00:00 . 2018, Target Lifting Nasional 830.000 Barel per Hari   |   23:30 . Hasil Imbang, Pelatih Perseta Kecewa   |   23:00 . Ini Nama-nama Pengurus Asosiasi Media Siber Indonesia   |   22:30 . Tumpukan Jerami Bakar Kandang Sapi di Desa Katur   |   22:00 . Tahan Imbang Perseta 1-1, Persibo Lolos ke Semi Final   |   21:30 . Menit 60, Perseta Tulungagung Samakan Kedudukan   |   21:00 . 7 Menit Babak ke Dua, Sejumlah Peluang Tercipta   |   20:30 . Babak Pertama Persibo Ungguli Perseta 1-0   |   20:00 . Kiper Perseta Gagalkan Tendangan Penalti Persibo   |   19:30 . Hadapi Persibo, Perseta Turunkan Formasi 4-4-2   |   19:00 . Coach Putu: Jangan Biarkan Perseta Bermain Berkembang   |   18:30 . Rebutan Gunungan Puncak Acara Grebek Berkah   |   18:00 . Kementerian ESDM Akan Segera Legalkan Pertamini?   |   17:30 . TPPI Produksi 1,6 Juta Barel per Bulan   |   17:00 . Sambut Bulan Muharram, YPPAD Gelar Pawai Ta'aruf   |  
Thu, 21 September 2017
Jl. Brigjen Sutoyo Gg. Langgar No. 5 Desa Sukorejo, Telp 0353-3412093, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Tuesday, 12 September 2017 23:00:00

"Merajut Kebhinekaan Bahasa Tulis"

Dosen IKIP Gelar PKM di SDN Sumberwangi 2 Kanor

Dosen IKIP Gelar PKM di SDN Sumberwangi 2 Kanor

Pengirim: Suen Yektiana

blokBojonegoro.com - Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) merupakan salah satu bagian dari Tridarma perguruan tinggi yang wajib dilakukan oleh dosen di seluruh Indonesia. Baik itu dosen yang berstatus PNS maupun non-PNS, dosen di lingkungan Kemristekdikti maupun Kementerian Agama. Bentuk Tridarma itu sendiri meliputi bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Pengabdian kepada masyarakat kali ini dilakukan oleh dosen IKIP PGRI Bojonegoro, khususnya dari Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia yang diketuai oleh Cahyo Hasanudin, S.Pd., M.Pd. dengan melibatkan tiga dosen, yaitu Dra. Fathia Rosyida, M.Pd., Masnuatul Hawa, S.Pd., M.Pd., dan Sutrimah, S.Pd., M.Pd. Tim ini selanjutnya membuat kegiatan pengabdian dengan mengusung tema “Merajut Kebinekaan Bahasa Tulis" sesuai Amanat Permendikbud nomor 50 tahun 2015 dengan mengambil subjek pengabdian siswa kelas 6 SDN Sumberwangi 2, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro.

Menurut Cahyo Hasanudin, Permendikbud nomor 50 tahun 2015 berisi tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia ini telah diresmikan oleh Menteri Pendidikan Anies Baswedan dan merupakan pembaharuan dari Permen RI nomor 46 tahun 2009 tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Permendikbud nomor 50 tahun 2015 menjelaskan tentang pemakaian huruf, penulisan kata, pemakaian tanda baca, dan penulisan unsur serapan yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang benar. Dari keempat sub pokok bahasan yang ada itulah kemudian tim pengabdian memilih materi yang tepat untuk diajarakan kepada siswa kelas VI. Materi tersebut terkait dengan huruf kapital, di dan ke sebagai awalan dan kata depan, tanda koma (,), dan tanda titik (.).

"Materi ini sederhana namun dirasa sangat penting untuk membuka cakrawala pikir siswa agar tidak salah dalam menggunakan bahasa tulis. Selain itu, materi ini juga sebagai bekal siswa kelas VI untuk menghadapi Ujian Nasional tahun 2018 karena banyak sekali soal ujian yang menanyakan seputar hal tersebut," jelas Cahyo sapaan akrabnya.

Tim berharap setelah adanya kegiatan pengabdian ini, lanjut dosen muda Bahasa Indonesia itu, siswa kelas 6 mampu menulis huruf kapital, di dan ke sebagai awalan dan kata depan, tanda koma (,), dan tanda titik (.) dengan benar. Oleh karena itu, untuk mengukur tingkat kebenaran dan kemahiran siswa dalam menulis sesuai isi Permendikbud nomor 50 tahun 2015, maka tim pengabdian membuat skema pengabdian menjadi tiga langkah. langkah tersebut dimulai dari pra-pengabdian, pengabdian, dan pasca pengabdian.

"Sebelum melakukan langkah prapengabdian, tim melakukan survei lokasi dengan melihat kondisi kelas VI di sana, salah satunya ingin mengetahui jumlah siswa kelas VI, berdasarkan hasil survei dapat dicatat bahwa kelas VI di sana berjumlah 11 siswa. Selanjutnya pada langkah prapengabdian, tim memulai pada hari Selasa, 5 September 2017 dengan memberikan soal seputar huruf kapital, di dan ke sebagai awalan dan kata depan, tanda koma (,), dan tanda titik (.) dengan jumlah total 20 soal. Soal tersebut dibagikan kepada siswa untuk mengukur tingkat pengetahuan awal mereka seputar sebagian isi dari Permendikbud nomor 50 tahun 2015," paparnya.
 
Setelah tim mengetahui hasil pretest pada langkah pratindakan, masih kata Cahyo,tim segera berdiskusi untuk menyampaikan materi tersebut. Pada langkah pengabdian tim memulai hari pertama dengan menjelaskan penggunaan huruf kapital. Ada 13 aturan dalam penulisan huruf kapital yang benar sesuai Permendikbud nomor 50 tahun 2015. Pada hari kedua tim menjelaskan penggunaan di dan ke baik sebagai awalan dan kata depan, di sini tim menambah materi dari Permendikbud nomor 50 tahun 2015 dengan buku lain karena contoh penggunaan di dan ke baik sebagai awalan dan sebagai kata depan pada permendikbud dirasa kurang banyak dan jelas. "Pada hari ketiga tim menjelaskan penggunaan tanda koma (,) dan tanda titik (.) kedua materi ini digabung karena materi ini sangat sedikit dibanding dengan materi yang sebelumnya," katanya.

Pada langkah pengabdian ini. Pengaplikasian teori yang diberikan melalui penyuluhan tersebut dapat diperinci dalam langkah-langkah berikut.
a. Tim PKM memberikan salam kepada siswa kelas VI
b. Menumbuhkan skemata siswa seputar Permendikbud nomor 50 tahun 2015
c. Mengadakan icebreaking agar siswa tidak tegang
d. Tim memulai menjelaskan materi
e. Tim menguji kemahiran siswa dengan cara memberikan contoh yang salah
f. Tim menyanyikan lagu sayonara
g. Tim menutup acara penyuluhan dengan salam
h. Pihak tim PKM memberikan reward bagi siswa yang sudah mampu menggunakan bahasa tulis sesuai amanat Permendikbud nomor 50 tahun 2015.
 
Langkah terakhir pada program pengabdian kali ini, tambah Cahyo Hasanudin, adalah langkah pasca pengabdian. Pada langkah pasca pengabdian, tim memberikan soal postes untuk mengetahui tingkat keberhasilan pengabdian yang dilakukan oleh tim terkait penggunaan huruf kapital, di dan ke sebagai awalan dan kata depan, tanda koma (,), dan tanda titik (.). Soal postes yang diberikan sudah barang tentu sama dengan soal pada pretes pada langkah prapengabdian. Hal ini akan mempermudah dalam berasumsi bahwa program pengabdian berhasil atau tidak. "Untuk mengetahui tingkat keberhasilan program pengabdian kali ini tim dapat melihat jumlah siswa yang menjawab benar dari hasil pretast yang telah dikerjakan," tutup Cahyo. [mu]


Pendidikan & Kesehatan

Video bB

Redaksi

  • Friday, 25 August 2017 14:30:19

    Jambore Nasional Revolusi Mental di Solo

    GM bB Hadir Diundang Kajari Surabaya

    Jambore Nasional Revolusi Mental di Solo, Jawa Tengah yang dimulai Jumat (25/8/2017) berlangsung meriah. Bahkan, jalanan di kota asal Presiden Republik Indonesia Joko Widodo tersebut sampai macet total.

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Sunday, 17 September 2017 22:00:51

    Laporan dari Tiongkok (3)

    Mengunjungi Masjid Jujukan Presiden RI di Beijing

    Mengunjungi Masjid Jujukan Presiden RI di Beijing Di sela-sela mengikuti The 22ND Annual Conference And General Meeting Of The International Association Of Presecutors di Beijing, Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya, Didik Farkhan Alisyahdi menyempatkan diri berkunjung ke Masjid Niu Jie. Masjid yang pernah dikunjungi dua presiden RI ketika melakukan kunjungan kenegaraan ke…

    read more

Info Tabloid bB

  • Friday, 31 July 2015 13:16:10

    Tabloid bB Edisi Juli 2015

    Tabloid bB Edisi Juli 2015 Untuk Edisi Juli 2015, redaksi Tabloid blokBojonegoro ingin menyajikan beberapa hal yang baru, terutama di halaman Investigasi. Dengan tema besar “Awasi Air Saat Musim Kering”…

    read more