorejo, Telp 0353-3412093, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Friday, 11 August 2017 00:00:00

Guru Madrasah Mengeluh TPG Tak Kunjung Cair

Guru Madrasah Mengeluh TPG Tak Kunjung Cair

Reporter: M. Safuan

blokBojonegoro.com - Pada kegiatan pembinaan dan pertemuan guru madrasah serta sosialisasi JKN-KIS, Kamis (10/8/2017) kemarin, di Aula Kemenag Bojonegoro, juga turut hadir Kuswiyanto, Anggota DPR RI dari Komisi VIII, para peserta sempat membahas terkait Tunjangan Profesi Guru (TPG).

Dalam pertemuan itu, beberapa perwakilan guru sempat menanyakan TPG kepada Kuswiyanto, bagi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) terkadang tidak menerima tunjangan, seperti halnya guru-guru yang mengajar di lembaga di bawah Dinas Pendidikan.

Pria yang akrab disapa Kang Kus di hadapan para peserta mengatakan, hingga saat ini dirinya bersama Komisi VIII beserta jajaran instansi terkait berusaha mendesak Kementerian terkait untuk segera mempercepat TPG yang masih menunggak.

"Memang prosedural TPG mengalami banyak kendala dan masalah dalam penganggarannya, terlebih tidak adanya kesepahaman antar instansi pusat terkait dengan Kementerian Keuangan," tambahnya.

Tunjangan terhutang untuk guru tersebut menurut informasi yang diperoleh blokBojonegoro.com, mulai terhutang sejak 2013 hingga 2015, hal tersebut ditengarai terkendala masalah anggaran, meski begitu TPG PAI tetap akan diberikan, namun besaran nilainya setiap guru berbeda.

Terpisah, Kasi Penma Kemenag Bojonegoro, Asyik Syamsul Huda mengungkapkan, menurut informasi yang diperolehnya bahwa TPG itu sekarang anggarannya bisa melalui Kanwil dengan mengambil dana alokasi lain.

"TPG terhutang sejak 2013-2015 sebesar 4,6 triliun itu lingkup nasional, sedangkan untuk Bojonegoro TPG terhutang sejak tahun itu sebanyak 3,1 miliar," ungkapnya

Oleh karenanya, tahun ini rencananya penyelesaian tunggakan TPG madrasah akan diselesaikan semua, sehingga para pendidik dapat memperoleh haknya, agar nantinya kinerja guru lebih maksimal lagi. [saf/mu]


Pendidikan & Kesehatan

Video bB

Redaksi

  • Tuesday, 05 December 2017 10:00:00

    Sah, Nevi bT Lepas Lajang

    Sah, Nevi bT Lepas Lajang Keluarga besar blokMedia Group (blokTuban.com dan blokBojonegoro.com) berbahagia pada Senin (4/12/2017) malam. Pasalnya, admin perusahaan yakni Ria Nevitasari telah melepas lajang setelah dipersunting Syaikhul Umam.

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Monday, 11 December 2017 21:00:18

    KAJAT: Sarana Kembangkan Keilmuan Mahasiswa

    Dalam rangka menambah wawasan keilmuan, Pengurus Himpunan Mahasiswa Program Studi (Himaprodi) Pendidikan Agama Islam (PAI) Institut Agama Islam (IAI) Sunan Giri Bojonegoro gelar kajian bermanfaat (KAJAT) yang bertempat di Aula PCNU Bojonegoro. Senin, (11/12/2017).

    read more

Info Tabloid bB

  • Friday, 31 July 2015 13:16:10

    Tabloid bB Edisi Juli 2015

    Tabloid bB Edisi Juli 2015 Untuk Edisi Juli 2015, redaksi Tabloid blokBojonegoro ingin menyajikan beberapa hal yang baru, terutama di halaman Investigasi. Dengan tema besar “Awasi Air Saat Musim Kering”…

    read more