21:00 . EMCL dan LSM Pattiro Latih Usaha Para Kader Posyandu   |   20:00 . Meski Terendam Banjir, Warung di Sukosewu Tetap Buka   |   19:00 . Beberapa Mobil Berstiker Paslon, Para Kontraktor Dukung Anna-Wawan?   |   18:00 . Gandeng TROPIS, EMCL Kembangkan Sekolah Adiwiyata di Bojonegoro   |   17:00 . Kreatif, Warga Sidodadi Sediakan Ojek Grobak   |   16:00 . DPU Siap Cairkan Hutang Akhir Bulan Ini   |   15:30 . Banjir Panemon, Jalan Desa Sempat Lumpuh   |   15:00 . Kadisdik: LPJ BOS Harus Selesai Sebelum Bupati Lengser   |   14:30 . BPBD Kirim 750 Nasi Bungkus dan Makanan Siap Saji   |   14:00 . 3 Kecamatan Banjir Bandang, 2 Terkena Luapan Sungai   |   13:30 . Kades Sukosewu; 700 Lebih Rumah Warga Terendam Banjir   |   13:00 . Ruang Kelas Terendam, Siswa SMPN 1 Sukosewu Libur   |   12:00 . Banjir, Saatnya Berenang Gratis   |   11:00 . Kontraktor Demo Tuntut Pemkab Bayar Hutang   |   10:00 . 6 Desa di Sukosewu Terendam, Petugas Siaga   |  
Thu, 22 February 2018
Jl. Brigjen Sutoyo Gg. Langgar No. 5 Desa Sukorejo, Telp 0353-3412093, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Monday, 17 July 2017 12:00:00

Bojonegoro Terpilih Sebagai 25 Kabupaten/Kota Project Smart City

Bojonegoro Terpilih Sebagai 25 Kabupaten/Kota Project Smart City

Reporter: M. Yazid

blokBojonegoro.com - Pretasi membanggakan bagi Kabupaten Bojonegoro, karena mendapatkan kepercayaan dari Pemerintah Republik Indonesia (RI), yang dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, telah memasukkan Kabupaten Bojonegoro sebagai salah satu Kabupaten yang mendapatkan pendampingan menuju 100 Kabupaten/Kota Smart City Di Indonesia.

Hal ini terungkap saat bimbingan teknis dalam rangka menuju 100 Smart City Kabupaten tahun 2017, Senin (17/7/2017) di Ruang pertemuan lantai 4 Gedung Pemkab Bojonegoro.

Hari Kushariyanto, salah satu pendamping yang ditunjuk oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia pada Project Smart City, dalam kesempatan ini mengatakan, target 100 kabupaten dan kota menjadi Smart City di Indonesia. "Di tahun 2017 ini terpilih 25 kabupaten dan kota yang akan didampingi menuju 100 kabupaten/kota smart city di Indonesia, termasuk Bojonegoro," jelasnya.

Untuk tahun 2017 ini, dari 25 kabupaten dan kota ini salah satunya adalah Kabupaten Bojonegoro. Dipilihnya Kabupaten Bojonegoro karena berdasarkan dari beberapa indikasi salah satunya kabupaten ini dinilai positif dalam pengembangan IT dan lain sebagainya yang menuju ke arah smat city di Indonesia.

"Bersama 22 pendamping lainnya mendapatkan kepercayaan dari Menkominfo, untuk mendampingi dan menjadi mitra kabupaten dan kota menuju 100 kabupaten/kota Smart City di Indonesia," terangnya.

Sedangkan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bojonegoro, Kusnandaka Tjatur P, dalam laporannya selaku ketua penyelenggara mengatakan, kegiatan bimbingan teknis kali ini merupakan keberlanjutan dari mekanisme pemilihan 100 kabupaten/kota Smart City yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika kepada seluruh kabupaten dan kota se-Indonesia.

Setelah terpilihnya Bojonegoro ini, lanjut Kusnandaka, pada tanggal 22 Mei lalu dilakukan penandatanganan kerjasama antara Kabupaten Bojonegoro dan Kementerian Komunikasi dan Informatika menuju 100 kabupaten/kota smart city di Indonesia. Kemudian Bupati mengeluarkan Keputusan Bupati Bojonegoro Nomor 188/207/KEP/412.013/2017 tentang Dewan Smart city.

"Yang melibatkan semua komponen 4 sekawan di Kabupaten Bojonegoro mulai pemerintah, bisnismen, akadimisi dan Lembaga Swadaya Masyarakat untuk pengembangan Smart City," paparnya.

Dituturkan oleh Kusnandaka, implementasi IT di Bojonegoro sudah dilakukan di beberapa OPD, antara lain Dinas Pertanian, Dinas Perhubungan dan Dinas Koperasi dan UKM serta sektor lainnya.

Sementara itu, Yayan Rohman, asisten III Pemkab Bojonegoro, saat membacakan sambutan Bupati Bojonegoro mengatakan, terpilihnya Kabupaten Bojonegoro ini merupakan suatu tantangan dan kebanggaan bagi Kabupaten Bojonegoro. "Apalagi jika ditilik dari sejarah panjang Kabupaten Bojonegoro, dimana hidup di daerah ini kemiskinan adalah bagian hidup," katanya.

Ditambahkan, lebih mudah untuk menjadi miskin jika hidup di Bojonegoro. Didukung lagi bahwa 40 persen lebih wilayah Bojonegoro adalah wilayah hutan, sehingga banyak daerah yang tidak terjangkau IT. Belum lagi Bojonegoro bukanlah daerah jujukan wisata maupun bukan daerah pendidikan, sehingga banyak vendor yang tidak tertarik untuk pengembangan IT di wilayah kita.

"Untuk Smart City di Kabupaten Bojonegoro ini adalah fokus pada pengembangan dan strategi apa yang akan dilakukan di Bojonegoro. Apalagi Bojonegoro telah memiliki 5 rencana aksi antaralain revolusi data, open data kontrak, peningkatan kualitas layanan publik, serta peningkatan kapabilitas desa dan tata kelola keuangan," pungkasnya. [zid/mu]


Peristiwa

Video bB

Redaksi

  • Wednesday, 07 February 2018 12:00:00

    Joe Jadi GM dan Yazid Promosi ke Pemred

    Joe Jadi GM dan Yazid Promosi ke Pemred Setelah blokTuban.com melakukan penyegaran, Blok Media Group kembali menggelar reorganisasi dan kini giliran blokBojonegoro.com. Pucuk pimpinan media online terpandang di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya itu resmi berganti.

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Info Tabloid bB

  • Friday, 31 July 2015 13:16:10

    Tabloid bB Edisi Juli 2015

    Tabloid bB Edisi Juli 2015 Untuk Edisi Juli 2015, redaksi Tabloid blokBojonegoro ingin menyajikan beberapa hal yang baru, terutama di halaman Investigasi. Dengan tema besar “Awasi Air Saat Musim Kering”…

    read more