19:00 . Harga Cabai Anjlok Rp2.000, Petani Meradang   |   18:00 . 7 Atlet SKI Bojonegoro Bawa Pulang 10 Medali Bupati Tuban   |   17:00 . Hujan, Jalan Penghubung Sekar-Gondang Berlumpur   |   16:00 . Dinyatakan Sembuh, Keluarga Masih Tolak Kepulangan Pelaku   |   15:00 . Kurang Atlet Mumpuni, POR SD/MI 2017 Tak Sesuai Target   |   14:00 . Lagi-lagi Open Tembakau di Bojonegoro Terbakar   |   14:00 . Bandar Judi Dadu Asal Kapas Diamankan Polsek Bubulan   |   13:00 . PLN: Penyebab 14 Tiang Listrik Roboh Karena Tanah Labil   |   12:00 . Hendak Buang Sampah, Pemilik Warkop Dihantam Kereta   |   11:00 . Belasan Tiang Listrik di Tanjungharjo Tumbang ke Persawahan   |   10:00 . Pendamping Kang PD Masih Belum Jelas   |   09:00 . 1.231 CJH 2018 Mulai Lakukan Pemberkasan   |   08:00 . Bojonegoro Baru, Tantangan Menjawab Kutukan Sumber Daya Alam?   |   07:00 . PMS Hanyalah Mitos Belaka?   |   20:00 . UMK Bojonegoro Urutan Ke-19 di Bawah Tuban dan Lamongan   |  
Wed, 22 November 2017
Jl. Brigjen Sutoyo Gg. Langgar No. 5 Desa Sukorejo, Telp 0353-3412093, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Monday, 11 September 2017 08:00:00

Tahun ini, 16.768 Warga Menderita ISPA

Tahun ini, 16.768 Warga Menderita ISPA

Reporter: Joel Joko

blokBojonegoro.com - Kemarau panjang yang terjadi seperti sekarang ini perlu diantisipasi bagi seluruh masyarakat, terutama yang memiliki imunitas lemah. Sebab, salah satu penyakit yang kerap mengintai yaitu infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Kasi Penyakit Menular Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro, Whenny Dyah menyebutkan, setiap tahunnya di Bojonegoro penderita ISPA berada di angka 28 ribu. Tahun ini saja hingga Agustus, sudah ada 16.768 orang yang terserang ISPA. "Setiap bulannya diperkirakan sekitar 2.500 orang yang terserang ISPA,” jelasnya.

Karena itu, perlunya kesadaran dari masyarakat menjaga pola makan, mengelola stres, dan memperbanyak cairan saat musim kemarau.

Sebab, debu dan kabut asap di jalanan yang bersifat karsinogen bisa menyebabkan ISPA. Menurutnya, ISPA memang menyerang orang karena virus yang menyebar ketika kekebalan tubuh sedang lemah. "Sedikit banyak cuaca sangat mempengaruhi penyebaran virus, namun ada baiknya setiap orang selalu memperhatikan asupan nutrisi dan cairan dalam tubuhnya agar kebal dari virus,” terangnya.

Terpisah, Humas RSUD Bojonegoro, Thomas Djaja mengatakan, ISPA memang harus memperhatikan asupan cairan, nutrisi, serta psikis. Karena, menurut dia, stres mampu mengganggu metabolisme manusia sehingga mudah terserang penyakit. Sementara itu, di RSUD Bojonegoro saat ini belum ada kasus terkena ISPA akibat terpapar cuaca yang sangat panas di musim kemarau saat ini.

"Belum ada yang secara signifikan terkena ISPA gara-gara cuaca panas seperti sekarang, kalau ada pasti akan segera saya kabari, rata-rata memang karena virus akibat kekebalan tubuh sedang lemah,” pungkasnya. [oel/mu]

*Foto ilustrasi


Pendidikan & Kesehatan

Video bB

Redaksi

  • Friday, 25 August 2017 14:30:19

    Jambore Nasional Revolusi Mental di Solo

    GM bB Hadir Diundang Kajari Surabaya

    Jambore Nasional Revolusi Mental di Solo, Jawa Tengah yang dimulai Jumat (25/8/2017) berlangsung meriah. Bahkan, jalanan di kota asal Presiden Republik Indonesia Joko Widodo tersebut sampai macet total.

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Sunday, 19 November 2017 08:00:24

    Pagar Nusa dan Banser Temayang Gelar Makrab, Perkuat NKRI

    Pagar Nusa dan Banser Temayang Gelar Makrab, Perkuat NKRI Minggu dini hari (19/11/2017), tepat pukul 02.35 WIB, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa dan Satkoryon BANSER Kecamatan Temayang bekerja sama adakan Malam Keakraban (MAKRAB) di halaman TPQ Manbaul Huda, Desa Buntalan, Kecamatan Temayang.

    read more

Info Tabloid bB

  • Friday, 31 July 2015 13:16:10

    Tabloid bB Edisi Juli 2015

    Tabloid bB Edisi Juli 2015 Untuk Edisi Juli 2015, redaksi Tabloid blokBojonegoro ingin menyajikan beberapa hal yang baru, terutama di halaman Investigasi. Dengan tema besar “Awasi Air Saat Musim Kering”…

    read more