23:00 . Wiwitan, Tradisi Unik Pra Tanam yang Tetap Lestari   |   22:00 . Tunggu Pelantikan, Pengusung Anna-Wawan Singkronisasi Program 2019   |   21:00 . Walau Tanpa Beberapa Pilar, Jordi Puas Permainan Anak Asuhnya   |   20:00 . Dari 16 Partai, PBB Paling Sedikit Bacalegnya   |   19:00 . Dinas Ketananan Pangan Bojonegoro Kaget   |   18:00 . Menang Besar, Persibo Libas Persepon 4-0   |   17:30 . Persibo Unggul Sementara 4-0 Atas Persepon   |   17:00 . Hasan Basri Kembali Perlebar Keunggulan Persibo 2-0   |   16:30 . Babak Pertama, Persibo Unggul 1-0 Atas Persepon   |   16:00 . Hasan Basri Buka Keunggulan Persibo Bojonegoro   |   14:00 . Inilah Susunan Pemain Persibo dan Persepon   |   12:00 . Damkar Bojonegoro Bantu Kebakaran di Parengan   |   11:00 . 631 Bacaleg Berebut 50 Kursi DPRD Bojonegoro   |   10:00 . Sejak Diresmikan, UKK Imigrasi Baru Layani Satu WNA   |   09:00 . Gunakan Formasi 4-3-3, Persibo Siap Jungkalkan Persepon   |  
Thu, 19 July 2018
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Monday, 13 November 2017 13:00:42

Kepesertaan JKN KIS di Bojonegoro Masih Minim

Kepesertaan JKN KIS di Bojonegoro Masih Minim

Reporter: M. Yazid

blokBojonegoro.com -
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan terus berupaya mensosialisasikan kepesertaan masyarakat dalam menggunakan JKN KIS di Kabupaten Bojonegoro. Pasalnya, di Kota Ledre kesadaran masyarakat untuk mengikuti program pemerintah tersebut masih minim.

"Capaian peserta JKN-KIS di Kabupaten Bojonegoro per 10 Nopember 2017, yang ikut kepesertaan masih sebanyak 56,79 persen dari penduduk Bojonegoro," kata Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Bojonegoro, drg. Muhammad Masrur Ridwan, saat distribusi Kartu Indonesia Sehat (KIS) bagi peserta Aparatur Sipil Negara (ASN) Wilayah Kabupaten Bojonegoro di ruang Angling Dharma Pemkab Bojonegoro, Senin (13/11/2017).

Kegiatan yang dirangkai edukasi kesehatan 'Gaya Hidup Sehat dan Cerdas' yang diikuti seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkup Pemkab Bojonegoro, serta Bupati Bojonegoro, Suyoto dan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Bojonegoro. Masrur menyampaikan, progres program JKN-KIS adalah sinergi antara BPJS kesehatan dengan Pemerintah Daerah dalam mencapai Universal Health Coverage (UHC).

BPJS kesehatan sendiri yang mulai beroperasi di tahun 2014, jumlah kepesertaan sudah mencapai 121.6 juta jiwa. Sedangkan di tahun 2016 meningkat menjadi 171.9 juta jiwa. Sedangkan tahun 2017 kepesertaan JKN KIS terus meningkat di angka 184.4 juta jiwa, sehingga diharapkan akhir tahun 2018 seluruh masyarakat Indonesia  sudah ikut kepesertaan JKN-KIS.

Pada hari kesehatan Nasional yang ke-53 ini, mengambil tema 'sehat keluargaku sehat Indonesiaku'. Hal ini sejalan dengan slogan Bojonegoro, yakni Bojonegoro Sehat, Cerdas, Produktif dan Bahagia. Sedangkan bulan Juni tahun 2018, pak presiden Jokowi akan memberikan penghargaan untuk Pemerintah Daerah yang sudah mencapai Universal Health Coverage (UHC).

"Sehingga diharapkan Kabupaten Bojonegoro bisa menjadi salah satu dari Kabupaten yang menerima penghargaan tersebut. Dan untuk itu, dimohon kerja sama dan bantuan Pemerintah Daerah untuk mencapai UHC tersebut," terangnya.

Selain itu, ia juga memohon bantuan OPD terkait untuk mengajak masyarakat untuk berpola hidup sehat. Pasalnya tingkat keberhasilan jajaran kesehatan, yakni dimana jika sedikit orang yang berkunjung ke rumah sakit.

Sementara itu Bupati Bojonegoro, Suyoto mengatakan, hal yang sulit untuk mewujudkan kesehatan adalah gotong royong. Di mana ada beberapa lawan terberat untuk mencapai tujuan tersebut, pertama mental peminta, yakni orang lebih suka meminta dari pada memberi.

"Padahal gotong royong merupakan esensi pancasila yang sebenarnya. Di bidang kesehatan pada saat JKN diterapkan, tantangan terberat adalah bagaimana rakyat bisa gotong royong saling membantu,  Sehingga masalah kesehatan bisa teratasi," tuturnya.

Berikutnya persoalan kemampuan masyarakat untuk membayar iuran JKN-KIS, karena pekerjaan masyarakat berbeda-beda. Jika PNS pasti sangat mudah karena langsung bisa potong gaji, tetapi masalahnya ada pada masyarakat yang penghasilannya di bawah satu juta. Sehingga cara yang tepat adalah dengan pelan-pelan, di mana industri tumbuh maka harus ada jaminan kesehatan.

"Selain itu, kecamatan dan desa harus memastikan bahwa orang yang mampu secara ekonomi harus ikut kepesertaan JKN-KIS, serta Perangkat Desa yang kapasitas keuangannya mampu juga harus ikut kepesertaan.Oleh karena itu, Kerja berat dan kerja keras ini mari kita lakuka bersama," pungkas Kang Yoto. [zid/ito]


Pendidikan & Kesehatan

Video bB

Redaksi

  • Friday, 15 June 2018 01:00:00

    Selamat Hari Raya Idul Fitri

    Selamat Hari Raya Idul Fitri Tak terasa Ramadan begitu cepat waktu berlalu. Masih teringat saat salat Tarawih pertama kita, makan sahur dan berbuka puasa pertama kita.

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Info Tabloid bB

  • Friday, 31 July 2015 13:16:10

    Tabloid bB Edisi Juli 2015

    Tabloid bB Edisi Juli 2015 Untuk Edisi Juli 2015, redaksi Tabloid blokBojonegoro ingin menyajikan beberapa hal yang baru, terutama di halaman Investigasi. Dengan tema besar “Awasi Air Saat Musim Kering”…

    read more