16:00 . PMI Serahkan Perahu Kepada 3 Desa Program CFR   |   15:00 . Badan Hukum UPK PNPM di Bojonegoro Masih Belum Jelus?   |   14:00 . Setelah Digusur, Warga Akan Direlokasi   |   13:00 . 4 Bacakades Beged PAW Ikuti Tes Tulis   |   12:00 . Warga Dipastikan Tak Dapat Ganti Rugi   |   11:00 . Dari Kajari, Putra Bojonegoro Jabat Aspidus Kajati Jatim   |   10:00 . PKK Ringintunggal Kunjungi Lapangan Migas Banyuurip   |   09:00 . Sebelum Purna, Bupati akan Mutasi PNS Lagi   |   08:00 . Besok, Pemkab Gelar Grebeg Berkah Jonegaran   |   07:00 . 4 Olahraga Terbaik di Dunia Versi Harvard University   |   06:00 . Pagi Ini Emas Antam Dibuka Turun Rp4.000/gram   |   23:00 . Sempat Tertinggal 3 Gol, EMCL Imbangi NGO dan Wartawan   |   22:00 . Demi Budaya Literasi, SMAN 3 Gelar Pelatihan Menulis   |   21:00 . Diwajibkan Pemerintah, Ini Cara Registrasi Ulang Kartu Prabayar   |   20:00 . Ingat! Per 31 Oktober Semua Kartu Prabayar Wajib Registrasi Ulang   |  
Wed, 18 October 2017
Jl. Brigjen Sutoyo Gg. Langgar No. 5 Desa Sukorejo, Telp 0353-3412093, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Saturday, 12 August 2017 17:00:00

PC IPNU Buat Gerakan Tolak Full Day School

PC IPNU Buat Gerakan Tolak Full Day School

Reporter: Maratus Shofifah

blokBojonegoro.com - Menanggapi wacana Full Days School, tentu ada dampak negatif dan positif dalam penerapan sistem Full Day School (FDS) atau sekolah 9 jam dalam 5 hari, yang digagas oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI. Menilai dari sisi positifnya untuk memaksimalkan belajar terlebih meningkatkan potensi siswa.

Namun dilihat dari dampak negatifnya bisa membuat pelajar menjadi jenuh dalam belajar. Muhammad Nur Abidin, selaku Ketua Pengurus Cabang Ikatan Pemuda Nahdlatul Ulama (PC IPNU) Bojonegoro, mengatakan penerapan sistem FDS harus dikaji dengan serius serta mempertimbangkan dampak positif dan negatifnya, sebab tujuannya untuk memajukan pendidikan yang berada di Indonesia.

"Pada kenyataannya setiap daerah memiliki karakter pendidikan yang berbeda," terangnya.

Lima hari sekolah yang saat ini masih menimbulkan pro dan kontra itu, kata Abidin, membuat semua lembaga belum melaksanakannya, artinya sangat perlu sekali jika pemerintah mengkaji total akan diterapkannya sistem itu.

Pria asal Kecamatan Kanor itu berharap, jangan sampai FDS diterapkan. Menurutnya, tujuan memang bagus untuk mendidik siswa, tetapi justru membuat siswa-siswi merasakan kejenuhan dan tidak optimalnya dalam mengikuti pembelajaran. Beban pelajar menjadi berlebihan, mengakibatkan pelajar tidak memiliki ruang untuk bersosial baik pada orang tua maupun masyarakat secara umum.

"Kami meminta Mendikbud untuk mengkaji ulang penerapan FDS," terangnya.

Adanya gagasan FDS itu juga harus diikuti dengan melibatkan orang tua siswa, terutama kalangan ibu rumah tangga untuk ikut mengawasi dalam kegiatan belajar anak-anak di sekolah. Meski demikian, lanjut Abidin, sistem FDS untuk pendidikan dasar SD/MI dan SMP/MTS harus dikaji secara matang terlebih dahulu sebelum diterapkan, agar tidak muncul permasalahan baru dalam penerapannya.

"Jadi secara garis besar FDS masih belum bisa diterima di kalangan pelajar, terutama masyarakat secara umum," terangnya.

PC IPNU Bojonegoro juga membuat gerakan penolakan FDS untuk menyelamatkan Madrasah Diniyah dengan mengupload foto di sosial media dan diberikan hastag #JihadPelajarBojonegoro, #JihadSantriBojonegoro, #TolakFDS, #PelajarBojonegoroTolakFDS, dan #ipnuippnubojonegoroTolakFDS [ifa/mu]


Pendidikan & Kesehatan

Video bB

Redaksi

  • Friday, 25 August 2017 14:30:19

    Jambore Nasional Revolusi Mental di Solo

    GM bB Hadir Diundang Kajari Surabaya

    Jambore Nasional Revolusi Mental di Solo, Jawa Tengah yang dimulai Jumat (25/8/2017) berlangsung meriah. Bahkan, jalanan di kota asal Presiden Republik Indonesia Joko Widodo tersebut sampai macet total.

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Wednesday, 04 October 2017 06:00:00

    Laporan dari Tiongkok (4)

    Berburu Rumah Makan Indonesia di Tiongkok

    Berburu Rumah Makan Indonesia di Tiongkok Disela-sela mengikuti The 22ND Annual Conference And General Meeting Of The International Association Of Presecutors di Beijing 11-15 September 2017 lalu, saya menyempatkan diri berburu rumah makan Indonesia di Tiongkok. Maklum selama konferensi lidah saya belum bisa sepenuhnya menerima menu lokal. Jadi selalu kangen rawon…

    read more

Info Tabloid bB

  • Friday, 31 July 2015 13:16:10

    Tabloid bB Edisi Juli 2015

    Tabloid bB Edisi Juli 2015 Untuk Edisi Juli 2015, redaksi Tabloid blokBojonegoro ingin menyajikan beberapa hal yang baru, terutama di halaman Investigasi. Dengan tema besar “Awasi Air Saat Musim Kering”…

    read more