14:00 . Hasil UNBK Siswa SMP di Bojonegoro Menurun   |   13:00 . PPDB Hari Pertama Terganggu Server Eror   |   12:00 . Mei Ini, Bantuan Beras Rastra Beralih ke BPNT   |   11:00 . Cerita Literasi di SD Tasikharjo dan Remen   |   10:00 . Puasa, Pengunjung Pameran di Gedung UMKM Sepi   |   09:00 . Ditinggal Ngantar Masuk Kos, Motor Raib   |   08:00 . Berduaan di Pantai Tuban Saat Malam, Pelajar Bojonegoro Diamankan   |   07:00 . Tertawa Bisa Bikin Kita Lebih Produktif, Menurut Sains   |   21:00 . Menyamar Jadi Hidung Belang, Polisi Berhasil Ciduk WTS   |   20:00 . Pastikan Spek Bangunan, Dewan Akan Cek Lokasi   |   19:00 . Buka Bersama, Dandim Ingatkan Pemuda Waspada Penjajah   |   18:00 . Dirut PEPC: Proyek di Bojonegoro yang Paling Harmonis   |   17:00 . Junub Sebelum Sahur, Mandi Dulu Apa Langsung Makan?   |   16:00 . Ingin Jalan-Jalan? Tengok Suasana Pasar Takjil di Malo Yuk!!   |   15:00 . Safari Ramadan, PEPC Santuni Anak Yatim   |  
Fri, 25 May 2018
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Sunday, 10 September 2017 06:00:13

Diduga Stress, Anak "Gorok" Ibu Kandung

Linglung, Terduga Pelaku Belum Bisa Dimintai Keterangan

Linglung, Terduga Pelaku Belum Bisa Dimintai Keterangan

Kontributor : Muhammad Qomarudin
 
blokBojonegoro.com - Setelah berhasil ditangkap oleh Polsek Kanor dan warga setempat di persawahan, pelaku penggorokan ibu kandung MA (30) warga Dukuh Candi, Desa Nglarangan, Kecamatan Kanor, langsung diamankan dan dibawa ke Polsek Kanor.
 
Hingga sampai malam, terduga pelaku penggorokan masih belum bisa dimintai keterangan lantaran masih terlihat depresi dan kebingungan saat berada di ruang sel Mapolsek Kanor. Pantauan blokBojonegoro.com dari CCTV Polsek Kanor, terlihat pelaku duduk bersila dengan bersandar ditembok sel dan sekali-kali berdiri serta mondar mandir.
 
"Saat ditanyai, pelaku juga menjawab namun dengan nada yang agar keras dan juga matanya melotot berwarna agak kemerah-merahan," ujar salah satu anggota Polsek Kanor.
 
Kapolsek Kanor AKP Imam Kanafi menjelaskan, masing menunggu hingga pelaku bisa dimintai keterangan. Sedangkan, untuk proses ke depanya pelaku bakal dibawa rumah sakit di Surabaya ataupun di Puskesmas di Kecamatan Kalitidu Kabupaten Bojonegoro, untuk memastikan benar-benar pelaku dalam keadaan sengaja atau dalam gangguan mental.
 
"Kita masih menunggu sampai besok setelah pelaku diperiksakan dahulu, dan untuk sekarang pelaku biar istirahat dan menenangkan pikiranya," kata Kapolsek Kanor.
 
Diketahui sendiri, MA berdasarkan keterangan warga memiliki riwayat penyakit gangguan mental sejak tahun 2011 dan pernah dirawat di Puskesmas Kecamatan Kalitidu selama 10 hari, kemudian menjalai rawat jalan (obat). Satu tahun belakangan ini, MA tidak mau berobat ke Puskesmas Kalitidu dan dimintakan berobat ke Puskesmas Kanor hingga sekarang. 
 
"Kita tidak boleh langsung menyimpulkanya begitu saja, melainkan harus melalui pemeriksaan terlebih dahulu," pungkasnya kepada blokBojonegoro.com. [din/lis]

Peristiwa

Video bB

Redaksi

  • Thursday, 15 March 2018 16:00:00

    PEPC Silaturahmi di Kantor Baru bB

    PEPC Silaturahmi di Kantor Baru bB Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC) mengunjungi kantor baru redaksi blokBojonegoro Media di Jalan KS. Tubun, Gang Srinayan nomor 3, Kelurahan Mojokampung, Kabupaten Bojonegoro, Kamis (15/3/2018).

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Monday, 21 May 2018 22:00:32

    KPUK Sosialisasi Pilkada bersama GMNI

    KPUK Sosialisasi Pilkada bersama GMNI Bertepatan dengan tahun politik, serta menjelang Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada), Komisi Pemilihan Umum Kabupaten (KPUK) Bojonegoro menggelar Sosialisasi Pemilu besama Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional (GMNI) setempat.

    read more

Info Tabloid bB

  • Friday, 31 July 2015 13:16:10

    Tabloid bB Edisi Juli 2015

    Tabloid bB Edisi Juli 2015 Untuk Edisi Juli 2015, redaksi Tabloid blokBojonegoro ingin menyajikan beberapa hal yang baru, terutama di halaman Investigasi. Dengan tema besar “Awasi Air Saat Musim Kering”…

    read more