21:00 . Ditutup, Pendaftar PPK-PPS Membeludak   |   20:00 . Kejurda Bupati Ngawi, Inkanas Bojonegoro Sabet 28 Medali   |   19:00 . Ada HET Beras, Pedagang Belum Tahu   |   18:00 . Kok Bisa? Ada Calon Panwascam Sertifikasi dan PNS   |   17:00 . Soehadi Moeljono Terpilih Sebagai Ketua HKTI Bojonegoro   |   16:00 . Lagi, Bupati Sebut Namanya Digunakan Lobi Unnes   |   15:00 . Ragu dengan Transparansi Tes Perangkat, Peserta Pilih Mundur   |   14:00 . Hasil Otopsi Tidak Ada Tanda-tanda Penganiayaan   |   13:00 . Ada Kegiatan Bawaslu, Tes Wawancara Panwascam Ditunda   |   12:00 . Warga Caruban Digegerkan Pria Tergeletak di Pinggir Jalan   |   11:00 . Saatnya Santri Jadi Jawaban Masalah Negeri   |   10:00 . Kapolres: Ada Tujuh Oknum ke Unnes, Satu Berinisial HR   |   09:30 . Lagu Subanul Wathon Menggema di Alun-Alun Bojonegoro   |   09:00 . Refleksi, Saatnya Santri Perbanyak Literasi   |   08:00 . Kang Yoto: Jangan Lupakan Sejarah Santri di Indonesia   |  
Sun, 22 October 2017
Jl. Brigjen Sutoyo Gg. Langgar No. 5 Desa Sukorejo, Telp 0353-3412093, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Saturday, 12 August 2017 07:00:00

Apakah Penghasilan Sudah Cukup untuk Menikah?

Apakah Penghasilan Sudah Cukup untuk Menikah?

Reporter: -

blokBojonegoro.com - Ajakan untuk nikah muda rupanya sedang menjadi keramaian di media sosial. Hingga saat ini, terdapat 92 ribu tagar nikahmuda dan puluhan akun yang berbau nikah muda di instagram.

Kebanyakan isinya mengajak anak muda untuk tidak ragu menikah di usia muda dan menyampaikan manfaat apa saja yang diperoleh jika menikah muda.

Respon yang diberikan publik terhadap fenomena nikah muda di media sosial pun beragam. Ada yang menyetujui, ada yang tidak, bahkan menentangnya melalui tagar baru #stopnikahmuda yang di kampanyekan oleh duta Generasi Berencana (GenRe) 2016 dan  mahasiswa Fakultas Kesehatan.

Banyak orang sepertinya masih mempunyai pertimbangan lain misalnya dari sisi kesehatan, kematangan mental dan juga finansial.

Mike Rini Sutikno, Financial Planner dari Mitra Rencana Edukasi (MRE) mengatakan, orang yang menikah di usia muda akan mendapati beragam tantangan terkait dengan pengelolaan keuangan.

"Pernikahan di usia muda memang banyak tantangannya. Salah satunya adalah masalah pengelolaan keuangan," kata Mike kepada Kompas Lifestyle.

Menurut Rini, agar seseorang bisa mengelola keuangannya dengan baik, diperlukan kematangan dalam pola pikir. Seseorang yang telah dewasa dengan seseorang yang masih muda akan sangat berbeda dalam mengatur keuangannya.

"Tidak hanya pengetahuan pengelolaan keuangan pribadi, namun juga kematangan cara berpikir. Apalagi usia muda masih penuh gejolak juga tingkat konsumsi tinggi," terangnya.

Mengenai anggapan jika sudah menikah rezeki akan mudah datang, menurut Rini, meski pun hal tersebut bisa jadi benar, namun sebaiknya tidak dijadikan pedoman atau acuan untuk melakukan nikah muda.

Rini lebih menyarankan untuk pasangan yang akan menikah lebih realistis dalam merencanakan membina rumah tangga, apalagi jika sudah berkaitan dengan pengelolaan keuangan. Karena tidak sedikit permasalahan keluarga timbul akibat dari pengelolaan keuangan yang salah.

"Pola pikir rejeki bisa dicari, walaupun benar, namun jangan menjadi pegangan satu-satunya. Berpikir positif harus dibarengi sikap realistis," tutur Rini.

Menurut Rini, sebelum memutuskan untuk melakukan pernikahan, sebaiknya pastikan dulu bahwa Anda memiliki pekerjaan yang mendatangkan penghasilan. Selain itu, penting juga untuk mengetahui kemampuan setiap pasangan dalam mendapatkan uang dan cara memanfaatkannya.

"Bagaimanapun juga pasangan yang akan menikah harus sudah memiliki penghasilan, sudah saling mengetahui kondisi keuangan masing dan menerimanya," ujar Rini.

 

Sumber: http://lifestyle.kompas.com/read/2017/08/11/123559320/

apakah-penghasilan-sudah-cukup-untuk-menikah-


Pendidikan & Kesehatan

Video bB

Redaksi

  • Friday, 25 August 2017 14:30:19

    Jambore Nasional Revolusi Mental di Solo

    GM bB Hadir Diundang Kajari Surabaya

    Jambore Nasional Revolusi Mental di Solo, Jawa Tengah yang dimulai Jumat (25/8/2017) berlangsung meriah. Bahkan, jalanan di kota asal Presiden Republik Indonesia Joko Widodo tersebut sampai macet total.

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Sunday, 22 October 2017 09:00:03

    Hari Santri Nasional 22 Oktober

    Refleksi, Saatnya Santri Perbanyak Literasi

    Refleksi, Saatnya Santri Perbanyak Literasi Sabtu malam, (21/10/3017), Pimpinan Komisariat (PK) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sunan Giri Bojonegoro mengadakan "Refleksi Hari Santri" di Pondok Pesantren (PONPES) Al-Ubaidillah, Des Sambiroto, Kecamatan Kapas.

    read more

Info Tabloid bB

  • Friday, 31 July 2015 13:16:10

    Tabloid bB Edisi Juli 2015

    Tabloid bB Edisi Juli 2015 Untuk Edisi Juli 2015, redaksi Tabloid blokBojonegoro ingin menyajikan beberapa hal yang baru, terutama di halaman Investigasi. Dengan tema besar “Awasi Air Saat Musim Kering”…

    read more