21:00 . Ditutup, Pendaftar PPK-PPS Membeludak   |   20:00 . Kejurda Bupati Ngawi, Inkanas Bojonegoro Sabet 28 Medali   |   19:00 . Ada HET Beras, Pedagang Belum Tahu   |   18:00 . Kok Bisa? Ada Calon Panwascam Sertifikasi dan PNS   |   17:00 . Soehadi Moeljono Terpilih Sebagai Ketua HKTI Bojonegoro   |   16:00 . Lagi, Bupati Sebut Namanya Digunakan Lobi Unnes   |   15:00 . Ragu dengan Transparansi Tes Perangkat, Peserta Pilih Mundur   |   14:00 . Hasil Otopsi Tidak Ada Tanda-tanda Penganiayaan   |   13:00 . Ada Kegiatan Bawaslu, Tes Wawancara Panwascam Ditunda   |   12:00 . Warga Caruban Digegerkan Pria Tergeletak di Pinggir Jalan   |   11:00 . Saatnya Santri Jadi Jawaban Masalah Negeri   |   10:00 . Kapolres: Ada Tujuh Oknum ke Unnes, Satu Berinisial HR   |   09:30 . Lagu Subanul Wathon Menggema di Alun-Alun Bojonegoro   |   09:00 . Refleksi, Saatnya Santri Perbanyak Literasi   |   08:00 . Kang Yoto: Jangan Lupakan Sejarah Santri di Indonesia   |  
Sun, 22 October 2017
Jl. Brigjen Sutoyo Gg. Langgar No. 5 Desa Sukorejo, Telp 0353-3412093, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Friday, 21 April 2017 13:00:00

Kenaikan Tarif Listrik Juga Dikeluhkan Warga Bubulan

Kenaikan Tarif Listrik Juga Dikeluhkan Warga Bubulan

Kontributor: Sutopo

blokBojonegoro.com - Kenaikan tarif listrik secara bertahap bagi pelanggan 900 volt ampere (VA), yang ditetapakan pada awal bulan Januari, dan kenaikan kedua pada Maret-April 2017 ini terus dikeluhkan oleh masyarakat, termasuk warga yang ada di wilayah Bojonegoro selatan, tepatnya Kecamatan Bubulan.

Nuryanti salah satunya. Warga yang tinggal di RT.03/RW.01 Desa/Kecamatan Bubulan itu mengatakan, dirinya terkejut saat mengetahui pemakaian listrik sehari-hari sama, namun pembayaran melonjak drastis,

"Dari biasanya Rp150 ribu per bulan menjadi Rp225 ribu," kata Nur panggilan akrabnya, yang juga merupakan guru honorer di salah satu SD setempat.

Pelanggan lain, Yuliantik warga Desa Clebung, Kecamatan Bubulan juga mengeluhkan terkait naiknya tarif dasar listrik bagi pelanggan 900 VA. Bagi dirinya yang merupakan golongan warga sederhana, namun tetap merasakan imbas dari kenaikan listrik tersebut.

"Biaya membengkak dari Rp100 ribu perbulan menjadi Rp200 ribu," katanya.

Yuli sapaan akrab Yuliantik, dengan penghasilan keluarga yang pas-pasan serta penggunaan listrik yang tidak membutuhkan daya terlalu banyak, dirinya berkeinginan untuk mengajukan permohonan penurunan daya kepada petugas PLN setempat.

"Recananya ini mau mengajukan penurunan daya dari 900 VA manjadi 400 VA, agar kebutuhan keluarga jadi ringan," tandas Yuli. [top/mu]


Peristiwa

Video bB

Redaksi

  • Friday, 25 August 2017 14:30:19

    Jambore Nasional Revolusi Mental di Solo

    GM bB Hadir Diundang Kajari Surabaya

    Jambore Nasional Revolusi Mental di Solo, Jawa Tengah yang dimulai Jumat (25/8/2017) berlangsung meriah. Bahkan, jalanan di kota asal Presiden Republik Indonesia Joko Widodo tersebut sampai macet total.

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Sunday, 22 October 2017 09:00:03

    Hari Santri Nasional 22 Oktober

    Refleksi, Saatnya Santri Perbanyak Literasi

    Refleksi, Saatnya Santri Perbanyak Literasi Sabtu malam, (21/10/3017), Pimpinan Komisariat (PK) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sunan Giri Bojonegoro mengadakan "Refleksi Hari Santri" di Pondok Pesantren (PONPES) Al-Ubaidillah, Des Sambiroto, Kecamatan Kapas.

    read more

Info Tabloid bB

  • Friday, 31 July 2015 13:16:10

    Tabloid bB Edisi Juli 2015

    Tabloid bB Edisi Juli 2015 Untuk Edisi Juli 2015, redaksi Tabloid blokBojonegoro ingin menyajikan beberapa hal yang baru, terutama di halaman Investigasi. Dengan tema besar “Awasi Air Saat Musim Kering”…

    read more