17:00 . DPU Angkat Bicara Soal Jembatan Trucuk dan Jalan Rusak   |   16:00 . Joget 'Holic' Ramaikan Kampanye Akbar Paslon 3   |   15:00 . Agar Kampanye Nyaman, Simpatisan Diperiksa   |   14:00 . PMI Kerahkan Relawan Tim Medis Saat Kampanye   |   13:00 . Pertahankan Tradisi, Ada Ketupat di Pintu Rumah Warga Bubulan   |   12:00 . Minggu Besok, KPU Target Distribusi Logistik Selesai   |   11:00 . Hari Ini KPUD Distribusikan Logistik untuk 11 Kecamatan   |   10:00 . Pencinta Skateboard Keliling Jalan Protokol   |   09:00 . Dinas Perdagangan Klaim Stok LPG Aman   |   08:00 . Mendekati Pilkada, PMII Bojonegoro Ajak Bijak Gunakan Medsos   |   07:00 . 8 Hal yang Tanpa Disadari Membuat Kita Mudah Stres   |   23:00 . Harga Elpiji Capai Rp40 Ribu, Disdag Nilai Ada Oknum Nakal   |   22:00 . Dua Pangkalan Elpiji Nakal Disanksi Disperindag   |   21:00 . Lapar...!! Singgah Aja di Bang Bara Timur SPBU Balen    |   20:00 . Harga Semua Jenis Daging Ayam Turun   |  
Fri, 22 June 2018
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Monday, 11 September 2017 08:00:00

Tahun ini, 16.768 Warga Menderita ISPA

Tahun ini, 16.768 Warga Menderita ISPA

Reporter: Joel Joko

blokBojonegoro.com - Kemarau panjang yang terjadi seperti sekarang ini perlu diantisipasi bagi seluruh masyarakat, terutama yang memiliki imunitas lemah. Sebab, salah satu penyakit yang kerap mengintai yaitu infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Kasi Penyakit Menular Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro, Whenny Dyah menyebutkan, setiap tahunnya di Bojonegoro penderita ISPA berada di angka 28 ribu. Tahun ini saja hingga Agustus, sudah ada 16.768 orang yang terserang ISPA. "Setiap bulannya diperkirakan sekitar 2.500 orang yang terserang ISPA,” jelasnya.

Karena itu, perlunya kesadaran dari masyarakat menjaga pola makan, mengelola stres, dan memperbanyak cairan saat musim kemarau.

Sebab, debu dan kabut asap di jalanan yang bersifat karsinogen bisa menyebabkan ISPA. Menurutnya, ISPA memang menyerang orang karena virus yang menyebar ketika kekebalan tubuh sedang lemah. "Sedikit banyak cuaca sangat mempengaruhi penyebaran virus, namun ada baiknya setiap orang selalu memperhatikan asupan nutrisi dan cairan dalam tubuhnya agar kebal dari virus,” terangnya.

Terpisah, Humas RSUD Bojonegoro, Thomas Djaja mengatakan, ISPA memang harus memperhatikan asupan cairan, nutrisi, serta psikis. Karena, menurut dia, stres mampu mengganggu metabolisme manusia sehingga mudah terserang penyakit. Sementara itu, di RSUD Bojonegoro saat ini belum ada kasus terkena ISPA akibat terpapar cuaca yang sangat panas di musim kemarau saat ini.

"Belum ada yang secara signifikan terkena ISPA gara-gara cuaca panas seperti sekarang, kalau ada pasti akan segera saya kabari, rata-rata memang karena virus akibat kekebalan tubuh sedang lemah,” pungkasnya. [oel/mu]

*Foto ilustrasi


Pendidikan & Kesehatan

Video bB

Redaksi

  • Friday, 15 June 2018 01:00:00

    Selamat Hari Raya Idul Fitri

    Selamat Hari Raya Idul Fitri Tak terasa Ramadan begitu cepat waktu berlalu. Masih teringat saat salat Tarawih pertama kita, makan sahur dan berbuka puasa pertama kita.

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Info Tabloid bB

  • Friday, 31 July 2015 13:16:10

    Tabloid bB Edisi Juli 2015

    Tabloid bB Edisi Juli 2015 Untuk Edisi Juli 2015, redaksi Tabloid blokBojonegoro ingin menyajikan beberapa hal yang baru, terutama di halaman Investigasi. Dengan tema besar “Awasi Air Saat Musim Kering”…

    read more